MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 12 November 2018 19:52
Pupuk Kepedulian Menjaga Urat Nadi Perekonomian

Kampanyekan Gerakan Stop Nyampah di Sungai

KEBERSIHAN : Kegiatan bersih-bersih yang dilakukan Pemkab Berau bersama mahasiswa di Sungai Segah, Minggu (11/11).

PROKAL.CO, class="p1">Persoalan sampah merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan sejak dulu. Terutama sampah yang mengotori sungai. Peran masyarakat memang sangat penting untuk mengatasinya, makanya Pemkab Berau yang menggandeng beberapa organisasi kini menggaungkan gerakan stop nyampah di sungai.

 

ARI PUTRA, Tanjung Redeb

 

Sungai Segah merupakan salah satu sungai terbesar di Kabupaten Berau. Keberadaan sungai ini juga sudah menjadi “nadi” perekonomian masyarakat Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau, karena menjadi jalur perlintasan kapal-kapal pengangkut batu bara dan kapal pembawa bahan pangan dari luar daerah. 

Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir kondisi sungai ini cenderung kotor. Sampah plastik hingga batang pohon tak jarang ditemui di pinggiran sungai. Akibatnya, sungai menjadi kotor karena sampah yang mengapung.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan melakukan kegiatan bersih-bersih sungai yang juga melibatkan organisasi mahasiswa. Seperti Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Tanjung Redeb.

Seperti yang digelar kemarin (11/11) pagi. Saat ketinggian matahari masih berada sekitar 45 derajat, beberapa mahasiswa dan relawan turun ke sungai untuk mengangkut sampah yang mengapung.

Arie Pramana Putra yang menjadi koordinator dalam gerakan ini menyampaikan, kegiatan bersih-bersih sungai kemarin merupakan lanjutan dari kegiatan yang sebelumnya digelar pada September lalu, yang kala itu dipimpin langsung Wakil Bupati Berau Agus Tantomo. 

“Tujuannya tak lain supaya sungai kita ini terlihat lebih bersih. Apalagi sekarang masyarakat banyak yang nongkrong di pinggir sungai saat sore hari,” katanya kepada Berau Post, Minggu (11/11).

Menggunakan peralatan yang telah disiapkan, Ari bersama para mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut langsung menyusuri pinggiran Sungai Segah, tepatnya yang berada di tepi Jalan Pulau Derawan. Sampah plastik hingga kayu yang menyangkut di dermaga pun langsung diangkat dan dikumpulkan.

Sampah yang dikumpulkan lantas ditampung di bak mobil pikap yang telah disiapkan. Hasilnya, bak pikap benar-benar dipenuhi sampah yang selanjutnya akan dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga. 

“Sampah ini kalau tidak segera kita ambil akan berpengaruh ke depannya. Kenapa demikian? Karena contohnya sampah plastik, apabila dibiarkan maka baru akan terurai ratusan hingga ribuan tahun nanti,” ucapnya.

Karena itu, ayah satu anak ini mengajak masyarakat Berau dan komunitas lainnya untuk peka terhadap lingkungan sekitar, khususnya terhadap kebersihan sungai. Apalagi Sungai Segah juga menjadi sumber air baku yang diolah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah.

“Semuanya harus ikut serta dalam menjaga kebersihan. Karena apabila hanya satu atau dua orang saja yang peka, maka hal yang kita inginkan yaitu Berau bersih tak akan terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Mapala STIE Muhammadiyah Tanjung Redeb, Abdul Asis Mustafa menuturkan, gerakan ini merupakan hal positif yang akan berdampak baik terhadap generasi masa depan. Ia menerangkan, sebagai generasi muda, sudah seharusnya semua pihak ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sungai yang disebutnya sebagai sumber kehidupan, memang sudah seharusnya dijaga dan dilestarikan sebagaimana mestinya. “Kegiatan ini adalah salah satu hal yang baik, karena selama ini kita lebih fokus menjaga kebersihan di daratan. Padahal sungai juga penting kita jaga kebersihannya,” tuturnya.

“Apalagi kebetulan kami dari Mapala yang notabene berjalan di bidang alam. Sehingga untuk hal seperti ini, kami siap maju dalam menjaga lingkungan supaya tetap lestari,” tambahnya.

Asis pun berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang ikut dalam menjaga kebersihan sungai. “Semoga saja gerakan stop nyampah di sungai ini bisa terus berlanjut, karena setidaknya melalui gerakan ini bisa membuat sampah di sungai berkurang,” harapnya. (*/udi)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 14:50

Diseruduk Truk, Tiang Telkom Nyaris Ambruk

TANJUNG REDEB – Sebuah tiang jaringan milik PT Telkom yang…

Minggu, 17 Februari 2019 14:49

Disanksi atau Habis Kontrak?

SAMBALIUNG - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sambaliung tak…

Minggu, 17 Februari 2019 14:48

KPU Optimistis Menang

TANJUNG REDEB – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menetapkan…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:59

Nasib DOB Berau Pesisir Selatan, Lima Tahun Nganggur di DPR

TANJUNG REDEB – Hingga saat ini, Presiden RI Joko Widodo…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:56

Nelayan Filipina Ditemukan Terdampar di Perairan Indonesia, 19 Hari Minum Air Laut

TANJUNG REDEB – Bukan kali pertama, nelayan asal Filipina ditemukan…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:53

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran di Setwan, Bupati Perintahkan Inspektorat Audit

TANJUNG REDEB – Persoalan dugaan penyalahgunaan anggaran untuk belanja media…

Jumat, 15 Februari 2019 14:22

Belanja Media Kembali Dikorup?

TANJUNG REDEB – Setelah terjadi persoalan terkait dugaan penyalahgunaan uang…

Jumat, 15 Februari 2019 14:20

Api Kembali Mengamuk di Sambaliung

SAMBALIUNG - Musibah kebakaran kembali terjadi di Jalan Berbunga, RT…

Kamis, 14 Februari 2019 13:12

Bupati Geram, Langsung Diperbaiki

TANJUNG REDEB – Rusaknya plafon ruang belajar dan hancurnya konstruksi…

Kamis, 14 Februari 2019 13:10

Perantara Sabu Dituntut 19 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB – Terdakwa kasus perantara (kurir) narkoba 1 kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*