MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Minggu, 28 Oktober 2018 11:41
Tolak Bala
Oleh: Meltalia Tumanduk, S.Pi

PROKAL.CO, align="left">BELAKANGAN ramai status media sosial masyarakat Pulau Maratua tengah mengadakan tradisi tahunan tolak bala. Masyarakat setempat menyebutnya "mandi-mandi". Tradisi ini rutin diadakan tiap tahun. Bukan hanya di Pulau Maratua, masyarakat pesisir Kabupaten Berau lainnya juga mengadakan tradisi ini. Seperti Pulau Derawan, Tanjung Batu, Talisayan. Tujuannya adalah agar masyarakat kampung dijauhi dari bala.

Pelaksanaan tradisi ini biasanya masyarakat kampung, baik laki-laki dan perempuan berkumpul di pantai yang telah disepakati. Jika sudah berkumpul, bersama-sama turun ke laut dan membentuk lingkaran. Kemudian tokoh agama atau orang yang biasa membaca doa tolak bala akan di minta membacanya. Selanjutnya masyarakat akan saling siram satu sama lain sampai yang hadir basah semua. Tidak boleh pulang jika tidak basah. Bahkan masyarakat yang tidak ikut akan dibawakan air dari tempat pembacaan doa oleh anggota keluarga atau tetangga. Kemudian dia akan dibasahi walau hanya ujung kaki dan wajah. Juga air tersebut disiram di sekeliling rumah. Tujuannya agar rumah dan penghuninya dijauhkan dari bala. Jika ada masyarakat yang tidak basah dari air tersebut, maka dianggap bala akan datang kepadanya. Penutup acara ini adalah makan bersama.

Pandangan Islam Terhadap Tolak Bala

Tolak bala ini bukan hanya dikenal oleh masyarakat pesisir Kabupaten Berau. Beberapa daerah di Indonesia juga mengenalnya. Seperti Banjarmasin, Sumatera dan Jawa. Dengan cara pelaksanaan yang berbeda pula di masing-masing daerah. Namun tujuannya sama, menolak bala.

Tradisi tolak bala tidak ada dalan Islam. Rasulullah SAW pun tidak pernah mencontohkannya. Namun, oleh sebagian kalangan, menganggap ritual tolak bala sebagai tradisi warisan luhur nenek moyang dengan memasukkan nilai-nilai Islam. Sebagai budaya bangsa yang harus dilestarikan. Padahal, tridisi tersebut bertentangan dengan Islam. Misal yang dipercayai masyarakat Maratua. Bahwa air tempat dibacakannya doa, bisa menolak segala bala bagi yang basah dengan air tersebut. Kampung tersebut juga jauh dari bala. Di sini tanpa masyarakat sadari telah menyekutukan Allah SWT. Menyekutukan Allah SWT merupakan dosa besar. Firman Allah SWT:

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun” (QS. Al Maidah: 72)

Suatu saat Nabi SAW melihat ada seseorang yang mengenakan gelang dari bahan kuningan, maka Nabi pun bertanya kepadanya, “Apa ini?”, orang itu menjawab, “Ini aku pakai karena aku sakit”. Maka Nabi bersabda, “Lepaskan saja itu, karena ia tidak akan menambah kepadamu kecuali kelemahan, sungguh jika engkau mati sementara gelang itu masih kau kenakan niscaya engkau tidak akan selamat selama-lamanya.” (HR. Ahmad)

Dari hadis di atas, percaya kepada selain Allah SWT akan mendatangkan kerugian dengan tidak akan selamat selama-lamanya. Selain menyekutukan Allah, kemaksiatan juga terjadi. Yakni campur baurnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Bahkan tidak sedikit perempuan yang hadir tidak menutup aurat.

Hanya Allah Sumber Keselamatan

Seorang muslim harus yakin bahwasanya hanya Allah lah yang menguasai seluruh kebaikan (maslahat) dan keburukan (mudharat). Baik yang belum menimpa maupun yang sudah menimpa. Allah SWT berfirman :

“ Katakanlah: Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudhratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.” (QS. Az Zumar : 38)

Allah adalah satu-satunya Dzat yang menguasai langit dan bumi. Kehidupan dan kematian. Keselamatan dan kebinasaan. Oleh karena itu, bergantung dan berharaplah kepada Allah SWT. Bukan kepada yang lain. Jika kita tidak menyekutukan Allah, berhukum pada hukum Allah, bukan hanya bala yang Allah jauhkan dari kita. Justru Allah akan menurunkan rahmat-Nya kepada seluruh alam semesta beserta isinya. Sebagaimana Firman Allah SWT :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf : 96).Wallahu a’lam bish showab. (*/app)

*)Anggota Revowriter Berau dan Pemerhati Masalah Sosial

 


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 14:48

Menghayal di Rammang-Rammang

WARGA desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros (Sulsel), tak pernah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:53

Selamat Jalan Pak Janna

KAMIS (14/3) lalu, tiba-tiba ada ucapan duka di semua Grup…

Jumat, 15 Maret 2019 14:58

Piano Usia 107 Tahun

BANYAK koleksi benda bersejarah yang ada di rumah Adji Bahrul…

Kamis, 14 Maret 2019 13:51

Jejak Kapal Taiwan

KEGIATAN penangkapan ikan secara ilegal, sudah berlangsung lama. Buktinya, dua…

Rabu, 13 Maret 2019 12:48

Koi seharga Rp 27 M

INI berlangsung di Jepang. Negara yang dikenal asalnya ikan Koi.…

Selasa, 12 Maret 2019 14:01

Petak 4x6 Meter

MEMANG ada nama jalannya. Yakni Jalan AKB Sanipah I.  Tapi,…

Senin, 11 Maret 2019 13:40

Jadi Koki Dadakan

PERNAHKAH merasakan perjalanan ke pulau wisata dalam kondisi cuaca yang…

Sabtu, 09 Maret 2019 13:41

Fenomena Dunia Pendidikan Zaman Milenial (3-Habis)

MENURUT Kemendikbud (2016 : 61) menyatakan bahwa bimbingan klasikal merupakan…

Sabtu, 09 Maret 2019 13:33

Masih Ingat Lapis Banua?

TIGA atau lima tahun lalu, tiba-tiba seperti ada berkah yang…

Jumat, 08 Maret 2019 14:12

Fenomena Dunia Pendidikan Zaman Milenial (2)

DALAM pemberian layanan bimbingan kelompok ada beberapa cara atau yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*