MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 06 Desember 2018 13:30
Pak Wabup Bilang, Jangan Menikah Usia Dini
Agus Tantomo

PROKAL.CO, WAKIL Bupati (Wabup) Agus Tantomo mengungkapkan Indonesia akan menghadapi bonus demografi di mana usia produktif akan mencapai kurang lebih 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sehingga generasi yang saat ini masih berusia anak-anak dan remaja harus dipersiapkan dalam menghadapi bonus demografi, agar menjadi generasi yang bersaing dan mampu berdaya saing.

Salah satunya untuk membentuk generasi yang produktif dikatakannya adalah menghindari pernikahan usia muda atau pernikahan dini.

Indonesia dikatakannya, telah memiliki Undang-Undang pernikahan dimana mereka yang berusia di antara 16 hingga 19 tahun telah bisa menikah, dimana ini adalah usia produktif. Sehingga ini juga menjadi tantangan bagi generasi untuk menjadi generasi yang produktif.

Pemerintah dikatakan Agus Tantomo, juga melakukan berbagai upaya, salah satunya rencana merevisi undang-undang perkawinan yang salah satunya merubah usia pernikahan antara 21 hingga 25 tahun. Wabup Agus Tantomo menyetujui jika revisi usia pernikahan di undang undang perkawinan ini direvisi, sehingga mereka yang akan menikah benar-benar telah matang dan siap membentuk dan mengurus rumah tangga.

“Saya sangat menyetujui dengan rencana revisi ini, karena ini juga kita lihat dari pengalaman hidup untuk usia pernikahan di 21 hingga 25 tahun,” jelasnya.

Pemerintah ditegaskan Agus Tantomo juga telah mencanangkan program keluarga berencana (KB). Program ini menurutnya bukan hanya menekankan pada dua anak cukup. Namun dengan gerakan ini bagaimana sebuah keluarga dapat mempersiapkan diri dan merencanakan generasinya yang berkualitas serta mampu mandiri dan sejahtera.

“Intinya dengan program ini kita mempersiapkan diri sebelum menikah dan merencanakan sebuah keluarga,” ungkapnya

Risiko dari pernikahan dini dikatakan Agus Tantomo, salah satunya adalah pribadi yang belum matang dalam menghadapi masalah rumah tangga. Sehingga tidak sedikit mereka yang menikah dini akhirnya berpisah dan menjadi masalah baru. Usia produktif menurutnya dimanfaatkan waktu untuk pendidikan, karier, pengembangan usaha, mapan dan baru berpikir untuk menuju jenjang pernikahan. Untuk itu persiapan dan perencanaan pernikahan menurutnya sangat penting, termasuk menggelar FGD dengan melibatkan stakeholder yang berperan memberikan pendampingan dan pembinaan kepada remaja. (app)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .