MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 04 Desember 2018 13:26
DPUPR Sulit ‘Bergerak’

Bangun Infrastruktur di Lahan KBK

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kepala Seksi Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Hendra Pranata, mengakui luasan kawasan budidaya kehutanan (KBK) di wilayah pedalaman Berau, jadi kendala utama bagi pemkab melakukan pengembangan infrastruktur.

Bahkan disebutkannya, keberadaan lahan KBK yang membatasi ruang gerak pemerintah dalam melakukan pembangunan, bukan di Kecamatan Kelay saja. Seperti yang disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Berau, Elita Erlina. Sebab, lahan KBK juga terhampar luas di wilayah pedalaman Segah.

Namun saat ditemui di kantornya kemarin (3/12), Hendra tidak bisa merincikan wilayah kampung mana saja yang sangat membutuhkan pembangunan jembatan sebagai akses penhubungnya, seperti yang disebut Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, sebanyak 10 jembatan.

“Yang jelas, yang perlu dibangun tapi terkendala status lahan itu di Long Duhung, Long Duhung-Long Keluh, dan di Merabu. Termasuk dari kota Kecamatan Segah ke Punan Mahkam dan Punan Segah," ujarnya.

Rencana membangun jembatan penghubung di beberapa kampung tersebut, sebenarnya pernah diusulkan pihaknya. “Tapi saat koordinasi dengan Bapelitbang (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan), ternyata tidak bisa disentuh karena masuk KBK. Coba enggak masuk KBK, sudah dari dulu kita garap (membangunkan jembatan)," terangnya.

Selain kendala status lahan, pembangunan jembatan juga pekerjaan yang cukup sulit. Sebab, sebelum membangun perlu dilakukan kajian untuk memastikan lokasi yang layak untuk dibangunkan jembatan.

Apalagi, untuk membangun sekadar jembatan kecil, biaya yang dibutuhkan tetap besar. Karena kondisi tanah di Kabupaten Berau yang umumnya harus menggunakan fondasi lebih dalam, guna memastikan jembatan tersebut kokoh untuk dilintasi kendaraan berat, maupun tidak mudah ambruk saat diterpa air bah.

"Pengerjaannya juga cukup lama, karena harus menyediakan material pabrikannya. Makanya enggak ada kita anggarkan buat jembatan itu di perubahan, pasti di anggaran murni," pungkasnya.

Sebelumnya, pembangunan infrastruktur di Bumi Batiwakkal, dinilai Ketua Fraksi Partai Golkar Elita Herlina, sudah cukup baik. Namun belum terlalu merata, terutama bagi wilayah perkampungan pedalaman, seperti di Kecamatan Kelay.

Dikatakannya, Pemkab Berau harus mencari solusi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat pedalaman Kelay, seperti di Kampung Long Lamcin, Long Pelay dan Long Suluy. Sebab untuk menjangkau wilayah perkampungan tersebut, masyarakat harus menerobos sungai.

“Kondisi itu sudah lama dikeluhkan masyarakat, dan Pemkab Berau harus mencari solusi soal itu,” ujar Elita, baru-baru ini.

Dijelaskannya, masyarakat akan ‘terjebak’ di dalam kampung jika kondisi air sungai tengah pasang. “Saya sendiri sudah mengalami (saat menggelar reses), tidak bisa pulang karena sungai sedang banjir,” ungkapnya.

Yang dikhawatirkannya, bagaimana saat kondisi sungai tengah pasang, terdapat masyarakat yang butuh penanganan medis darurat. 

“Itu yang harus menjadi perhatian,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menjelaskan, salah satu kendala pemerintah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur di wilayah pedalaman, adalah benturan pada status lahan. Terutama wilayah yang masuk Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Sebab, wilayah KBK yang banyak di kawasan pedalaman, tidak bisa dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau.

Bahkan diakui Agus, berdasarkan hasil pendataan pihaknya, untuk menghubungkan wilayah-wilayah pedalaman di Bumi Batiwakkal, masih perlu dibangun sebanyak 10 jembatan penghubung. Tapi rata-rata berada di wilayah KBK. (sam/udi)

 


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:07

Perindo Gugat Hasil Pileg Berau

TANJUNG REDEB –Meski proses rekapitulasi dan pengumuman pemenang pemilu telah…

Minggu, 26 Mei 2019 13:56

Ancaman Sanksi Belum Bertaji

TANJUNG REDEB – Geliat usaha sarang burung walet rumahan terus…

Minggu, 26 Mei 2019 13:53

Terlindung dari Marabahaya, Menutup 70 Pintu Keburukan

Bersedekah dapat menghapus dosa. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Sedekah…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:21

NasDem Belum Tentukan Nama

TANJUNG REDEB – Sesuai hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Umum…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:10

Pelaku Usaha Jangan ‘Aji Mumpung’

TANJUNG REDEB - Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Objek…

Jumat, 24 Mei 2019 14:25

Dirut IPB yang Pertama

TANJUNG REDEB – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Bulan Ramadan…

Jumat, 24 Mei 2019 14:24

Masyarakat Berau Jangan Terprovokasi

BUPATI Berau Muharram mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas Bumi Batiwakkal…

Kamis, 23 Mei 2019 14:52

Libur Panjang Lebaran, Pulau Derawan Siap Sambut Wisatawan

DERAWAN – Sambut momen libur lebaran, Pemerintah Kampung Pulau Derawan…

Rabu, 22 Mei 2019 15:11

Tuntut Bisa Bekerja Kembali

TANJUNG REDEB – Puluhan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)…

Rabu, 22 Mei 2019 15:09

Dinkes Harus Berinovasi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Saga, meminta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*