MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 15 November 2018 12:17
Cegah Kekerasan terhadap Anak, Orangtua Berperan Penting
Noor Indah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Berau, kasus kekerasan terhadap anak mengalami penurunan. Pada tahun 2017 ditangani 57  kasus, sementara 2018 hanya 53 kasus. Perang orangtua sangat penting mencegah kasus kekerasan terhadap anak.

Menurut Sekretaris P2TP2A Berau Noor Indah, penyebab kekerasan terhadap anak terjadi ada beberapa faktor. Di antaranya pengawasan orangtua terhadap anaknya, yakni kebanyakan orangtua menganggap bahwa dalam sebagian besar pengawasan sebatas di rumah, dan sisanya diserahkan pada lingkungan dan maupun sekolah.

"Padahal itu tidak benar, harus ada peran aktif yang dominan khususnya dalam pengawasan anak dari orangtua," ujarnya kepada Berau Post, Rabu (14/11) kemarin. 

Meski demikian tak jarang, dalam beberapa kasus yang pihaknya tangani P2TP2A, pengawasan di rumah pun terkadang lolos, seperti halnya kasus pencabulan yang pelakunya ayah kandung sendiri, dan terungkap lantaran informasi tersebut diceritakan korban kepada tentangga atau orang lain.

Lanjut Indah, korban kebanyakan lebih memilih bercerita kepada tetangga maupun orang lain, tidak bercerita kepada ibunya, karena korban sudah lebih dulu didoktrin oleh ibunya untuk takut kepada ayahnya. Dan ketika ada permasalahan orang dewasa di dalam rumah tangga anak ini sendiri selalu dilibatkan, yang seharusnya mereka tidak terlibat.

Sehingga, ketika ada kasus yang menimpa anak tersebut, ia lebih memilih bercerita kepada tetangga dan orang lain, karena dia menganggap ibunya sudah tidak bisa melindunginya lagi, sehingga penanaman kepercayaan anak pada orangtua sangat penting. 

Oleh karena itu, dalam upaya menekan angka kekerasan kepada anak, DP2KBP3A saat ini tengah menjalankan program Sekolah Ramah Anak (SRA) yang diketahui saat ini sudah diterapkan di setiap sekolah, ditambah sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak dengan sasaran siswa sekolah dan orangtua.

"Jadi kami memulainya dari memberikan pemahaman kepada orangtua murid,  karena buntut kekerasan kepada anak permasalahan ini juga tidak terlepas dari lingkungan keluarga," tambanya. 

Mengenai pembekalan atau sosialisasi yang biasanya pihaknya lakukan di antaranya dengan memberikan pemahaman kepada orangtua bagaimana cara berkomunikasi sesuai dengan umur si anak tersebut.

 "Karena dalam berkomunkasi kepada anak ini juga tidak bisa disama ratakan, jadi ada cara khusus yang perlu dilakukan orang tua sesuai dengan umur si anak ini,” terangnya.

Tujuanya, selain menumbuhkan kepercayaan anak kepada orangtua, mereka juga nantinya akan membuka diri. “Alhamdulillah upaya yang kami lakukan ini efektif, hal itu melihat banyaknya orangtua yang antusias dan berpartisiapsi mengikuti sosialisasi yang kami berikan, " tandasnya.  (*/oke/app) 

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .