MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

KOMBIS

Kamis, 06 Desember 2018 11:12
Lahirkan Pengawas-Pengawas Berkompeten

28 Peserta Ikuti Pendidikan Pengawas Pertambangan

PEMBUKAAN: Seluruh peserta berfoto bersama Manajemen PT Berau Coal saat pembukaan program pendidikan pengawas pertambangan kemarin (5/12).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Guna menghasilkan pengawas berkompeten di dunia pertambangan, Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC) dengan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya, melaksanakan Program Pendidikan Pengawas Pertambangan tahun 2018.

Program yang baru pertama dilaksanakan ini diikuti 28 peserta yang terdiri dari 23 peserta laki-laki dan 5 peserta perempuan, dan secara simbolis telah menjadi peserta On the Job Training (OJT) Program Pendidikan Pengawas Pertambangan di Head Office (HO) Berau Coal pada Rabu (5/12) sore.

Dalam sambutannya, Ketua YDBBC Horas Parsaulian Pardede mengatakan, keberadaan seorang pengawas pertambangan merupakan hal penting dalam dunia pertambangan. Salah satunya pertambangan batu bara.

Ia menerangkan, sesuai tugas dan fungsinya, seorang pengawas pertambangan memiliki tanggung jawab besar dalam sebuah keberhasilan operasional pertambangan. “Pengawas pertambangan ini sangatlah penting, agar meminimalisasi terjadinya kecelakaan di tambang," katanya.

Horas juga berpesan kepada peserta, agar jangan cepat puas meskipun sudah menjadi peserta OJT pada program pendidikan pengawas pertambangan. Sebab, perjalanan para peserta masih sangat panjang.

"Saya inginnya angkatan pertama dalam program ini lulus dan menjadi orang-orang pioneer. Sehingga program ini bisa menjadi contoh yang berkelanjutan," terangnya.

Sementara Kepala Teknik Tambang PT Berau Coal, Feri Indrayana, meminta para peserta bisa memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Terlebih para peserta merupakan angkatan pertama dalam program baru YDBBC tersebut.

Feri menambahkan, menjadi bagian dari program tersebut merupakan sebuah langkah besar. Karena dalam pelaksanaan OJT selama sembilan bulan ke depan, para peserta akan merasakan langsung terjun ke lapangan untuk menjadi seorang pengawas pertambangan.

"Harus benar-benar dimanfaatkan kesempatan ini. Serap sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman yang didapat. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan pengalaman seperti ini," imbuhnya.

HSE Sertication and Training Manager, Cahyo Andrianto menjelaskan, pendidikan program yang berada di bawah YDBBC ini dilaksanakan selama satu tahun. Diawali dengan bimbingan mental, fisik dan disiplin (Bintalfisdis) dan boothcamp training di Samburakat, dengan masing-masing selama satu bulan.

Para pesertanya dijelaskannya merupakan orang-orang yang berasal dari lingkar tambang PT Berau Coal dan telah mengikuti serangkaian tes agar lolos untuk mengikuti program.

Dirinya menambahkan, selama ini YDBBC memang sering menggelar program yang bersifat keahlian. seperti misalnya mekanik hingga operator. "Jadi pengawas pertambangan ini posisinya paling sentral di pertambangan dan mereka bertugas untuk mengorganisir orang-orang di bawahnya, khususnya aspek dalam hal keselamatan kerja," terangnya.

"Dan saya harapnya para peserta bisa menjadikan program ini sebagai ajang pembuktian diri. Karena apabila hasilnya sangat bagus, maka tidak menutup kemungkinan program ini akan terus berlanjut ke depannya," tambahnya.

Sementara itu, salah seorang peserta Hamka Jamal mengatakan, sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program ini. Selama mengikuti kegiatan, ia merasa mendapatkan sebuah pengalaman dan pengetahuan baru mengenai dunia pertambangan.

"Alasan saya masuk program ini karena ingin mengasah dan menggali potensi yang ada di dalam diri saya. Dan memang saat ini persaingan dunia kerja juga cukup tinggi," katanya.

Pria yang berasal dari Kampung Tumbit Dayak tersebut,  berharap program pendidikan pengawas pertambangan bisa terus berlanjut nantinya. "Semoga juga saya dan teman-teman bisa lolos dan mendapatkan sertifikat," tuturnya.

Hal serupa turut disampaikan Ichy Diny yang menganggap program ini sangatlah bagus. Pasalnya, para peserta yang lolos OJT mayoritas orang-orang yang belum mengetahui secara spesifik dunia pertambangan.

"Di sini banyak hal yang kami dapat seperti ilmu pertambangan, kepemimpinan hingga sikap disiplin. Dan harapannya semoga kami menjadi seseorang pengawas yang berkompeten," harapnya. (***/arp/udi)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:02

Bantu Bayi Penderita Hydrocephalus

TANJUNG REDEB – Usianya baru genap sebulan pada Rabu (12/12)…

Selasa, 11 Desember 2018 13:38

Berikan Diskon Khusus

TANJUNG REDEB - Sebagai komitmen Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)…

Selasa, 11 Desember 2018 13:34

Bangun Kepedulian Anti-Korupsi

TANJUNG REDEB - Setelah menggelar lomba karya tulis dan pidato…

Selasa, 11 Desember 2018 13:32

Target Menangkan Pemilu 2019

TANJUNG REDEB – Mantapkan persiapan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019,…

Senin, 10 Desember 2018 13:50

Segar Bugar dengan Bersepeda

TANJUNG REDEB – PT Berau Coal sukses menggelar kegiatan Berau…

Senin, 10 Desember 2018 13:47

Batalyon Armed Gelar Jalan Santai

TANJUNG REDEB - Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Armed…

Senin, 10 Desember 2018 13:39

Perbaikan H Isa III dapat Gelontoran Rp 20 Miliar

TANJUNG REDEB – Kerusakan ruas Jalan H Isa III yang…

Senin, 10 Desember 2018 13:35

Edukasi Penanganan Kebakaran sejak Dini

GUNUNG TABUR - PT Ricobana Abadi kembali merealisasikan salah satu…

Minggu, 09 Desember 2018 08:25

Masih Baru, Banyak Prestasi

TANJUNG REDEB - Meski tergolong sekolah yang baru berdiri, namun…

Jumat, 07 Desember 2018 13:41

Ngobrol Santai Bareng Bupati

TANJUNG REDEB – Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Berau, menggelar Rapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .