MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 18 November 2018 13:22
Peluang BPS Dipastikan Tertutup
Bahtiar Baharuddin

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar Baharuddin, memastikan usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Berau Pesisir Selatan (BPS) turut distop. 

Sebab ditegaskannya, kebijakan moratorium pemekaran berlaku untuk seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setidaknya, penyetopan itu dijelaskan Bahtiar, akan dilakukan hingga akhir 2019. “Itu adalah kebijakan pemerintah saat ini. Jadi dapat dipastikan hingga akhir 2019 tidak ada pemekaran daerah otonom baru," tegasnya diwawancara Berau Post kemarin (17/11).

Dijelaskannya, sesuai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN) 2014-2019, kebijakan DOB terkait dengan kebijakan penataan daerah harus dievaluasi secara sungguh-sungguh, dan berkorelasi dengan kebijakan pembangunan bidang lainnya.

DOB juga disebutkannya, tidak selamanya menjadi solusi masalah kesenjangan, disparitas, ketinggalan, akses layanan dan lainnya. Karena diyakininya, permasalahan itu bisa diselesaikan dengan formula kebijakan lainnya.

Apalagi, berdasarkan hasil evaluasi Kemendagri pada 514 kabupaten/kota yang telah dilakukan pemekaran, sebagian besar tidak mampu menunjukkan tanda-tanda menuju kemandirian, dan percepatan pembangunan masyarakat daerah.

Bahkan beberapa daerah diakuinya, menjadi beban belanja birokrasi pemerintahan yang membengkak. Rata-rata Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) habis 30 hingga 60 persen hanya untuk belanja birokrasi, namun sangat sedikit anggaran yang bisa langsung dinikmati oleh masyarakat.

"Birokrasi tidak perlu gemuk, besar dan boros. Yang penting diperbanyak itu adalah anggaran pembangunan langsung yang dirasakan masyarakat," bebernya.

Karena alasan-alasan itu juga, tidak tertutup kemungkinan pemerintah ke depan pada 2019 hingga 2024, tetap mempertahankan kebijakan moratorium pemekaran tersebut.

Menyikapi alasan diusulkannya pemekaran akibat jarak pengurusan administrasi yang cukup jauh, Bahtiar menerangkan pengembangan teknologi menjadi solusi utama.

Dengan wilayah NKRI yang sangat luas, pelayanan akan bisa disambungkan dengan mudah kepada masyarakat, khususnya yang ada di pelosok menggunakan teknologi.

Karena itu, saat ini pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) 95 tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik.

"Ke depan, teknologi pelayanan pemerintahan harus dikembangkan, sehingga organisasi pemerintahan harus semakin ramping. Bisa juga membuka daerah isolasi dengan infrastruktur, membangun pusat-pusat ekonomi baru dan lain sebagainya," jelasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 13:21

NasDem Belum Tentukan Nama

TANJUNG REDEB – Sesuai hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Umum…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:10

Pelaku Usaha Jangan ‘Aji Mumpung’

TANJUNG REDEB - Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Objek…

Jumat, 24 Mei 2019 14:25

Dirut IPB yang Pertama

TANJUNG REDEB – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Bulan Ramadan…

Jumat, 24 Mei 2019 14:24

Masyarakat Berau Jangan Terprovokasi

BUPATI Berau Muharram mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas Bumi Batiwakkal…

Kamis, 23 Mei 2019 14:52

Libur Panjang Lebaran, Pulau Derawan Siap Sambut Wisatawan

DERAWAN – Sambut momen libur lebaran, Pemerintah Kampung Pulau Derawan…

Rabu, 22 Mei 2019 15:11

Tuntut Bisa Bekerja Kembali

TANJUNG REDEB – Puluhan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)…

Rabu, 22 Mei 2019 15:09

Dinkes Harus Berinovasi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Saga, meminta…

Rabu, 22 Mei 2019 15:08

Tersangka Belum Diberhentikan Sementara

TANJUNG REDEB – Proses hukum yang menjerat oknum Aparatur Sipil…

Selasa, 21 Mei 2019 16:18

Tiket Pesawat Mahal, Jalur Darat Jadi Alternatif

TANJUNG REDEB – Harga tiket pesawat yang dianggap masih cukup…

Selasa, 21 Mei 2019 16:16

Dulu Berfoya-foya, Kini Melayani Jamaah

Bergabung dengan Ikatan Remaja Masjid Lailatul Huda di Jalan Durian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*