MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 16 November 2018 11:59
Seperti Jimat yang Buat Dokter Kebingungan

Ahirul Rusdi, 15 Tahun ‘Simpan’ Potongan Kayu di Tangannya

DIKETAHUI SETELAH OPERASI: Ahirul Rusdi terbaring lemah di ruang perawatan RSUD dr Abdul Rivai, usai menjalani operasi untuk mengeluarkan potongan kayu yang sudah 15 tahun bersarang di telapak tangannya,

PROKAL.CO, “Saya pikir, kayu itu tidak sekalipun menyakiti saya meski sudah 15 tahun di telapak tangan saya. Makanya sampai sekarang masih saya simpan. Meskipun ada yang beranggapan kayu yang kini terus saya simpan, adalah jimat bagi saya,” ujar Ahriul Rusdi saat berbincang dengan Berau Post kemarin (15/11).

ARI PUTRA, Tanjung Redeb

SETELAH terlelap semalaman akibat obat bius yang diberikan dokter sebelum menjalani operasi, Rusdi mulai tersadar. Ia dihampiri salah satu dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai yang sebelumnya “mengutak-atik” isi telapak tangan kanannya.

Kejadian itu sudah cukup lama. Saat naik ke meja operasi Februari lalu. Namun kenangan itu tak bisa dilupakannya, terus terniang, karena tak pernah menyangka potongan batang kayu yang bersarang di telapak tangannya selama 15 tahun, akhirnya dikeluarkan.

Dia bercerita, sebelum naik ke meja operasi, dokter dengan raut wajah keheranan hanya bertanya mengapa bisa? Ya, potongan batang sepanjang 4,5 Cm dengan lebar 0,4 Cm, bisa masuk ke dalam telapak tangan kanannya? Padahal, hasil rontgen sama sekali tak menunjukkan keberadaan kayu tersebut.

Rusdi pun menceritakan, bahwa kayu tersebut merupakan “peninggalan” kecelakaan kerja yang menimpanya pada 2003 silam. Saat itu dirinya masih bekerja di perusahaan percetakan kayu di Loa Janan Ilir, Samarinda.

“Kejadian itu saat saya masih bekerja di bagian mesin molding kayu, terjadi kecelakaan kerja yang membuat kayu menembus telapak tangan kanan saya ini,” katanya kepada Berau Post.

Insiden itupun membuat suami dari Hatija ini langsung tak sadarkan diri. Bersama rekan-rekannya yang lain, ia dilarikan ke salah satu rumah sakit di Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah sadar pada keesokan harinya, Rusdi pun baru tahu telapak tangan kanannya telah dioperasi dokter guna mengangkat semua kayu yang menancap di telapak tangannya.

Saat itu, dokter yang melakukan operasi menyebut tak ada lagi sisa kayu di telapak tangannya. “Setelah operasi itu sampai tahun 2017 kemarin, saya merasa sama sekali tidak ada rasa sakit atau yang mengganjal di telapak tangan saya ini,” ucapnya.

Baru pada Mei 2017, ketika dirinya menjadi operator di salah satu perusahaan tambang batu bara di Berau. Telapak tangan kanannya tak sengaja terkena pecahan besi las yang berada di tangga unit alat berat miliknya. Tangannya pun terluka hingga mengalami infeksi.

Setelah kejadian itu, ia kerap bolak-balik ke salah satu klinik yang berada di Jalan Durian III, untuk memeriksakan kondisi telapak tangannya. Sampai pada Januari 2018, dokter yang menanganinya memutuskan untuk melakukan bedah ringan pada telapak tangan Rusdi.

Bukannya merasa lebih baik, Rusdi merasa telapak tangannya malah semakin membengkak setelah operasi. Dan kembali memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai hal tersebut. “Kemudian dokter kembali memutuskan melakukan bedah ringan lagi di bulan Februari, dan memastikan besi-besi hasil percikan dari las itu sudah tidak ada lagi di telapak tangan saya,” tuturnya.

Namun sama seperti sebelumnya, pria kelahiran Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan itu merasa telapak tangannya belum benar-benar pulih. Sampai akhirnya pihak dokter memutuskan melakukan operasi besar pada telapak tangannya, berselang dua pekan setelah bedah ringan.

“Saat itulah dokter menemukan kayu itu di dalam telapak tangan saya. Ternyata sudah 15 tahun berada di telapak tangan tanpa saya sadari selama ini,” ujar pria berusia 38 tahun ini.

Kini, setelah sembilan bulan pasca operasi, telapak tangan Rusdi secara perlahan kembali pulih. Kayu yang telah menemaninya selama 15 tahun itupun masih tersimpan di dalam dompetnya. Dengan ungkapan bercanda, ia mengaku menyimpan kayu tersebut yang telah menemaninya selama kurun waktu 15 tahun.

“Saya pikir kayu itu tidak sekalipun menyakiti saya, meski sudah 15 tahun di telapak tangan saya. Makanya sampai sekarang masih saya simpan. Meskipun ada yang beranggapan kayu itu adalah jimat bagi saya,” tandasnya sembari tertawa. (*/udi)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:04

Pelayanan Samsat Melambat

TANJUNG REDEB – Lambatnya proses pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu…

Kamis, 13 Desember 2018 09:06

Tinggalkan Sisi Manja, Lepas Peluang Kerja

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Kamis, 13 Desember 2018 09:02

Gagal Diparipurnakan Tahun Ini

TANJUNG REDEB - Mendukung sektor pariwisata, Pemkab Berau terus mengeluarkan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:13

Evakuasi Berjalan Lamban

TANJUNG REDEB - Setelah hampir sepekan mengalami kebocoran, proses evakuasi…

Rabu, 12 Desember 2018 14:12

Empat Saksi Dihadirkan

TANJUNG REDEB - Sidang perdana perihal laporan Forum Masyarakat Peduli…

Rabu, 12 Desember 2018 14:11

“Usaha Tak Akan Membohongi Hasil”

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Rabu, 12 Desember 2018 14:10

Eksekutif-Legislatif Saling Sindir

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan sidang paripurna ke-20 di gedung DPRD…

Selasa, 11 Desember 2018 13:37

Tak Hadir, Tiga Peserta Gugur

TANJUNG REDEB – Tiga peserta langsung dinyatakan gugur karena tak…

Selasa, 11 Desember 2018 13:36

Dugaan Tipikor Masih Samar

TANJUNG REDEB – Laporan dugaan penyelewengan anggaran di Perusahaan Daerah…

Selasa, 11 Desember 2018 13:33

Jadi Pribadi yang Baru, Masih Terngiang Serangan Jepang

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .