MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Kamis, 27 Desember 2018 13:24
Bujangga yang Tersiksa
Daeng Sikra

PROKAL.CO, ANDAI saja kekuatannya bisa diukur, mungkin semua kendaraan bisa lalu lalang. Tapi, yang membuatpun tidak bisa menjamin sampai di mana kemampuannya.

Punggung Jalan Bujangga, bukan punggung anak muda. Punggung yang dahulu bisa menggendong seusianya. Ibarat manusia, punggung manusia lanjut usia (Manula).

Sebetulnya pagi ini (kemarin, red) saya ingin menikmati nasi kuning di Jalan Isa III. Tapi jalannya begitu. Berlobang, berdebu pula. Ada nasi kuning di depan kantor Catatan Sipil, daging bumbu merahnya enak. Ada juga yang jualan di depan kantor Bank Danamon. Juga sama enaknya. Saya nikmati nasi kuning di depan Kantor Koramil Jalan Aminuddin. Siapa tahu bisa jumpa Pak Panjaitan, kawan saya sejak lama.

Usai menikmati nasi kuning, saya ingin melihat kondisi terkini Jalan Bujangga, tak jauh dari SPBU milik Pak Ucin, yang anggota DPRD itu. Jalan yang dalam beberapa hari terakhir, ramai dibicarakan di media sosial maupun berita utama harian pagi Berau Post. Ada yang bilang, tumbang lagi dihajar truk. Ada yang bilang, sampai akarnya tercabut. Sampai rumah sekitarnya ikut bergetar. Seperti gempa.

Saya tidak bisa membayangkan. Betapa emosinya Pak Abdurrahman, Kepala Dinas Perhubungan. Saya bisa menggambarkan wajah Pak Bupati Muharram ketika pertama kali menerima informasi. Beliau, pasti marah juga. Pasti beliau akan teringat, sebab ini yang selalu menjadi lintasan bila ada acara pertemuan dengan anggota dewan. Beliau pasti ngomel dalam hati. Saya saja ngomel, apalagi Kadishub yang akrab disapa Pak Durahman itu.

Jalan sepanjang 300 meter hingga di depan kantor Inhutani I, memang punya kisah kelam. Sekitar Inhutani I dulu, ada sebutan jalan termahal. Beberapa hari setelah diperbaiki, rusak lagi.  Diperbaiki, sebulan kemudian ambruk lagi. Biayanya mahal pada kondisi keuangan daerah memang tak banyak.

Sama dengan ruas lainnya yang tak jauh dari SPBU itu. Pernah rusak. Diperbaiki rusak lagi. Lalu diperbaiki lagi dengan dukungan dana dari APBN. Secara hitung-hitungan, beban harus dikurangi. Jangan sampai kendaraan besar dan berat, melintas di jalan itu. Mau menempatkan petugas? Saya yakin, anak buah Pak Durahman tak sanggup menjaga 24 jam.

Sebetulnya, kita sudah mendapat latihan yang cukup lama. Mungkin satu tahun lebih. Saat pengerjaan berlangsung, semua kendaraan harus berputar melewati Ring Road (Jalan Sultan Agung) yang jalannya sudah beton. Semua patuh. Bupati Patuh. Wabup juga demikian. Semua pejabat patuh melewati Ring Road.

Warga yang akan ke bandara juga melewati jalan itu. Kalau sepi, hehe, bisa ngebut. Yang sering mengeluh, pengendara motor di malam hari. Warga yang tinggal sekitar Rinding dan Teluk Bayur. Mereka menganggap jalan yang rawan. Padahal, jalannya cukup terang. Saya pikir lebih enak lewat di jalan itu. Bisa lebih singkat tiba di bandara maupun ke Teluk Bayur. Sudah ada jalan baru yang terang dan cantik.

Tapi, pengendara sepertinya lebih nyaman lewat di Jalan Bujangga. Tapi, ada pengecualian. Khusus kendaraan besar, tetap melalui Ring Road. Kendaraan yang enteng dan tidak tinggi, bolehlah lewat Bujangga. Maka dipasanglah portal dengan tambahan rambu 2,5 M. Artinya tinggi maksimal 2,5 meter. Juga rambu 5 T, artinya maksimum berat kendaraan 5 ton. Yakinkah, warga patuh dengan peringatan itu?

Usai perbaikan, kendaraan kecil lewat. Betul kendaraannya kecil, tapi muatannya lemari. Ya, nyangkutlah. Penghalang yang dibuat besi berukuran kecil. Itu hanya simbol saja, agar yang akan lewat bisa melihat. Warnanya cukup terang. kuning dan hitam. Pernah sekali, hanya selang tiga hari sudah dua kali dihantam kendaraan.

Mungkin, ukuran besi penghalangnya yang kecil. Pak Durahman “marah”. Ia lalu mengganti dengan besi baja seperti yang digunakan untuk bangunan bertingkat. Sama dengan penghalang yang dibuat Berau Coal, di depan jembatan menuju salah satu kampung di Gunung Tabur. Penampilannya kuat dan kokoh.

“Ayo, masih adakah yang berani menghajar besi penghalang itu?” komentar warga saat pekerjaan selesai. Sepekan pertama masih aman. Pekan ke dua juga demikian. Kalau tidak salah, usia pekan ke tiga, ada truk berwarna hijau. Menghantam keras. Besi baja yang kuat itu, bengkok. Akarnya yang ditanam bersama beton, juga tercabut. Berapa kekuatan kendaraan yang menghantam itu.

Betapa tersiksanya Jalan Bujangga ini. Sama dengan tersiksanya perasaan Bupati. Apalagi perasaan Pak Durahman. Tapi, mengapa pemilik kendaraan tak juga ikut prihatin, bahwa jalan yang tidak terlalu panjang itu, adalah jalan yang punggungnya tidak kuat lagi. Aturan apa yang harus diterapkan, bila ada kejadian seperti ini.

Besi ukuran kecil dihantam. Besi baja yang tebal, juga dihantam. Jangan-jangan memancing Pak Bupati dan Pak Durahman juga menggunakan tangan “besi”. Hehehe, jangan pak. Ini memang proses. Proses bagaimana warga khususnya pemakai kendaraan besar, bisa sadar. Yang saya khawatir, bila Bujangga yang terus merasakan disiksa, sekali waktu akan membalas. Bujangga bisa juga menyiksa kita, kembali melewati Ring Road. Bertahun-tahun. Ayo pilih mana? (mps/udi)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 14:25

Revitalisasi Kader Ikatan Dalam Regenerasi Kepemimpinan

SETIAP masa pasti ada kepemimpinannya dan setiap pemimpin pasti ada…

Selasa, 22 Januari 2019 14:13

Perjuangan Pak Ir

HARI Sabtu (19/1) saya ikut penerbangan dari Balikpapan ke Kalimarau,…

Kamis, 17 Januari 2019 13:13

Empat Penyebab Anak Tak Bisa Dikendalikan

BELUM lama ini, saya mendapat curahan hati dari pasangan suami…

Rabu, 16 Januari 2019 13:48

13 Ribu Masih Kurang

SAYA harus mengatur rute perjalanan hari Selasa (14/1) kemarin. Sebab,…

Selasa, 15 Januari 2019 12:51

Adipura Pelipur Lara

SAYA harus katakan spektakuler. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya apa…

Senin, 14 Januari 2019 13:57

Pak Sulaiman yang Hebat

CATATAN  hari ini, sebetulnya peristiwa cukup lama. Masih ada sisi…

Minggu, 13 Januari 2019 14:13

Tak Sengaja Bertemu

INI bukan lagu “Tenda Biru”nya Desy Ratnasari. Tapi, ketika saya…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:29

Mengejar Pesawat

TIAP pagi mesti melintas di Jalan Ahmad Yani. Rute tetap…

Jumat, 11 Januari 2019 13:55

Akhirnya Terjawab Juga

SAYA pernah melihat sendiri, bagaimana dengan santainya warga membuang sampah…

Kamis, 10 Januari 2019 12:50

Mundu Tekka

INGAT Mundu? Ya, bagi warga Maratua dan Derawan sangat mengenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*