MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 07 November 2018 12:47
Bekas Bencana Menjadi Berkah Tak Terhingga

Melihat Upaya Sleman Menjual Potensi Wisata (2)

JASMINE: Bule asal Inggris ini menetap di lereng Merapi dan mengamen menggunakan biola di kawasan Bunker Kaliadem.

PROKAL.CO, class="p1">Mendengar nama Gunung Merapi, apa yang terlintas di benak pembaca? Apa pun yang terlintas, nyatanya Merapi ternyata memberikan berkah tersendiri bagi Kabupaten Sleman. Setiap hari, dari matahari terbit sampai terbenam dan terbit lagi, wisatawan selalu datang silih berganti ke tempat ini. 

 

ENDRO S EFENDI, Sleman 

 

Posisi Sleman kebetulan di kaki Gunung Merapi, hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Posisi ini menjadi berkah sekaligus musibah. Ketika Gunung Merapi ‘muntah’, jelas wilayah ini akan terkena dampaknya. Namun, saat Merapi sedang baik hati, maka Sleman pula yang bisa meraup berkah tak terhingga. Tak lengkap rasanya ke Yogyakarta sebelum menjajal wisata ke kaki Gunung Merapi yang masuk wilayah Sleman. 

Hampir setiap hari, ratusan mobil jeep menawarkan paket wisata ke Merapi dengan ongkos Rp 300 ribu per mobil, berkapasitas 4 orang. Tentu, pihak pengelola wisata yang jumlahnya puluhan di kawasan ini tetap harus selalu waspada dengan status gunung satu ini. Ketika dinyatakan bahaya, maka aktivitas wisata pun harus terhenti. Begitu pula para penambang batu, harus istirahat dulu. 

Dipandu Binarto yang akrab disapa Bin, dari himpunan pemandu wisata, Berau Post berkesempatan menuju wisata Gunung Merapi menggunakan sebuah jeep. Tak lupa, harus mengenakan helm serta masker untuk menghindari debu vulkanik. 

Menyusuri kaki gunung dengan jeep terbuka menjadi keseruan tersendiri. Berau Post pun lantas teringat dengan banyaknya bekas tambang di Kaltim yang bisa saja dijadikan lokasi wisata serupa. Tinggal dikemas dengan baik, pasti akan menjadikan lokasi wisata tersendiri.

Lokasi yang dikunjungi di antaranya Bunker Kaliadem yang pada 2010 lalu sempat hangus akibat awan panas. Momen itu juga telah membuat juru kunci Mbah Maridjan yang begitu fenomenal, tutup usia. 

“Sekarang yang mengganti Mbah Maridjan anaknya, Kliwon. Sejak dulu beliau memang selalu bersama Mba Maridjan,” kata Bin.

Bunker Kaliadem awalnya dibuat untuk menghindari awan panas. Di dalamnya tersedia kamar mandi serta disiapkan lubang khusus untuk udara. Lokasi bawah tanah ini setidaknya bisa menampung 50 orang. Namun, saat erupsi merapi terakhir, bunker ini menghanguskan beberapa warga termasuk wartawan, karena lava panas masuk hingga pintu bunker yang terbuat dari besi. Akibatnya penghuni di dalamnya terpanggang. Sejak kejadian itu, bunker ini tak lagi digunakan. Tak kurang 200 warga menjadi korban erupsi Merapi karena enggan meninggalkan hunian mereka. 

Di bunker ini pula, pengunjung dibuat terpesona dengan kehadiran wanita bule yang bermain biola. Ternyata dia adalah Jasmine, wanita asal Inggris yang sudah lama menetap di lereng Merapi bahkan menikah dengan penduduk setempat. Dia pun mengamen dengan biolanya, sehingga menjadikan nuansa kawasan itu menjadi semakin epik. 

Titik wisata lain yang sempat dikunjungi lainnya adalah Batu Alien. Lokasi ini adalah daerah aliran lava Merapi. Di tempat tersebut terdapat sebuah batu besar yang muncul saat erupsi terjadi. Batu setinggi lebih 2 meter itu bentuknya pun menyerupai wajah manusia. Tak heran jika di tempat ini menjadi lokasi wajib foto bagi para pengunjung. Selain Batu Alien, rumah mantan kepala desa yang hangus disapu awan panas juga jadi titip kunjungan. Lokasi tersebut kini dijadikan museum. Hampir semua benda milik warga kampung yang gosong disapu awan panas, diabadikan di sini. Di antaranya beberapa motor yang tinggal kerangkanya saja, termasuk alat dapur dan benda lainnya. Termasuk kerangka hewan ternak sapi dan kambing yang juga dijadikan bukti sejarah keganasan Merapi. 

Untuk urusan menginap di Sleman, tergantung saldo yang dikantongi wisatawan. Mau rumah biasa hingga hotel berbintang semua tersedia. 

Di Joglo Plawang misalnya, resor milik Inung Marwoso ini menawarkan konsep hunian kuno berbentuk joglo, rumah tradisional Jawa penuh ukiran khas. Hunian yang dibangun sejak 2005 dan awalnya digunakan sendiri itu, akhirnya pada 2009 disewakan untuk umum. Hasilnya ternyata tidak mengecewakan. Kini resor tersebut menjadi salah satu favorit wisatawan asing. Bahkan tamu super VIP dari negara lain pun pernah menginap di tempat ini. Tak heran jika 23 joglo yang ada di tempat ini selalu penuh. 

“Alhamdulillah, setiap hari sudah ada yang pesan kamarnya,” sebut istri dari seorang pekerja tambang batu bara di Kutai Kartanegara ini kepada Berau Post. 

Terkait home stay, ada hal menarik yang bisa dijadikan contoh. Setiap hotel di Sleman, wajib membina home stay yang ada di daerah tersebut. “Semua hotel kebagian, tidak ada yang tidak kebagian,” sebut Sudarningsih, kepala Dinas Pariwisata Sleman. Dengan begitu, setiap pemilik home stay diharapkan mampu memberikan layanan setara dengan hotel. Hal tersebut menjadi salah satu tanggung jawab sosial dari setiap hotel dalam memberikan pembinaan, sehingga bisa memberikan efek domino bagi sektor wisata di daerah ini. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 13:50

Kehutanan Akui Maraknya Illegal Logging

 TANJUNG REDEB – Terjeratnya Kepala Kampung Sido Bangen karena memberikan…

Rabu, 16 Januari 2019 13:49

Gaji Aparat Kampung Sudah Tinggi

BUPATI Berau Muharram tak permasalahkan rencana Presiden Joko Widodo, menetapkan…

Rabu, 16 Januari 2019 13:46

Langsung Canangkan Evaluasi

KEPALA Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau Sujadi, tak…

Rabu, 16 Januari 2019 13:38

Adipura Disambut Suka Cita

TANJUNG REDEB –Trofi Adipura akhirnya tiba di Bumi Batiwakkal, Selasa…

Selasa, 15 Januari 2019 12:57

Kepala Kampung Sido Bangen Tersangka, KASUS APA?

TANJUNG REDEB – Satu lagi oknum kepala kampung harus berurusan…

Selasa, 15 Januari 2019 12:53

Kritikan Jadi Motivasi Meraih Prestasi

Tepat akhir 2018 lalu, Pemkab Berau telah menetapkan Saipul Rahman…

Selasa, 15 Januari 2019 12:45

Bersih Bersejarah

JAKARTA – Setelah sekian lama berada dalam zona abu-abu, akhirnya…

Senin, 14 Januari 2019 14:00

Waspadai Penggunaan Berkas Bodong

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar menggelar pesta demokrasi untuk memilih…

Senin, 14 Januari 2019 13:59

Kenaikan Harga Tiket Rusak Iklim Pariwisata

TANJUNG REDEB – Isu kenaikan harga tiket pesawat, tidak lepas…

Senin, 14 Januari 2019 13:58

Masalah Lama, Manajemen Tak Pernah Menginginkannya

Minimnya ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*