MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 06 November 2018 14:22
Belum Bisa Tera Ulang Sendiri
DIATUR ULANG: Untuk melakukan tera ulang terhadap timbangan dan sebagainya, Disperindagkop Berau masih harus bekerja sama dengan UPTD Metrologi di Samarinda. Tampak kegiatan tera ulang yang pernah dilakukan di Pasar Sanggam Adji Dilayas.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, terus berupaya melakukan perlindungan terhadap konsumen, salah satunya dengan pelaksanaan tera ulang timbangan. 

Kepala Disperindagkop Berau Wiyati melalui Kasi Pengawasan dan Metrologi Abdul Kadir mengungkapkan,  jika kegiatan tera timbangan terus berjalan.  Meski demikian, pihaknya tidak bisa melakukannya sendiri, tapi masih bekerja sama dengan petugas UPTD Metrologi di Samarinda. 

"Seharusnya dalam tera timbangan 2019 nanti kita  sudah bisa berjalan sendiri, mengingat untuk tenaga teknisnya kami sudah ada dua orang dan pengawas satu orang. Jadi secara keseluruhan berjumlah tiga orang," ujarnya kepada Berau Post, Senin (5/11) kemarin.

Lanjut Abdul Kadir, dalam prosesnya,  Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Berau sudah melakukan penunjukan lokasi untuk  gedung tera timbangan berada di Sambaliung.

Kebedaraan tera timbangan di Berau nantinya, biasanya fokus menyasar ke perusahaan seperti sawit, batu bara dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

"Biasanya yang sering main-main timbangan ini di pasar. Kalau di perusahaan ada kerja sama dengan kontraktor sehingga sangat minim untuk melalukan permainan timbangan," jelasnya.

Meski demikian, khususnya di pasar ia akui, memang ada sebagian yang melakukan permainan timbangan dan ada juga memang karena timbanganya sudah lama dan rusak.

"Juni lalu kita melakukan kir timbangan di pasar. Sebenarnya pasar kita ini memang sudah seharusnya tertib ukur. Dimana timbanganya ini harus betul-betul benar baik di Pasar Sanggam Adji Dilayas maupun Teluk Bayur,” ujarnya. 

“Untuk sanksi yang diberikan memang ada, hanya saja pengawasannya  sudah ada, sementara PPNS-nya saja yang tidak ada," pungkasnya. (*/oke/app)

 


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 12:44

Jangan Terprovokasi, NKRI Harga Mati

TANJUNG REDEB - Jelang Pemilu 2019 mendatang, Kodim 0902/TRD imbau masyarakat…

Selasa, 20 November 2018 12:42

Dorong Pengusaha Walet Urus Perizinan

BIDUKBIDUK- Pemerintah Kecamatan Bidukbiduk, terus mengimbau kepada para pengusaha sarang…

Selasa, 20 November 2018 12:40

Sampah di Pulau Wisata Jadi Perhatian Serius

TANJUNG REDEB – Persoalan sampah di Kepulauan Derawan terus menjadi…

Selasa, 20 November 2018 12:39

Terdapat Gorong-Gorong, Permukaan Jalan Ambles

TALISAYAN – Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Talisayan mengalami kerusakan. Terlihat…

Senin, 19 November 2018 14:08

Lima Peserta JPTP Diterbangkan ke DIY

TANJUNG REDEB – Lima peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama…

Senin, 19 November 2018 14:07

Abrasi Ancam Kampung Giring-Giring

BIDUKBIDUK - Sejumlah titik tepi pantai di Kampung Giring-giring Kecamatan…

Senin, 19 November 2018 14:02

Bensin Botolan Jadi Andalan

TALISAYAN – Setelah sempat sulit ditemukan, pedagang bensin botolan atau…

Senin, 19 November 2018 14:00

Soal Kelalaian terhadap Anak, Perlu Dilihat Unsur Pidana

TANJUNG REDEB - Menyikapi maraknya kasus kehilangan anak belakangan ini,…

Senin, 19 November 2018 13:55

Tak Memiliki Terminal, Dishub Bingung

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Abdurrahman mengaku…

Minggu, 18 November 2018 13:32

Dukungan Datang dari Legislatif

TANJUNG REDEB – Usulan pembentukan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .