MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 10 November 2018 13:41
Kini Berwenang Menyelesaikan Sengketa Pemilu

Perubahan Status Panwaslu Menjadi Bawaslu

JADI BADAN: Nadirah bersama dua komisioner Bawaslu Berau usai dilantik di Jakarta, Agustus lalu.

PROKAL.CO, class="p1">Sekitar lima bulan lagi, masyarakat akan memilih wakil mereka di parlemen hingga memilih Presiden. Di momen politik yang sangat rawan konflik itu, dibutuhkan peran penting penyelenggara pemilu yang berintegritas untuk mengawal suksesnya pesta demokrasi.

 

ARI PUTRA, Tanjung Redeb

 

15 Agustus lalu, jadi momen bersejarah karena menjadi ‘akhir’ perjalanan panitia pengawas pemilu (Panwaslu) di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Namun bukan berakhir dalam arti dibubarkan, melainkan status dan kewenangannya yang justru ditingkatkan menjadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bahkan sebanyak 1.914 komisioner Bawaslu dari seluruh Indonesia, telah dilantik Ketua Bawaslu RI di Hotel Bidakara Jakarta, 15 Agustus lalu.

Diketahui, selama ini Panwaslu kabupaten/kota merupakan lembaga Ad hoc yang dibentuk sebelum tahapan pertama Pemilu dimulai, dan dibubarkan setelah pemilu selesai dan calon terpilih telah dilantik.

Namun sesuai Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang pemilihan umum (Pemilu), panitia pengawas pemilu (Panwaslu) tak lagi menjadi lembaga Ad hoc seperti sebelumnya, tapi telah berubah menjadi badan.

Dengan perubahan menjadi badan, Ketua Bawaslu Berau, Nadirah menyebut hal tersebut juga berdampak dengan bertambahnya tugas dan wewenang pihaknya. "Sekarang kami memiliki wewenang menyelesaikan sengketa, yang sebelumnya kami tidak memiliki hal itu," katanya saat diwawancara Berau Post, Kamis (8/11).

Ya, penambahan tugas dan wewenang dalam penyelesaian sengketa itu, membuat Bawaslu Berau saat ini bisa menindak dan menyidangkan sengketa administrasi pemilu. Meskipun begitu, keberadaan sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) masih tetap menjadi bagian Bawaslu untuk menangani tindak pidana pada penyelenggaraan pemilu. 

Penambahan fungsi itu ikut menambah besarnya tanggung jawab yang dipikul tiga orang komisioner Bawaslu Berau. Terlebih, pelaksanaan pemilu tinggal menyisakan lima bulan lagi hingga waktu pencoblosan. Meski begitu, tugasnya sebagai "wasit" pun telah dimulai sejak dua bulan terakhir, atau ketika masa kampanye dimulai.

"Dengan berubahnya menjadi badan secara tidak langsung semakin menambah semangat kami dalam bertugas. Karena tantangannya semakin bertambah," ucapnya.

Tak hanya bertambahnya tanggung jawab, pihaknya juga memiliki wewenang menyusun anggaran atau membuat program-program, yang dulu hanya dilakukan Bawaslu RI maupun provinsi.

Tapi saat ini untuk penyusunan program belum bisa dilakukan karena masih mengikut program Bawaslu Kaltim.

Dengan tiga orang komisioner, beban tanggung jawab dibagi bersama. Seperti dirinya yang mengurusi divisi hukum dan penindakan pelanggaran, Tamjidillah Noor pada divisi pencegahan dan hubungan antarlembaga (PHL), serta Ira Kencana pada divisi SDM dan organisasi.

Jumlah komisioner ini dijelaskannya sudah sesuai dengan aturan dalam UU Nomor 7/2017 tentang pemilu. Karena jumlah komisioner disesuaikan dengan jumlah penduduk di daerahnya masing-masing. "Jadi ada juga daerah yang memiliki 5 komisioner, dan ada juga yang 3 seperti kami," jelasnya.

Nadirah yang sudah berpengalaman dalam pelaksanaan pengawasan pemilu, juga punya pengalaman suka dan duga selama menjalankan tugasnya. 

Namun, di balik itu semua dirinya bersama dua komisioner lainnya, selalu berusaha profesional dalam menjalankan tugas dan wewenang yang ada diberikan. "Karena itu kami berharap semua pihak bisa mematuhi aturan kepemiluan yang ada. Meskipun sejak awal kami juga sudah berusaha melakukan pencegahan supaya meminimalisasi tindakan pelanggaran," tandasnya. (*/udi)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 14:50

Diseruduk Truk, Tiang Telkom Nyaris Ambruk

TANJUNG REDEB – Sebuah tiang jaringan milik PT Telkom yang…

Minggu, 17 Februari 2019 14:49

Disanksi atau Habis Kontrak?

SAMBALIUNG - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sambaliung tak…

Minggu, 17 Februari 2019 14:48

KPU Optimistis Menang

TANJUNG REDEB – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menetapkan…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:59

Nasib DOB Berau Pesisir Selatan, Lima Tahun Nganggur di DPR

TANJUNG REDEB – Hingga saat ini, Presiden RI Joko Widodo…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:56

Nelayan Filipina Ditemukan Terdampar di Perairan Indonesia, 19 Hari Minum Air Laut

TANJUNG REDEB – Bukan kali pertama, nelayan asal Filipina ditemukan…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:53

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran di Setwan, Bupati Perintahkan Inspektorat Audit

TANJUNG REDEB – Persoalan dugaan penyalahgunaan anggaran untuk belanja media…

Jumat, 15 Februari 2019 14:22

Belanja Media Kembali Dikorup?

TANJUNG REDEB – Setelah terjadi persoalan terkait dugaan penyalahgunaan uang…

Jumat, 15 Februari 2019 14:20

Api Kembali Mengamuk di Sambaliung

SAMBALIUNG - Musibah kebakaran kembali terjadi di Jalan Berbunga, RT…

Kamis, 14 Februari 2019 13:12

Bupati Geram, Langsung Diperbaiki

TANJUNG REDEB – Rusaknya plafon ruang belajar dan hancurnya konstruksi…

Kamis, 14 Februari 2019 13:10

Perantara Sabu Dituntut 19 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB – Terdakwa kasus perantara (kurir) narkoba 1 kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*