MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 26 Oktober 2018 13:36
Hujan Jadi Berkah bagi Petani Sayur
HUJAN BERKAH: Musim hujan yang terus mengguyur Berau dalam sepekan terakhir disyukuri petani.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Hujan yang terus mengguyur Tanjung Redeb dan sekitarnya dalam sepekan terakhir membuat beberapa titik tergenang air. Meski hal ini dikeluhkan, tapi tidak bagi para petani sayur di Kampung Bangun.

Guyuran hujan yang terjadi pun menjadi berkah tersendiri, karena para petani sudah melalui musim kemarau yang lumayan panjang.

Menurut Warga Kampung Bangun, Sumiarti, hujan yang terus terjadi membuat kebun sayurnya yang berada di dekat taman bermain BBL, Sambaliung tampak segar. "Senang kalau musim hujan begini, tanaman jadi subur dan masa panen akan lebih cepat," katanya kepada Berau Post, Kamis (25/10).

Dengan luasan lahan yang dimilikinya sekitar 1 hektare, wanita asal Jember ini menerangkan dirinya menanam dua komoditas sayuran yaitu tomat dan cabai. Masa tanam hingga panen pun disebutnya berlangsung paling cepat selama dua bulan.

Sekali memasuki masa panen, tak jarang ia mampu mendapatkan masing-masing empat hingga enam kwintal. "Kalau musim hujan begini pasti lebih banyak yang dipanen. Tidak seperti kalau lagi musim kemarau, karena banyak yang rusak kalau kita tidak benar-benar merawatnya," ujarnya.

Hal yang tak jauh berbeda juga turut diutarakan Rusmiadi. Pria paruh baya ini mengaku bersyukur dengan hujan yang terus terjadi dalam sepekan terakhir. Pasalnya, dirinya tak perlu bersusah payah lagi untuk menyiram tanaman sayurannya apabila hujan.

"Alhamdulillah, karena tidak perlu bekerja keras lagi untuk menyiram setiap saat. Kalau hujan pagi hari, ya tinggal siang sama sore saja disiram. Begitupun sebaliknya," tuturnya.

Ia menjelaskan, selama musim hujan, para petani sayur seperti dirinya hanya akan lebih fokus memperhatikan rumput atau hama yang berpotensi merusak tanaman sayurnya.

Dengan hasil panen yang akan lebih meningkat, Rusmiadi pun mengungkapkan hal tersebut akan membantu menutupi kekurangan pasokan sayuran yang terjadi di Berau saat ini. Sebab, Sulawesi Tengah yang menjadi salah satu pemasok sayur-mayur ke Berau tengah telah mengalami bencana alam, sehingga jalur distribusi terhenti.

"Secara tidak langsung kondisi saat ini sangat menguntungkan kami. Apalagi harga jualnya juga mengalami kenaikan beberapa persen," tandasnya. (arp/app)


BACA JUGA

Minggu, 21 Juli 2019 14:29

Di Maratua Ia Bisa Menabung

CHEF De Cuisine atau sering disebut Chef, memiliki peran penting…

Sabtu, 20 Juli 2019 15:56

Berharap Hujan Turun

DI pulau yang tanahnya adalah batu karang, mendapatkan air tawar…

Jumat, 19 Juli 2019 14:16

Gaji Pegawai Aman

SEBAGAI pulau terdepan, Pulau Maratua, juga pernah mengalami masa sulit.…

Kamis, 18 Juli 2019 14:11

Teras Nusantara di Maratua

SEBAGAI pulau terdepan yang berbatasan dengan wilayah Malaysia Timur dan Filipina,…

Rabu, 17 Juli 2019 13:52

Diabadikan Jadi Nama Jalan

BULAN Juli, harusnya masuk musim pancaroba. Setidaknya bisa menikmati perjalanan…

Selasa, 16 Juli 2019 12:57

Minyak Kelapa Titipan Pak Ronal

DIKENAL sebagai kampung Nyiur Melambai, harusnya Kecamatan Bidukbiduk punya produk…

Senin, 15 Juli 2019 15:40

Cek Kesehatan di Jakarta

MASIH ingat Rakhmadi (26). Pemuda yang memiliki tinggi badan 2,20…

Minggu, 14 Juli 2019 12:43

Pagi Ini, Sarapan di Mana?

HARI libur Minggu (14/7), banyak warga yang memilih menikmati suasana…

Sabtu, 13 Juli 2019 13:43

Om Bat, Apa Kabar?

SEKECIL apapun bentuk kontribusi dalam proses pembangunan di daerah, akan…

Jumat, 12 Juli 2019 10:48

Sim Salabim, Perilaku Anak Jadi Semakin Manis

* ) Hipnoterapis/Komisaris Berau Post Beberapa waktu lalu, salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*