MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 26 Oktober 2018 13:36
Hujan Jadi Berkah bagi Petani Sayur
HUJAN BERKAH: Musim hujan yang terus mengguyur Berau dalam sepekan terakhir disyukuri petani.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Hujan yang terus mengguyur Tanjung Redeb dan sekitarnya dalam sepekan terakhir membuat beberapa titik tergenang air. Meski hal ini dikeluhkan, tapi tidak bagi para petani sayur di Kampung Bangun.

Guyuran hujan yang terjadi pun menjadi berkah tersendiri, karena para petani sudah melalui musim kemarau yang lumayan panjang.

Menurut Warga Kampung Bangun, Sumiarti, hujan yang terus terjadi membuat kebun sayurnya yang berada di dekat taman bermain BBL, Sambaliung tampak segar. "Senang kalau musim hujan begini, tanaman jadi subur dan masa panen akan lebih cepat," katanya kepada Berau Post, Kamis (25/10).

Dengan luasan lahan yang dimilikinya sekitar 1 hektare, wanita asal Jember ini menerangkan dirinya menanam dua komoditas sayuran yaitu tomat dan cabai. Masa tanam hingga panen pun disebutnya berlangsung paling cepat selama dua bulan.

Sekali memasuki masa panen, tak jarang ia mampu mendapatkan masing-masing empat hingga enam kwintal. "Kalau musim hujan begini pasti lebih banyak yang dipanen. Tidak seperti kalau lagi musim kemarau, karena banyak yang rusak kalau kita tidak benar-benar merawatnya," ujarnya.

Hal yang tak jauh berbeda juga turut diutarakan Rusmiadi. Pria paruh baya ini mengaku bersyukur dengan hujan yang terus terjadi dalam sepekan terakhir. Pasalnya, dirinya tak perlu bersusah payah lagi untuk menyiram tanaman sayurannya apabila hujan.

"Alhamdulillah, karena tidak perlu bekerja keras lagi untuk menyiram setiap saat. Kalau hujan pagi hari, ya tinggal siang sama sore saja disiram. Begitupun sebaliknya," tuturnya.

Ia menjelaskan, selama musim hujan, para petani sayur seperti dirinya hanya akan lebih fokus memperhatikan rumput atau hama yang berpotensi merusak tanaman sayurnya.

Dengan hasil panen yang akan lebih meningkat, Rusmiadi pun mengungkapkan hal tersebut akan membantu menutupi kekurangan pasokan sayuran yang terjadi di Berau saat ini. Sebab, Sulawesi Tengah yang menjadi salah satu pemasok sayur-mayur ke Berau tengah telah mengalami bencana alam, sehingga jalur distribusi terhenti.

"Secara tidak langsung kondisi saat ini sangat menguntungkan kami. Apalagi harga jualnya juga mengalami kenaikan beberapa persen," tandasnya. (arp/app)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 12:51

Adipura Pelipur Lara

SAYA harus katakan spektakuler. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya apa…

Senin, 14 Januari 2019 13:57

Pak Sulaiman yang Hebat

CATATAN  hari ini, sebetulnya peristiwa cukup lama. Masih ada sisi…

Minggu, 13 Januari 2019 14:13

Tak Sengaja Bertemu

INI bukan lagu “Tenda Biru”nya Desy Ratnasari. Tapi, ketika saya…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:29

Mengejar Pesawat

TIAP pagi mesti melintas di Jalan Ahmad Yani. Rute tetap…

Jumat, 11 Januari 2019 13:55

Akhirnya Terjawab Juga

SAYA pernah melihat sendiri, bagaimana dengan santainya warga membuang sampah…

Kamis, 10 Januari 2019 12:50

Mundu Tekka

INGAT Mundu? Ya, bagi warga Maratua dan Derawan sangat mengenal…

Rabu, 09 Januari 2019 13:19

Merindukan Teluk Sumbang

SAYA lupa tahun berapa. Ketika pertama kali mengunjungi Teluk Sumbang,…

Selasa, 08 Januari 2019 12:40

Antara Vanessa, Rp 80 Juta dan Timbangan Mental

JAGAT media maya kembali dibuat heboh di awal 2019. Ini…

Selasa, 08 Januari 2019 12:38

Vaname dari Karangan

JANGAN lihat sekarang. Tapi, tunggu tiga tahun ke depan. Sinar…

Selasa, 08 Januari 2019 12:34

Transparansi APBD Go Digital

PERKEMBANGAN Informasi dan Teknologi terjadi sangat cepat di seluruh negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*