MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 17 November 2018 11:38
Authentic Relationship Membentuk Karakter Positif
Usman, M.Pd

PROKAL.CO, APA itu Authentic relationship? Istilah ini dari bahasa Inggris. Bila diurai secara kata per kata lalu dirujuk pada kamus maka ditemukan bahwa authentic berarti asli, sedangkan relationship artinya hubungan. Jadi, kalau dirangkai utuh, authentic ralationship bermakna hubungan asli atau hubungan yang tidak dibuat-buat, apa adanya.

Istilah ini banyak dipakai dalam berbagai artikel yang membahas cara mempertahankan hubungan kerja dalam perusahaan. Baik hubungan antara sesama karyawan maupun hubungan antara karyawan dan atasan.

Lebih jauh, dalam dunia manajemen kerja, untuk membangun sebuah tim kerja perlu dibangun hubungan interpersonal yang sehat dan menyenangkan. Setiap anggota tim harus saling percaya sehingga komunikasi dan interaksi bisa berjalan. Dengan begitu diharapkan pencapaian target kinerja perusahaan dapat tercapai.

Authentic relationship hanya bisa terwujud bila terbangun hubungan positif. Hubungan positif yang dimaksud adalah bagaimana hubungan itu menghadirkan perasaan nyaman di antara pihak yang terlibat. Ketika ada satu pihak yang merasa tidak menemukan rasa nyaman dalam berinteraksi, maka yang terjadi adalah ketimpangan. Bila itu terjadi, usaha pencapaian tujuan pun terhambat.

Membangun hubungan positif bisa menjadi lebih mudah bila pihak yang terlibat dalam relasi tersebut telah memiliki karakter positif. Yaitu, sifat inklusif, egaliter, open minded. Ketiga karakter ini berpengaruh kuat dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Orang yang berkarakter inklusif membuatnya mudah bergaul, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan siapa saja, baik orang baru maupun yang lama, tua maupun muda. Pada atasan pun dia bisa menggunakan bahasa yang sesuai. Pada bawahan apalagi. Karakter inklusif membuat seseorang bisa diterima oleh berbagai lapisan.

Begitupun dengan pemilik karakter egaliter, dia mudah diterima dalam hubungan sosial, bisnis, maupun struktural karena sikapnya yang tidak memandang rendah orang lain. Dia tidak merasa lebih berkuasa bila dalam posisi lebih tinggi, dan tidak merasa rendah diri bila di posisi anak buah. Semua dijalani secara proporsional dan profesional. Bisa membedakan kapan berlaku sebagai atasan, kapan berperan sebagai kawan. Bekerja sebagai tim lebih diutamakan daripada sekadar menunjukan perangai gila hormat.

Berkarakter open minded menjadi sangat penting. Artinya dalam membangun hubungan positif. Sebab hubungan positif sejatinya dalah hubungan yang menguatkan ikatan emosional dari semua pihak yang terlibat dalam hubungan itu.

Sedangkan. hubungan emosional hanya bisa tercipta bila semua yang terlibat memiliki open minded (pikiran terbuka). Yaitu karakter yang mencintai kemajuan dan pembaruan. Pemilik karakter ini tidak akan menutup diri dari saran, ide dan gagasan baru dari berbagai pihak. Pikiran terbuka ini memungkinkan semua pihak maju dan sukes bersama.

Karakter di atas dapat dibentuk dalam sebuah proses pembiasaan yang berkesinambungan. Pembiasaan tersebut dapat dilakukan di lingkungan sekolah dan keluarga, yang tentu saja melibatkan guru maupun orangtua.

Guru menyiapkan siswa menghadapi konteks masa depan mereka yaitu situasi yang akan banyak menuntut interaksi dan komunikasi. Seperti situasi yang digambarkan sebelumnya.

 Mampu membangun relasi atau jarigan merupakan tuntutan masa depan. Termasuk dalam hal ini team working, yaitu kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim. Bekerja dalam tim dibutuhkan keterampilan dan jiwa kolaboratif.

Agar bisa menstimulasi siswa mau ikut bergerak bersama dalam proses pemerolehan pengetahuan dan keterampilan serta pembiasaan, guru harus bisa memastikan bahwa dirinya bisa diterima di lingkungan siswanya. Hal ini penting, sebab untuk sebuah proses transfer pengetahuan maupun transfer nilai, kepercayaan pada guru menjadi nomor satu.

Bagaimana kepercayaan itu bisa diperoleh? Guru yang bisa diterima oleh siswa adalah yang memahami dunia siswanya. Untuk bisa berkomunikasi dengan siswa, guru mesti bisa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti siswa, yaitu bahasa dunia siswa.

Guru masuk ke dunia siswa bukan berarti guru harus berprilaku seperti siswanya. Guru yang bisa masuk ke dunia siswa adalah guru yang benar-benar memainkan peran sebagai guru bagi mereka, guru yang sebenarnya. Yaitu authentic teacher bukan permissive teacher.

Authentic teacher akan tampil apa adanya seorang guru sedangkan permisif teacher akan membebaskan siswa melakukan apa saja yang mereka mau hanya agar dia bisa disenangi dan diterima oleh siswa. Guru yang serba membolehkan memang terlihat akan disenangi dan dekat dengan siswa tapi dalam jangka panjang akan berdampak buruk sebab siswa tidak memiliki standar nilai.

Oleh karena itu, seorang guru yang authentic atau asli adalah yang bisa membangun hubungan positif dengan siswa tanpa menjatuhkan derajatnya sebagai guru. Begitu pun sebaliknya, guru bisa  menjalankan  peran sebagai motivator dan fasilitator tanpa mengurangi kedekatan dan kehangatan dengan siswa.

         Authentic relationship atau hubungan apa adanya hanya bisa terjalin bila ada hubungan positif seperti yang dikatan Hamre dan Pianta (2001) bahwa hubungan guru dan siswa yang positif adalah adanya kedekatan, kehangatan, dan nilai positif.

Lebih jauh, bila siswa sudah merasa dekat dan menemukan kehangata guru dalam berkata dan bersikap maka nilai karakter bisa ditanamkan melalui hubungan positif ini. Yaitu nilai karakter yang terintegrasi dalam hubungan sehari-hari antara guru dan siswa. Nilai-nilai kebaikan diterapkan agar menjadi kebiasaan. Guru tampil apa adanya sebagai pemberi teladan, bukan semata sebagai tukang perintah.

        Menjalin hubungan autentik hanya bisa dilakoni oleh guru yang betul-betul menjiwai perannya sebagai guru. Yaitu peran yang dimainkan dengan segenap hati bukan peran sebatas jam pelajaran ataupun berbatas dinding kelas dan pagar sekolah. Mengemban status guru bukan sekadar menghitung waktu mengajar apalagi hanya untuk menggugurkan kewajiban.

        Guru menjadi panutan. Bagaimana guru membangun perilaku positif akan memberi pengaruh positif pada siswa. Perilaku di lingkungan sekolah hari ini seharusnya bisa menjadi percontohan perilaku yang dibutuhkan di lingkungan yang lebih luas. Sehingga sekolah betul-betul bisa menjawab tuntutan masa depan yaitu bagaimana menghasilkan siswa memiliki kemampuan menjalin authentic relationship.

Ada beberapa contoh bagaimana hubungan authentik itu dilakukan di sekolah, antara lain;

  1. 1.     Berfokus pada kepentingan siswa

Guru hadir untuk siswa, sehingga guru bisa menunjukkan kehadirannya dengan selalu siap memfasilitasi dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Guru seharusnya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuat siswa kecewa hanya karena guru alpa menjembatani kebutuhan siswanya. Guru tidak juga harus membuat siswa ketergantungan, mereka hanya perlu diberi pandangan dan arahan. Guru memberikan beberapa pertimbangan, siswa yang memutuskan dengan segala konsekuensi yang sudah disadari. 

  1. 2.     Menciptakan lebersamaan

Kebersamaan dalam hal ini bisa ditunjukkan dengan sikap empati dan simpati.  Guru harus mampu menyelami persoalan yang dihadapi oleh siswa sehingga bisa mengambil sikap yang proporsional. Bila seorang siswa mengalami kendala maka kendala itu harus dianggap sebagai beban bersama. Tapi, guru memastkan bahwa siswa hanya membangun kebersamaan dalam hal positif.  

  1. 3.     Bahasa tubuh

Bahasa tubuh menjadi penting dalam membangun hubungan positif karena akan menjadi penegas dalam komunikasi. Kehangatan harus ditunjukkan dengan senyum tulus, kebahagiaan ditunjukkan dengan mata yang berbinar, ketidaksukaan pun harus bia ditunjukkan dengan ekspresi muka tidak senang. Termasuk ketika menemukan pelanggaran yang dilakukan seorang siswa, guru harus menunjukkan bahasa tubuh yang mewakili posisi tidak setuju. Dengan begitu siswa akan paham perbedaan tegas antara yang pantas dan yang tidak pantas.

  1. 4.     Penggunaan bahasa

Siswa disiapkan untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Oleh karena itu, pembiasaan  menggunakan bahasa yang berterima dengan konteks sangat diperlukan. Siswa harus dibiasakan mendengar kata, kalimat ataupun ungkapan yang baik.

  1. 5.     Bersikap demokratis

Meskipun guru dituntut untuk bersikap tegas dalam hal memberi batasan jelas antara yang baik dan yang tidak, guru tetap harus menunjukkan bahwa dia bukanlah penguasa otoriter. Penguasa sekolah maupun penguasa kelas yang penuh ancaman menakutkan. Lingkungan belajar tetap harus menyajikan pembiasaan yang menghadirkan pengharagaan atas hak-hak pribadi maupun kelompok. Hanya dengan begitu pembiasaan komunikasi yang sehat bisa terjalin dengan baik.

  1. 6.     Bersikap terbuka

Guru harus memberi teladan berfikir terbuka dan berbesar hati. Bersedia menerima masukan dan kritik. Selalu siap mengakui kekeliruan dan tidak sungkan untuk meminta maaf bila menyadari kekeliruan.

        Bila perilaku di atas bisa diterapkan, maka dimungkinkan hadirnya suasana positif baik yang dirasakan oleh guru maupun oleh siswa. misalanya siswa lebih bersemangat belajar dan kemauan untuk mendukung realisasi rencana guru di kelas juga semakin bertambah.

        Lebih dari itu, pada akhirnya perilaku positif ini akan diduplikasi oleh siswa, menjadikan mereka pribadi yang inklusif, egaliter, berfikiran terbuka dalam menjalin hubungan dengan orang lain. (*/rio)

*) Guru Bahasa Inggris SMKN 1 Berau


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 14:24

Jadikan Pusat Perbelanjaan

KETIKA awal dikerjakan, pasar ini belum punya nama. Ini lokasi…

Senin, 10 Desember 2018 14:14

Manjakan Pejalan Kaki

MINIMNYA anggaran di tahun 2018 ini, tak berarti Pemkab Berau…

Minggu, 09 Desember 2018 08:21

Catatan Pak Daeng

DATANGLAH ke Talisayan. Banyak hal menarik yang bisa disaksikan.  Bukan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:29

Sedikit Lagi, Kata Pak Dahlan

ENTAH seberapa banyak bedanya, ketika Pak Dahlan Iskan membandingkan Bandara…

Jumat, 30 November 2018 13:59

Manajemen Pendidikan di Indonesia

“PEMIMPIN yang tak melakukan kesalahan adalah pemimpin yang tak melakukan…

Sabtu, 24 November 2018 13:44

Peran Sektor Pariwisata di Indonesia

”MASALAH ekonomi Indonesia sudah terlalu ruwet dan ribet. Tidak bisa…

Sabtu, 17 November 2018 11:38

Authentic Relationship Membentuk Karakter Positif

APA itu Authentic relationship? Istilah ini dari bahasa Inggris. Bila…

Rabu, 31 Oktober 2018 00:42

Masyarakat Tanpa Miras

MINUMAN keras atau minuman beralkohol jelas hukumnya haram dalam pandangan…

Minggu, 28 Oktober 2018 11:41

Tolak Bala

BELAKANGAN ramai status media sosial masyarakat Pulau Maratua tengah mengadakan…

Jumat, 26 Oktober 2018 13:36

Hujan Jadi Berkah bagi Petani Sayur

TANJUNG REDEB - Hujan yang terus mengguyur Tanjung Redeb dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .