MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 26 Oktober 2018 13:36
Hujan Jadi Berkah bagi Petani Sayur
HUJAN BERKAH: Musim hujan yang terus mengguyur Berau dalam sepekan terakhir disyukuri petani.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Hujan yang terus mengguyur Tanjung Redeb dan sekitarnya dalam sepekan terakhir membuat beberapa titik tergenang air. Meski hal ini dikeluhkan, tapi tidak bagi para petani sayur di Kampung Bangun.

Guyuran hujan yang terjadi pun menjadi berkah tersendiri, karena para petani sudah melalui musim kemarau yang lumayan panjang.

Menurut Warga Kampung Bangun, Sumiarti, hujan yang terus terjadi membuat kebun sayurnya yang berada di dekat taman bermain BBL, Sambaliung tampak segar. "Senang kalau musim hujan begini, tanaman jadi subur dan masa panen akan lebih cepat," katanya kepada Berau Post, Kamis (25/10).

Dengan luasan lahan yang dimilikinya sekitar 1 hektare, wanita asal Jember ini menerangkan dirinya menanam dua komoditas sayuran yaitu tomat dan cabai. Masa tanam hingga panen pun disebutnya berlangsung paling cepat selama dua bulan.

Sekali memasuki masa panen, tak jarang ia mampu mendapatkan masing-masing empat hingga enam kwintal. "Kalau musim hujan begini pasti lebih banyak yang dipanen. Tidak seperti kalau lagi musim kemarau, karena banyak yang rusak kalau kita tidak benar-benar merawatnya," ujarnya.

Hal yang tak jauh berbeda juga turut diutarakan Rusmiadi. Pria paruh baya ini mengaku bersyukur dengan hujan yang terus terjadi dalam sepekan terakhir. Pasalnya, dirinya tak perlu bersusah payah lagi untuk menyiram tanaman sayurannya apabila hujan.

"Alhamdulillah, karena tidak perlu bekerja keras lagi untuk menyiram setiap saat. Kalau hujan pagi hari, ya tinggal siang sama sore saja disiram. Begitupun sebaliknya," tuturnya.

Ia menjelaskan, selama musim hujan, para petani sayur seperti dirinya hanya akan lebih fokus memperhatikan rumput atau hama yang berpotensi merusak tanaman sayurnya.

Dengan hasil panen yang akan lebih meningkat, Rusmiadi pun mengungkapkan hal tersebut akan membantu menutupi kekurangan pasokan sayuran yang terjadi di Berau saat ini. Sebab, Sulawesi Tengah yang menjadi salah satu pemasok sayur-mayur ke Berau tengah telah mengalami bencana alam, sehingga jalur distribusi terhenti.

"Secara tidak langsung kondisi saat ini sangat menguntungkan kami. Apalagi harga jualnya juga mengalami kenaikan beberapa persen," tandasnya. (arp/app)


BACA JUGA

Rabu, 31 Oktober 2018 00:42

Masyarakat Tanpa Miras

MINUMAN keras atau minuman beralkohol jelas hukumnya haram dalam pandangan…

Minggu, 28 Oktober 2018 11:41

Tolak Bala

BELAKANGAN ramai status media sosial masyarakat Pulau Maratua tengah mengadakan…

Jumat, 26 Oktober 2018 13:36

Hujan Jadi Berkah bagi Petani Sayur

TANJUNG REDEB - Hujan yang terus mengguyur Tanjung Redeb dan…

Jumat, 26 Oktober 2018 13:34

Mengenal Bendera Islam

PERINGATAN Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut, Jawa Barat, Senin…

Selasa, 23 Oktober 2018 12:59

Generasi Siap Tempur dari Labanan Makmur

" MAS Endro, kami ingin mengadakan pelatihan jurnalistik. Bisa kah…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:04

Santari Inni Bayyang (Santri Si Penyembahyang)

KONON asal-usul kata Marancang berasal dari serapan bahasa melayu—sebuah silang…

Minggu, 21 Oktober 2018 13:54

Bayar Renminbi, Kembalian Dolar

INI makan malam pertama saya di Korea Utara: bayar pakai…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:10

Detak Jantung di Multaqa, Pertemuan Ulama Se-Kaltim

RABU dan Kamis (10-11 September 2018) Iring-iringan roda empat dari…

Senin, 08 Oktober 2018 14:37

Tesla Antara Gosip dan Fakta

ITULAH kenyataan di pasar modal. Ketika mendengar rumor orang berbondong…

Minggu, 07 Oktober 2018 13:52

Rendang Unta William Wongso

BARU sekali ini saya makan daging unta. Dimasak rendang. Yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .