MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 08 November 2018 09:28
KPU Disebut Kecolongan, BKPP 'Semprot' Dua PTT Caleg
Abdul Rifai

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG REDEB – Tahapan verifikasi bakal calon anggota legislatif (caleg) memang sudah tuntas. Bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau telah menuntaskan Daftar Calon Tetap (DCT) dari seluruh partai politik peserta pemilu di Berau.

Namun dari DCT yang ditetapkan, terdapat dua caleg yang hingga kini masih tercatat sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau. Bahkan keduanya telah mendapat teguran dari Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau Abdul Rifai.

Rifai yang ditemui di ruang kerjanya kemarin (7/11) menyebut, pihaknya sebenarnya mengetahui permasalahan tersebut sudah cukup lama. Namun tidak langsung mengambil sikap karena melakukan penelusuran lebih dulu atas laporan tersebut.

Dikatakannya, teguran yang diberikan juga berdasar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 50/2009 tentang ketentuan PTT di lingkungan Pemkab Berau, sesuai pasal 5 huruf (n) menyatakan bahwa seluruh PTT dilarang menjadi pengurus atau anggota partai politik.

"Itu ada perbupnya untuk PTT. Untuk sementara ini, kami temukan dua orang PTT terlibat dalam partai politik yang bertugas di DPUPR. Sebagai salah satu petugas negara, harusnya PTT bersikap netral," ujarnya.

Pemanggilan terhadap dua PTT itu dikatakannya telah dilakukan kemarin (7/11). Keduanya pun diharapkan bisa segera menentukan sikap apakah ingin terus menjadi PTT atau beralih ke dunia politik.

"Kami minta mereka segera menentukan sikap, kalau memilih lanjut di partai politik berarti yang bersangkutan harus menyatakan mengundurkan diri, jika tidak ya sebaliknya. Kita lihat beberapa hari ke depan," lanjut Rifai.

Dirinya pun mengaku heran mengapa keduanya melakukan hal yang sebenarnya jelas-jelas melanggar ketentuan, apalagi sebagai seorang PTT keduanya juga tidak pernah mengoordinasikan hal itu kepada pihaknya.

"Setidaknya konsultasi dulu sebelum berbuat untuk memastikan apa yang mereka lakukan melanggar ketentuan atau tidak," pungkasnya. 

Dimintai pendapatnya soal lolosnya dua PTT di DPUPR menjadi caleg di Pemilu 2019, Hendri, warga Karang Mulyo menyebut KPU Berau kecolongan. Pasalnya sebelum menjadi caleg dan dinyatakan memenuhi syarat masuk DCT, seluruh calon telah melalui tahap verifikasi ketat. “Tapi kok bisa lolos?” tanyanya.

Sementara itu, Ketua KPU Berau Roby Maula, yang dimintai tanggapannya, justru memberikan jawaban mengambang. 

Padahal sesuai Undang-Undang 7/2017 Tentang Pemilu, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Pasal 240 ayat (1) huruf k, dengan tegas menyebut calon harus mengundurkan diri sebagai kepala daerah, wakil kepala daerah, aparatur sipil negara, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada badan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah, atau badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara, yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali. Sementara gaji kedua PTT tersebut bersumber dari uang negara yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau.

"Subuh besok (hari ini) saya tunggu di masjid ya. Saya sudah di ujung masa jabatan. Insya Allah istiqomah," katanya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Berau Rahmad, juga enggan berkomentar banyak terkait hal itu. Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada BKPP Berau yang disebutnya memiliki kewenangan masalah kepegawaian.

"Yang seperti ini merupakan urusan kepegawaian, jadi kami serahkan ke BKPP," singkatnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 14:51

Proyek MYC Mantaritip Terancam Molor

TANJUNG REDEB -Tahun ini merupakan tahun penyelesaian bagi 10 proyek…

Senin, 18 Maret 2019 14:50

Bupati Tunggu Hasil Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Aksi semena-mena yang dilakukan Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 17 Maret 2019 01:47

Kawasan Budidaya Kehutanan Terlanjur ‘Dikuasai’ Masyarakat

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram meminta pihak kecamatan melakukan…

Minggu, 17 Maret 2019 01:45

Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:56

Pertamina Ultimatum Pengetap BBM

TANJUNG REDEB - Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bakal…

Jumat, 15 Maret 2019 15:02

Polisi Masih Kejar Perampok Walet

TANJUNG REDEB – Dua dari 4 pelaku perampokan sarang burung…

Jumat, 15 Maret 2019 15:01

Kasus Chairuddin Segera Dilimpahkan

TANJUNG REDEB – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres…

Jumat, 15 Maret 2019 14:59

Gara-Gara Ini, Komisioner KPU Ancam Lapor Polda

TANJUNG REDEB – Komisioner KPU Berau, Nana Mailina mempertanyakan tindak…

Jumat, 15 Maret 2019 14:58

Tersangka Berkilah Demam

TANJUNG REDEB – Pelimpahan berkas perkara dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana…

Kamis, 14 Maret 2019 13:48

Lima Tersangka Segera Diadili

TANJUNG REDEB - Setelah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) berkas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*