MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 28 Oktober 2018 11:38
Dinsos Bakal Bantu Seragam Sekolah

Untuk Anak-Anak Pengungsi dari Sulteng

DIBANTU: Pengungsi dari Sulawesi Tengah yang baru datang pekan lalu, Dinsos akan mengupayakan bantuan bagi anak-anak yang bersekolah.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pengungsi asal Sulawesi Tengah yang menjadi korban bencana alam terus berdatangan ke Kabupaten Berau. Bahkan hingga saat ini jumlahnya telah mencapai di angka ratusan.


Sekretaris Dinas Sosial, Janceeka mengatakan, pihaknya tengah merencanakan memberikan bantuan terhadap para pengungsi dalam waktu dekat ini. Bantuan diberikan terhadap para pengungsi khususnya anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.

"Nanti diusahakan untuk membantu yang masih sekolah, seperti SD, SMP dan SMA. Karena kami anggap itu sangat dibutuhkan," katanya kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Diterangkannya, saat ini pihaknya masih memikirkan bentuk bantuan yang akan diberikan. Namun, ia menyebut kemungkinan yang akan diberikan berupa seragam sekolah. "Nantinya Ibu Kepala Dinas yang akan instruksikan ke bidang yang menangani. Kemungkinan besar kita akan bantu seragam sekolah," ujarnya.

Untuk memberikan bantuan ini, merupakan inisiatif dari Dinsos, terlebih biasanya Dinsos telah menyiapkan bantuan untuk membantu korban bencana alam. "Bantuan itu nantinya merupakan bentuk barang pengadaan yang dananya dari APBN," tuturnya.

Sebelumnya, kunjungan Bupati Berau, Muharram,  beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Berau ke Bidukbiduk guna menyerahkan bantuan ke pengungsi korban gempa dan tsunami Palu, disambut antusias.  Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Muharram kepada salah seorang pengungsi.

Bupati Muharram mengatakan, Pemerintah Kabupaten Berau dengan tangan terbuka mempersilakan kepada warga Palu tersebut untuk menetap di Kabupaten Berau.

"Kalau Bidukbiduk atau Kabupaten Berau ini dianggap layak untuk mencari usaha, kita persilakan. Kami sangat menerima dengan baik," ungkapnya.

Lanjut Muharram, pihaknya akan mengupayakan agar puluhan pengungsi yang di wilayah Bidukbiduk juga tidak ada yang terlantar, atau kesulitan tempat tinggal. Karena menurutnya, tidak selamanya pengungsi tersebut akan terus bergantung kepada keluarga. Meskipun, hampir keseluruhan pengungsi sampai saat ini tinggal dan menumpang hidup dengan keluarga masing-masing.

"Kalau perlu kita bangunkan rumah layak huni, agar tidak terus-terusan bergantung pada keluarga. Dan ini tengah kita rumuskan. Nanti akan kita carikan cara, bagaimana solusi terbaik untuk pengungsi ini," bebernya.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada pihak orangtua yang memiliki anak yang belum bersekolah karena tidak memiliki dokumen kependudukan lengkap, ia mengimbau, agar anak tersebut dapat segera dimasukkan sekolah.  Karena Muharram menilai pendidikan merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar. 

Ia pun ingin, anak-anak pengungsi tersebut dapat melanjutkan sekolahnya kembali di kampung tempat pengungsi menetap.  "Dan orangtua yang masih ragu untuk melanjutkan pendidikannya, jangan berpikir itu dulu, yang penting anak ini sekolah dulu. Administrasi urus belakangan. Asal anak itu jujur, sekolah dimana, dan kelas berapa. Pendidikan tidak boleh berhenti," bebernya.

Dirinya juga menyampaikan, kepada para pengungsi untuk tidak perlu khawatir terkait kepengurusan kependudukan jika ingin menetap di Bumi Batiwakkal.

"Tidak perlu khawatir terkait administrasi kependudukan, nanti akan kita selesain sebaik-baiknya. Kita minta dari kecamatan untuk mendata kembali," terangnya.

Pemerintah Kabupaten Berau, hingga kini belum berhenti dalam memberikan bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi. Bahkan kata dia, pihaknya juga telah menganggarkan dana Rp 1 miliar untuk diberikan ke Sulteng.

"Sudah ada beberapa kapal kita berangkatkan dengan muatan kurang lebih 100 ton. Dengan mengangkut seluruh barang yang terkumpul dari penggalangan bantuan, yang dikelola oleh Kerukunan Warga Sulawesi Tengah.  Dan penggalangan ini juga masih terus berjalan," terangnya.

Bantuan yang dibawa bupati sendiri berupa kurang lebih 1 ton beras dan puluhan dus mie instan untuk meringankan keperluan pengungsi setiap harinya. Bantuan tersebut akan dititipkan di pemerintah kecamatan, dan akan disalurkan oleh tim kecamatan.

"Bantuan itu merupakan patungan dari saya dan seluruh jajaran Pemkab Berau. Semoga sedikit banyaknya dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari," tandasnya. (arp/app)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 13:21

NasDem Belum Tentukan Nama

TANJUNG REDEB – Sesuai hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Umum…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:10

Pelaku Usaha Jangan ‘Aji Mumpung’

TANJUNG REDEB - Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Objek…

Jumat, 24 Mei 2019 14:25

Dirut IPB yang Pertama

TANJUNG REDEB – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Bulan Ramadan…

Jumat, 24 Mei 2019 14:24

Masyarakat Berau Jangan Terprovokasi

BUPATI Berau Muharram mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas Bumi Batiwakkal…

Kamis, 23 Mei 2019 14:52

Libur Panjang Lebaran, Pulau Derawan Siap Sambut Wisatawan

DERAWAN – Sambut momen libur lebaran, Pemerintah Kampung Pulau Derawan…

Rabu, 22 Mei 2019 15:11

Tuntut Bisa Bekerja Kembali

TANJUNG REDEB – Puluhan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)…

Rabu, 22 Mei 2019 15:09

Dinkes Harus Berinovasi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Saga, meminta…

Rabu, 22 Mei 2019 15:08

Tersangka Belum Diberhentikan Sementara

TANJUNG REDEB – Proses hukum yang menjerat oknum Aparatur Sipil…

Selasa, 21 Mei 2019 16:18

Tiket Pesawat Mahal, Jalur Darat Jadi Alternatif

TANJUNG REDEB – Harga tiket pesawat yang dianggap masih cukup…

Selasa, 21 Mei 2019 16:16

Dulu Berfoya-foya, Kini Melayani Jamaah

Bergabung dengan Ikatan Remaja Masjid Lailatul Huda di Jalan Durian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*