MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 06 Desember 2018 13:30
Pak Wabup Bilang, Jangan Menikah Usia Dini
Agus Tantomo

PROKAL.CO, WAKIL Bupati (Wabup) Agus Tantomo mengungkapkan Indonesia akan menghadapi bonus demografi di mana usia produktif akan mencapai kurang lebih 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sehingga generasi yang saat ini masih berusia anak-anak dan remaja harus dipersiapkan dalam menghadapi bonus demografi, agar menjadi generasi yang bersaing dan mampu berdaya saing.

Salah satunya untuk membentuk generasi yang produktif dikatakannya adalah menghindari pernikahan usia muda atau pernikahan dini.

Indonesia dikatakannya, telah memiliki Undang-Undang pernikahan dimana mereka yang berusia di antara 16 hingga 19 tahun telah bisa menikah, dimana ini adalah usia produktif. Sehingga ini juga menjadi tantangan bagi generasi untuk menjadi generasi yang produktif.

Pemerintah dikatakan Agus Tantomo, juga melakukan berbagai upaya, salah satunya rencana merevisi undang-undang perkawinan yang salah satunya merubah usia pernikahan antara 21 hingga 25 tahun. Wabup Agus Tantomo menyetujui jika revisi usia pernikahan di undang undang perkawinan ini direvisi, sehingga mereka yang akan menikah benar-benar telah matang dan siap membentuk dan mengurus rumah tangga.

“Saya sangat menyetujui dengan rencana revisi ini, karena ini juga kita lihat dari pengalaman hidup untuk usia pernikahan di 21 hingga 25 tahun,” jelasnya.

Pemerintah ditegaskan Agus Tantomo juga telah mencanangkan program keluarga berencana (KB). Program ini menurutnya bukan hanya menekankan pada dua anak cukup. Namun dengan gerakan ini bagaimana sebuah keluarga dapat mempersiapkan diri dan merencanakan generasinya yang berkualitas serta mampu mandiri dan sejahtera.

“Intinya dengan program ini kita mempersiapkan diri sebelum menikah dan merencanakan sebuah keluarga,” ungkapnya

Risiko dari pernikahan dini dikatakan Agus Tantomo, salah satunya adalah pribadi yang belum matang dalam menghadapi masalah rumah tangga. Sehingga tidak sedikit mereka yang menikah dini akhirnya berpisah dan menjadi masalah baru. Usia produktif menurutnya dimanfaatkan waktu untuk pendidikan, karier, pengembangan usaha, mapan dan baru berpikir untuk menuju jenjang pernikahan. Untuk itu persiapan dan perencanaan pernikahan menurutnya sangat penting, termasuk menggelar FGD dengan melibatkan stakeholder yang berperan memberikan pendampingan dan pembinaan kepada remaja. (app)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:15

Banyak Tunggakan di PSAD

TANJUNG REDEB – Walau sudah lama beroperasi, namun sejumlah lapak…

Minggu, 26 Mei 2019 14:09

Terus Pelototi ADK

TANJUNG REDEB – Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:24

Warga Kaltara Ramaikan PSAD

TELUK BAYUR – Jelang lebaran Idulfitri, Pasar Sanggam Adji Dilayas…

Jumat, 24 Mei 2019 14:28

Menjaga Kebersihan Butuh Dukungan Masyarakat

TANJUNG REDEB – Guna mengantisipasi menumpuknya sampah di wilayah permukiman,…

Jumat, 24 Mei 2019 14:27

Cegah Penimbunan dan Lonjakan Harga

TANJUNG REDEB - Menjelang Idulfitri, aparat Polres Berau menurunkan tim…

Jumat, 24 Mei 2019 14:27

Jembatan Parit Lima Dapat Rp 4,7 M

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Rabu, 22 Mei 2019 15:12

Dishub Bakal Panggil Pengusaha Travel

TANJUNG REDEB – Jelang momen mudik Hari Raya Idulfitri 1440…

Selasa, 21 Mei 2019 16:23

Bakal Mondar-mandir di Jalan Menuju Pesisir

TANJUNG REDEB – Pastikan arus mudik lancar, Satuan Lalu Lintas…

Selasa, 21 Mei 2019 16:21

Dumaring Harus Bergerak Cepat

TALISAYAN – Berkunjung ke sejumlah kampung di kawasan pesisir selatan…

Selasa, 21 Mei 2019 16:20

Gempa di Paser Tak Pengaruhi Berau

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*