MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 24 November 2018 13:44
Peran Sektor Pariwisata di Indonesia
Oleh: Ariyanti Rizki

PROKAL.CO, ”MASALAH ekonomi Indonesia sudah terlalu ruwet dan ribet. Tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara konvensional. Harus dengan terobosan-terobosan,” ucap Rizal Ramli.

Mengapa saya mengambil kutipan tersebut? Karena di artikel ini saya akan membahas tentang defisit transaksi berjalan dan peran sektor pariwisata di Indonesia.

Seperti yang diketahui bahwa cadangan devisa di Indonesia sedang mengalami penurunan. Informasi yang saya ketahui tentang penurunan devisa ini, disebabkan oleh adanya pembayaran utang ;uar negeri yang dilakukan oleh pemerintah.

Data devisa negara pada akhir Januari 2018 sebesar USD 131,98 miliar. Dan terus mengalami penurunan hingga bulan lalu, yang hanya USD 115,2 miliar.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa cadangan devisa Indonesia setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta bisa dikatakan cadangan devisa Indonesia berada di atas standar kecukupan Internasional. Namun, bagi Bank Indonesia (BI) harus tetap berwaspada akan hal ini.

Tahun ini pemerintah fokus untuk mengembangkan sektor pariwisata yang mempunyai peran penting untuk dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Defisit Neraca Berjalan

Defisit transaksi berjalan adalah data statistik yang penting. Para investor di pasar finansial dan saham disarankan untuk mengambil sedikit waktu untuk dapat belajar mengenai neraca transaksi berjalan sebuah negara sebelum berinvestasi dalam aset apapun. Dan neraca transaksi berjalan itu sendiri adalah alat ukur terluas untuk perdagangan internasional Indonesia.

Oleh karena itu, sebuah negara harus mencatat defisit transaksi berjalan. Ini berarti negara menjadi peminjam netto dari negara-negara lain di dunia dan karenanya membutuhkan modal atau aliran finansial membiayai defisit suatu negara.

Penyebab defisit neraca berjalan dapat dilihat dari sektor keuangan Indonesia yang dangkal serta tingkat ekspor dan investasi langsung asing yang relatif rendah menjadikan tekanan dari arus keluar modal kemungkinan besar akan terus berlanjut.

Defisit transaksi berjalan juga di perkirakan akan melebar menjadi 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2018 dan akan dinyatakan stabil pada 2,3 persen 2019 nanti.

Kondisi tersebut terjadi karena arus keluar pendapatan utama yang lebih rendah diimbangi oleh nilai tukar perdagangan yang mungkin lebih rendah.

Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan seperti, pemberian insentif pajak bagi perusahaan yang 30 persen produknya untuk ekspor. Pembebasan visa kepada wisatawan dari empat negara yaitu Tiongkok, Korea, Jepang, dan Rusia. Mampu mengatasi permasalahan defisit neraca transaksi berjalan yang terancam oleh aliran modal keluar seiring rencana bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga.

Sektor Pariwisata Menjadi Penyumbang Devisa Terbesar di Indonesia

Dari data yang saya dapat bahwa setiap tahunnya devisa Indonesia mengalami kenaikan atau pertumbuhan angka yang baik. Pada 2014 sektor pariwisata mencatat pendapatan devisa sebesar USD 10,69 miliar. 2015 terkoreksi positif dengan pendapatan sebesar USD 11,62 miliar. Pada 2016 pendapatan devisa semakin naik sebesar USD 16,8 miliar. Pada 2017 pendapatan devisa semakin naik signifikan sebesar USD 20 miliar. Tahun ini pemerintah menargetkan pendapatan devisa ekonomi sebesar 5,4 persen dari PDB.

Maka tidak heran jika sektor pariwisata menjadi andalan penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Karena merupakan satu-satunya jasa potensial yang dimiliki Indonesia. Pemerintah bahkan menarget pendapatan pada sektor ini sebesar USD 24 miliar pada 2024 mendatang.

Tiba di pengujung 2018, diperikarakan akan banyak para turis asing atau wisatawan lokal mendatangi sejumlah wilayah di Indonesia untuk melakukan libur Natal atau Tahun Baru. Pada momen ini menjadi kesempatan Indonesia untuk menambah devisa negara.

Tempat Pariwisata di Indonesia

”Libur telah tiba hati pun gembira” adalah secuil kalimat lirik lagu anak-anak.  Ya tidak terasa sebentar lagi musim libur akan segera tiba. Waktunya untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru nan indah yang dapat menyegarkan pikiran setelah sibuk dengan pekerjaan atau pendidikannya selama ini. Saya mempunyai sedikit referensi ataupun gambaran mengenai tempat wisata yang diminati oleh turis asing maupun wisatawan lokal.

Pertama, Bali atau dikenal dengan Pulau Dewata memiliki keindahan yang mempesona dan berlatar belakangkan kebudayaan yang unik. Bali mempunyai banyak sekali pantai dengan pesonanya yang indah untuk dipandang. Pantai-pantai inilah yang menjadi salah satu alasan para wisatawan atau turis asing untuk berkunjung ke Indonesia.

Kedua, Kota Malang atau yang dikenal dengan Malang Raya yang berada di Jawa Timur. Untuk para petualang pecinta wisata alam yang hobi naik gunung di kota ini kalian akan merasa puas ketika sedang melihat keindahan Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan Gunung Ngawi secara dekat.

Di Kota Malang pun banyak spot kekinian untuk berswafoto bersama keluarga, sahabat, teman, maupun pasangan. Bagi yang ingin menambah wawasan pengetahuan alam maupun sejarah juga ada tempat wisata yang dinamakan Jatim Park.

Ketiga, Kabupaten Berau yang berada di Kalimantan Timur. Terkenal dengan Kepulauan Derawan yang kini masih menjadi primadona bagi para penyelam (diver) Indonesia maupun mancanegara. Kepulauan ini juga menjadi habitat Penyu Hijau (Chelonia Mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys Imbricata). Selain itu ada Pulau Kakaban yang terdapat sebuah danau purba yang menjadi habitat ubur-ubur yang tidak menyengat, merupakan daya tarik sendiri bagi kabupaten ini.

Dengan terus mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia ini, dapat menarik banyak para wisatawan berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Hal itu sangat membantu devisa Indonesia yang tadinya mengalami penurunan, sedikit demi sedikit akan stabil.

Solusi Mengatasi Defisit dan Meningkatkan Sektor Pariwisata Indonesia

Mengurangi belanja atau impor dan meningkatkan ekspor atau barang yang berasal dari dalam negeri juga bisa menjadi kebijakan jangka panjang dan jangka pendek.

Dari kebijakan jangka panjang itu sendiri kita bisa menggenjot petani agar meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya serta memaksimalkan penyerapan dari hasil petani lokal untuk ketahanan nasional sehingga tidak perlu melakukan impor. Dari kebijakan jangka pendek itu sendiri menurut saya dengan cara mengurangi konsumsi atau pengeluaran.

Kedua adalah mempromosikan dengan menggelar event-event internasional dan terus memperkenalkan pariwisata Indonesia kepada turis asing. Keadaannya ini begitu mendukung karena akan memasuki akhir tahun dengan banyaknya turis asing maupun wisatawan lokal  yang akan datang ke Indonesia untuk pergi berlibur.

Membenahi infrastruktur dan transportasi di kawasan wisata, menciptakan suasana yang dapat membuat para turis merasa nyaman, senang, dan berkesan selama berada di tempat wisata tersebut. Peningkatan di tempat wisata seperti menyediakan air bersih, toilet, dan pembuangan sampah agar lingkungan tetap bersih tanpa pencemaran. Pelaksanaan pendidikan vokasi bagi masyarakat sekitar guna mendukung aktivitas para wisatawan. (*/rio)

*) Mahasisiwi Jurusan Manajemen, Universitas Muhammadiyah Malang

 


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 14:24

Jadikan Pusat Perbelanjaan

KETIKA awal dikerjakan, pasar ini belum punya nama. Ini lokasi…

Senin, 10 Desember 2018 14:14

Manjakan Pejalan Kaki

MINIMNYA anggaran di tahun 2018 ini, tak berarti Pemkab Berau…

Minggu, 09 Desember 2018 08:21

Catatan Pak Daeng

DATANGLAH ke Talisayan. Banyak hal menarik yang bisa disaksikan.  Bukan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:29

Sedikit Lagi, Kata Pak Dahlan

ENTAH seberapa banyak bedanya, ketika Pak Dahlan Iskan membandingkan Bandara…

Jumat, 30 November 2018 13:59

Manajemen Pendidikan di Indonesia

“PEMIMPIN yang tak melakukan kesalahan adalah pemimpin yang tak melakukan…

Sabtu, 24 November 2018 13:44

Peran Sektor Pariwisata di Indonesia

”MASALAH ekonomi Indonesia sudah terlalu ruwet dan ribet. Tidak bisa…

Sabtu, 17 November 2018 11:38

Authentic Relationship Membentuk Karakter Positif

APA itu Authentic relationship? Istilah ini dari bahasa Inggris. Bila…

Rabu, 31 Oktober 2018 00:42

Masyarakat Tanpa Miras

MINUMAN keras atau minuman beralkohol jelas hukumnya haram dalam pandangan…

Minggu, 28 Oktober 2018 11:41

Tolak Bala

BELAKANGAN ramai status media sosial masyarakat Pulau Maratua tengah mengadakan…

Jumat, 26 Oktober 2018 13:36

Hujan Jadi Berkah bagi Petani Sayur

TANJUNG REDEB - Hujan yang terus mengguyur Tanjung Redeb dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .