MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:56
Tekan Inflasi melalui Program Cabai Lorong
INOVASI: Anggota Komisi II DPRD Berau Achmad Rijal ketika berkonsultasi dengan jajaran Dinas Panjang Kota Makassar, sekaligus meninjau langsung pelaksanaan program Cabai Lorong di wilayah permukiman masyarakat, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau Achmad Rijal, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pangan Kota Makassar, beberapa hari lalu.

Dalam kunjungannya, Rijal menyaksikan langsung bagaimana masyarakat perkotaan, turut berkontribusi menjaga ketahanan pangan ibu kota Sulawesi Selatan tersebut. Dengan memanfaatkan ruang terbatas di permukiman, masyarakat Kota Makassar mampu menjalankan program ekonomi yang diberi nama Badan Usaha Lorong (Bulo).

Ya, Kota Makassar yang punya 7.400 lorong atau gang, dimaksimalkan untuk mendorong masyarakat di dalam lorong agar lebih produktif, melalui penanaman tanaman bernilai ekonomis, dengan melibatkan warga, khususnya ibu rumah tangga.

Agar program berjalan dan berkesinambungan, penyuluh-penyuluh dari Dinas Pangan Kota Makassar, ditugaskan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat.

“Peluang itu (tanaman bernilai ekonomis) dilihat oleh Pemkot Makassar untuk dimanfaatkan guna bisa produktif,” katanya kepada Berau Post kemarin.

Program Cabai Lorong yang telah berjalan sejak 2016 tersebut, pemerintah memberikan bantuan anggaran Rp 10 juta untuk setiap lorong. Bantuan dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pupuk, media tanam, pembibitan dan lainnya. Masyarakat di setiap lorong juga sudah membentuk kelompok taninya.

“Tanaman yang diprioritaskan memang cabai atau lombok, karena penanaman dan perawatannya mudah,” terangnya.

Sampai saat ini, lanjut Rijal, sudah lebih dari 500 lorong yang menjalankan program Cabai Lorong. Program itu dinilai berhasil. Karena hasil dari Cabai Lorong dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk dijual.

Program yang melibatkan masyarakat tersebut juga terbukti berhasil menurunkan harga jual cabai di pasar, sekaligus menekan inflasi Kota Makassar. Sebab sebelum program berjalan, harga cabai di pasaran pernah menembus angka Rp 120 ribu per kilogram. “Tetapi setelah cabai lorong menunjukkan keberhasilan, harga cabai menurun sampai Rp 35 ribu per kilogram. Maka tidak heran bila Bank Indonesia, turut mendukung program ini dengan menurunkan anggaran khusus, guna pengembangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Selain komoditas cabai, Kelompok Tani Lorong juga berkeinginan mengembangkan komoditas lain seperti bawang merah. “Dan saat ini permohonannya sedang diverifikasi oleh Dinas Pangan Kota Makassar,” terang politikus Partai NasDem tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Pemkot Makassar mengembangkan program Cabai Lorong, tentu bisa diadopsi Pemkab Berau. “Tentu sangat baik jika bisa diterapkan di Berau. Karena manfaat positif dari program ini sangat banyak sekali,” pungkasnya. (udi)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 14:32

Bentuk Tim Percepatan Kelistrikan

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah menghadiri pertemuan…

Jumat, 24 Mei 2019 14:31

DPRD Konsultasi ke Kemenpan-RB

TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau melakukan…

Jumat, 08 Februari 2019 13:44

Dapat Mobil Dinas, Kinerja Harus Ditingkatkan

TANJUNG REDEB – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*