MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 06 November 2018 14:16
Hindari Penahanan, Tersangka Beralasan Sakit

Perkara Dugaan Korupsi Kapal Pariwisata

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Berau, menunda pemeriksaan tersangka Ar pada perkara dugaan korupsi kapal pariwisata, kemarin (5/11).  

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek kapal pariwisata itu beralasan sakit, agar tidak memenuhi panggilan penyidik.

Dijelaskan Kanit Tipikor Ipda Akbar, selain melakukan pemeriksaan, rencana pemanggilan tersangka Ar kemarin sekaligus untuk melakukan penahanan.

“Ar menolak datang karena katanya sakit,” ujar Akbar kepada Berau Post kemarin (5/11).

Akbar menambahkan, Ar ditingkatkan statusnya sebagai tersangka karena diduga turut berperan dalam timbulnya kerugian negara pada proyek tersebut. “Hal itu berdasarkan alat bukti yang ada,” tegasnya.

Atas perbuatannya tersebut, Ar dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Tipikor, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Selain Ar, sebelumnya pihaknya telah menetapkan pelaksana kegiatan, R sebagai tersangka.

“Kami belum lakukan penahanan terhadap kedua tersangka, nanti dilakukan sekaligus, tentu setelah dilakukan pemeriksaan,” katanya.  

Sesuai hasil penghitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim, kerugian negara pada pelaksanaan proyek senilai Rp 392.735.000 pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2010, mencapai Rp 100 juta.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, berharap berkas perkara bisa segera dilimpahkan.

Untuk diketahui, tersangka R selaku pelaksana kegiatan atau pembuat kapal sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2017 lalu. Status kasus itu pun naik menjadi penyidikan sejak 16 Juni 2015.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Berau Nasrullah Syam berharap, berkas perkara kasus tersebut bisa segera dilengkapi, agar penelitian terhadap berkas perkara dapat segera dirampungkan pihaknya.

Sebenarnya, berkas perkara yang dikirim penyidik Polres Berau sebelumnya, sudah cukup bukti. Namun ada beberapa hal yang diminta dilengkapi untuk lebih meyakinkan, sesuai hasil rekonstruksi perkara yang sempat digelar Kejaksaan Negeri Berau. (mar/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 12:28

Belum Ada yang Kantongi Izin

TANJUNG REDEB – Bukan hanya milik PT Nabucco, tapi seluruh…

Selasa, 20 November 2018 12:27

FMP4 Sebut KPU Tak Profesional

TANJUNG REDEB – Forum Masyarakat Peduli Penegakan Peraturan Perundang-undangan (FMP4)…

Selasa, 20 November 2018 12:24

Berau Coal dan Mitra Kerjanya Dukung Rp 1 Miliar

Pada agenda pelepasan kontingen Berau untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi…

Senin, 19 November 2018 13:53

PPP Berproses, Demokrat Sudah Mengganti

TANJUNG REDEB – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD…

Senin, 19 November 2018 13:43

Direktur PT Nabucco Jadi Pesakitan

TANJUNG REDEB – Direktur PT Nabucco Yusnandi, jadi pesakitan. Yusnandi…

Senin, 19 November 2018 13:37

Golkar Datang untuk Menyelesaikan Permasalahan Masyarakat

Partai Golongan Karya (Golkar) menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun…

Senin, 19 November 2018 13:33

Prihatin dengan Kondisi Jalan HARM Ayoeb

TANJUNG REDEB –Kondisi Jalan HARM Ayoeb, tepatnya di antara simpang…

Minggu, 18 November 2018 13:29

Turut Jadi Caleg, Staf Ahli Fraksi Diminta Mengundurkan Diri

TANJUNG REDEB – Belum selesai persoalan Pegawai Tidak Tetap (PTT)…

Minggu, 18 November 2018 13:26

Proyek ‘Dipaksakan’ Bappeda

TANJUNG REDEB – Penasihat Hukum tersangka Ar, Robert Wilson Berliando,…

Minggu, 18 November 2018 13:22

Peluang BPS Dipastikan Tertutup

TANJUNG REDEB - Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .