MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 04 Desember 2018 13:26
DPUPR Sulit ‘Bergerak’

Bangun Infrastruktur di Lahan KBK

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kepala Seksi Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Hendra Pranata, mengakui luasan kawasan budidaya kehutanan (KBK) di wilayah pedalaman Berau, jadi kendala utama bagi pemkab melakukan pengembangan infrastruktur.

Bahkan disebutkannya, keberadaan lahan KBK yang membatasi ruang gerak pemerintah dalam melakukan pembangunan, bukan di Kecamatan Kelay saja. Seperti yang disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Berau, Elita Erlina. Sebab, lahan KBK juga terhampar luas di wilayah pedalaman Segah.

Namun saat ditemui di kantornya kemarin (3/12), Hendra tidak bisa merincikan wilayah kampung mana saja yang sangat membutuhkan pembangunan jembatan sebagai akses penhubungnya, seperti yang disebut Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, sebanyak 10 jembatan.

“Yang jelas, yang perlu dibangun tapi terkendala status lahan itu di Long Duhung, Long Duhung-Long Keluh, dan di Merabu. Termasuk dari kota Kecamatan Segah ke Punan Mahkam dan Punan Segah," ujarnya.

Rencana membangun jembatan penghubung di beberapa kampung tersebut, sebenarnya pernah diusulkan pihaknya. “Tapi saat koordinasi dengan Bapelitbang (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan), ternyata tidak bisa disentuh karena masuk KBK. Coba enggak masuk KBK, sudah dari dulu kita garap (membangunkan jembatan)," terangnya.

Selain kendala status lahan, pembangunan jembatan juga pekerjaan yang cukup sulit. Sebab, sebelum membangun perlu dilakukan kajian untuk memastikan lokasi yang layak untuk dibangunkan jembatan.

Apalagi, untuk membangun sekadar jembatan kecil, biaya yang dibutuhkan tetap besar. Karena kondisi tanah di Kabupaten Berau yang umumnya harus menggunakan fondasi lebih dalam, guna memastikan jembatan tersebut kokoh untuk dilintasi kendaraan berat, maupun tidak mudah ambruk saat diterpa air bah.

"Pengerjaannya juga cukup lama, karena harus menyediakan material pabrikannya. Makanya enggak ada kita anggarkan buat jembatan itu di perubahan, pasti di anggaran murni," pungkasnya.

Sebelumnya, pembangunan infrastruktur di Bumi Batiwakkal, dinilai Ketua Fraksi Partai Golkar Elita Herlina, sudah cukup baik. Namun belum terlalu merata, terutama bagi wilayah perkampungan pedalaman, seperti di Kecamatan Kelay.

Dikatakannya, Pemkab Berau harus mencari solusi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat pedalaman Kelay, seperti di Kampung Long Lamcin, Long Pelay dan Long Suluy. Sebab untuk menjangkau wilayah perkampungan tersebut, masyarakat harus menerobos sungai.

“Kondisi itu sudah lama dikeluhkan masyarakat, dan Pemkab Berau harus mencari solusi soal itu,” ujar Elita, baru-baru ini.

Dijelaskannya, masyarakat akan ‘terjebak’ di dalam kampung jika kondisi air sungai tengah pasang. “Saya sendiri sudah mengalami (saat menggelar reses), tidak bisa pulang karena sungai sedang banjir,” ungkapnya.

Yang dikhawatirkannya, bagaimana saat kondisi sungai tengah pasang, terdapat masyarakat yang butuh penanganan medis darurat. 

“Itu yang harus menjadi perhatian,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menjelaskan, salah satu kendala pemerintah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur di wilayah pedalaman, adalah benturan pada status lahan. Terutama wilayah yang masuk Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Sebab, wilayah KBK yang banyak di kawasan pedalaman, tidak bisa dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau.

Bahkan diakui Agus, berdasarkan hasil pendataan pihaknya, untuk menghubungkan wilayah-wilayah pedalaman di Bumi Batiwakkal, masih perlu dibangun sebanyak 10 jembatan penghubung. Tapi rata-rata berada di wilayah KBK. (sam/udi)

 


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:04

Pelayanan Samsat Melambat

TANJUNG REDEB – Lambatnya proses pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu…

Kamis, 13 Desember 2018 09:06

Tinggalkan Sisi Manja, Lepas Peluang Kerja

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Kamis, 13 Desember 2018 09:02

Gagal Diparipurnakan Tahun Ini

TANJUNG REDEB - Mendukung sektor pariwisata, Pemkab Berau terus mengeluarkan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:13

Evakuasi Berjalan Lamban

TANJUNG REDEB - Setelah hampir sepekan mengalami kebocoran, proses evakuasi…

Rabu, 12 Desember 2018 14:12

Empat Saksi Dihadirkan

TANJUNG REDEB - Sidang perdana perihal laporan Forum Masyarakat Peduli…

Rabu, 12 Desember 2018 14:11

“Usaha Tak Akan Membohongi Hasil”

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Rabu, 12 Desember 2018 14:10

Eksekutif-Legislatif Saling Sindir

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan sidang paripurna ke-20 di gedung DPRD…

Selasa, 11 Desember 2018 13:37

Tak Hadir, Tiga Peserta Gugur

TANJUNG REDEB – Tiga peserta langsung dinyatakan gugur karena tak…

Selasa, 11 Desember 2018 13:36

Dugaan Tipikor Masih Samar

TANJUNG REDEB – Laporan dugaan penyelewengan anggaran di Perusahaan Daerah…

Selasa, 11 Desember 2018 13:33

Jadi Pribadi yang Baru, Masih Terngiang Serangan Jepang

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .