MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 22 Desember 2018 13:05
Sudah Benar, tapi Tetap Harus Transparan

Proses Seleksi Calon Komisioner KPU Berau

Alfian

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Tudingan tidak profesionalnya tim seleksi (timsel) calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, sempat diutarakan salah satu peserta. Karena dianggap mendiskriminasikan mantan komisioner atau komisioner yang pernah berurusan dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Namun menurut Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bela Negara Antikorupsi (Benak) Alfian, apa yang dilakukan timsel sudah sangat benar. “Saya sependapat apabila timsel mempertimbangkannya. Karena memang komisioner yang berurusan dengan DKPP biasanya nuansanya negatif, atau ada terjadi sebuah pelanggaran," katanya kepada Berau Post, Jumat (21/12).

Sebab, timsel memiliki tugas untuk memilih komisioner yang mengedepankan profesionalitas dan integritas yang tinggi.

Namun Alpian menyarankan agar timsel juga terbuka kepada peserta. Terutama mengenai pertimbangan yang membuat peserta tidak lolos ke tahap selanjutnya. Supaya tidak ada peserta yang protes atau mempersoalkan keputusan timsel yang bisa saja dianggap menyalahi aturan.

"Harus juga transparan, meskipun tidak semua hal harus diungkapkan. Itu untuk menghindarkan adanya protes dari para peserta," tuturnya.

"Dan yang terpenting juga, nantinya keputusan tersebut menghasilkan komisioner KPU Berau yang terbaik dan bisa menjalankan amanat undang-undang sebagai penyelenggara yang baik," tandasnya.

Sebelumnya, proses seleksi calon komisioner KPU Berau periode tahun 2018-2023, masih berlangsung. Sepuluh nama calon telah ditetapkan masuk 10 besar setelah lulus tes kesehatan dan tes wawancara.

Namun, salah satu peserta yang tak lolos ke tahap 10 besar, Mutahar, mengaku sangat kecewa dengan kinerja tim seleksi (timsel) dan menganggapnya tidak profesional.

“Saya tidak mempermasalahkan saya gagal,” katanya kepada Berau Post kemarin (19/12). Tapi dirinya tidak puas. Karena informasi yang didapatkannya, kegagalannya disebabkan adanya tanggapan atau laporan dari masyarakat yang tidak dirincikannya, sehingga membuatnya gagal dalam seleksi komisioner KPU. Tapi selama proses seleksi, timsel tidak pernah mengklarifikasi atas laporan masyarakat tersebut.

Penilaian sepihak itulah yang disebutnya bukanlah tindakan profesional dari timsel. “Karena bisa saja laporan masyarakat itu tidak benar atau bohong,” terangnya.

Dirinya juga merasa adanya indikasi penilaian subjektif oleh timsel, dalam menentukan nama-nama calon komisioner yang masuk 10 besar. “Karena mereka (timsel) memang bilang bahwa tidak akan menerima atau meloloskan komisioner atau mantan komisioner yang pernah berurusan dengan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Dan itu memang terbukti,” ucapnya.

Termasuk bagi dirinya sendiri. Karena Mutahar juga mengakui bahwa dirinya adalah mantan komisioner KPU Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan yang pernah berurusan dengan DKPP.

"Tapi saya pikir hubungannya apa. Karena waktu itu saya di Pangkep bukan di Berau. Makanya saya berpikir timsel ini sangat pro aktif dalam mencari kesalahan calon dan bisa dibilang diskriminatif juga," tuturnya.

Ketua Timsel Komisioner KPU Berau Bambang menjelaskan, pihaknya telah bekerja sesuai petunjuk teknis (juknis) dari KPU RI, terkait pelaksanaan seleksi komisioner KPU.

Mengenai tidak adanya klarifikasi atas laporan masyarakat mengenai peserta seleksi, Bambang menyebut laporan masyarakat  telah disertai bukti nyata dan sudah diketahui pihaknya. Selain itu, informasi mengenai laporan masyarakat tersebut juga bisa diakses masyarakat. Sehingga pihaknya menilai tak perlu menanyakan lagi kepada yang bersangkutan.

"Apabila ada laporan dan kami temukan bukti nyata dan itu bisa diakses semua orang, maka tak perlu kami tanyakan lagi karena semua orang sudah pegang," tuturnya.

Bambang juga menyebut dalam juknis KPU, ada beberapa hal yang tidak bisa dibuka secara transparan kepada semua peserta. Seperti hasil tes psikologis peserta hingga hasil tes kesehatan, karena dianggap privasi. “Ada akses keterbukaan ada juga yang tertutup. Makanya itu tidak ada yang tahu," imbuhnya.

Dirinya juga menegaskan, mengenai alasan lolos atau tidaknya peserta juga bersifat rahasia. “Jadi yang bersangkutan tahu dari mana kalau dia gagal lolos karena itu (laporan masyarakat). Sebenarnya tidak ada yang tahu," terangnya.

Bambang juga menyampaikan, pihaknya tidak pernah memastikan bahwa setiap komisioner maupun mantan komisioner mengikuti seleksi tidak akan lolos jika pernah berurusan dengan DKPP, juga dibantahnya. Namun hal itu tetap menjadi salah satu pertimbangan pihaknya untuk meloloskan peserta.

"Itu juga menjadi salah satu pertimbangan kami sebagai timsel, lalu kami putuskan secara bersama-sama. Karena yang menjadi pertimbangan ini soal integritas, kredibilitas dan kapasitas peserta," pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:07

Perindo Gugat Hasil Pileg Berau

TANJUNG REDEB –Meski proses rekapitulasi dan pengumuman pemenang pemilu telah…

Minggu, 26 Mei 2019 13:56

Ancaman Sanksi Belum Bertaji

TANJUNG REDEB – Geliat usaha sarang burung walet rumahan terus…

Minggu, 26 Mei 2019 13:53

Terlindung dari Marabahaya, Menutup 70 Pintu Keburukan

Bersedekah dapat menghapus dosa. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Sedekah…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:21

NasDem Belum Tentukan Nama

TANJUNG REDEB – Sesuai hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Umum…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:10

Pelaku Usaha Jangan ‘Aji Mumpung’

TANJUNG REDEB - Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Objek…

Jumat, 24 Mei 2019 14:25

Dirut IPB yang Pertama

TANJUNG REDEB – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Bulan Ramadan…

Jumat, 24 Mei 2019 14:24

Masyarakat Berau Jangan Terprovokasi

BUPATI Berau Muharram mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas Bumi Batiwakkal…

Kamis, 23 Mei 2019 14:52

Libur Panjang Lebaran, Pulau Derawan Siap Sambut Wisatawan

DERAWAN – Sambut momen libur lebaran, Pemerintah Kampung Pulau Derawan…

Rabu, 22 Mei 2019 15:11

Tuntut Bisa Bekerja Kembali

TANJUNG REDEB – Puluhan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)…

Rabu, 22 Mei 2019 15:09

Dinkes Harus Berinovasi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Saga, meminta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*