MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Minggu, 30 Desember 2018 13:51
Terbayar Sudah Rinduku
AKRAB: Sulaiman (kiri) Ismail (kanan) dan Jorjis kepala kampung Tanjung Batu, saat bertemu di rumah Ismail, kemarin (sabtu,29/12).

PROKAL.CO, SEKARANG terserah kita. Mau tiba lebih awal, tiba tepat waktu atau tiba lambat sedikit. Terserah kita. Jalan menuju Tanjung Batu (Ibu kota Kecamatan Pulau Derawan), sudah mulus. Ada lubang kecil, tapi tak lebih dari 10. Pengemudi bisa dengan kecepatan yang ia sukai. Dengan jarak 103 kilometer lebih, bisa ditempuh 2 jam. Lewat darat, sudah sangat nyaman bila hendak liburan ke Pulau Derawan.

Saya tak ada target waktu, kapan berangkat dan jam berapa harus kembali. Makanya, saya sempatkan minum teh susu di warung anak Acil Ona di Jalan Pulau Derawan. Lalu melanjutkan perjalanan, melewati jalan utama. Juga melewati jalan depan Pasar Sanggam Adji Dilayas, yang masih belum sempurna.

Sebetulnya, ada jalan pintas yang bisa hemat sekitar 15 menit. Jalan pintas antara Kampung Samburakat dan Kampung Sembakungan. Karena dalam pengerjaan pengaspalan, sehingga jalan itu terpaksa ditutup. Tetap di jalur utama, yang melewati bursa komoditas Jagung. Banyak yang berbelanja, walau tahun baru masih beberapa hari lagi.

Ada jalan mendaki yang harus hati-hati karena berlubang, sekarang sudah mulus. Ada garis marka berwarna kuning, tak lupa juga ditanam lampu pantul bagi pengendara di malam hari. Tak ada kendaraan karyawan perusahaan. Bus yang sering “merajai” jalanan hingga ke lokasi penambangan batu bara di Lati.

Merancang, menjadi titik lelah. Saya harus mampir. Lama juga tidak jumpa dengan penjualnya. Lama tidak menikmati gogos Merancang.  Pagi hari, biasanya masih panas. Masih sepi, padahal libur akhir pekan.  Hanya ada Pak Harjaka, Kadiskominfo yang akan liburan bersama keluarga. Juga mampir menikmati mi kuah.

Lanjut melewati jalan By Pass Batu-Batu, hingga ke perempatan perusahaan tambang Lati Tanjung Harapan. Tak seperti biasanya.  Tak ada aktivitas pengangkutan batu bara dari lokasi tambang menuju stock pile di tepi sungai Berau. Beberapa karyawan yang biasanya menjaga kendaraan, hanya duduk sambil main catur.

Awalnya, saya ingin mampir di SMK Perikanan. Sebab, katanya ada berbagai fasilitas wisata di dalam kompleks. Tapi, saya urungkan, tak jadi masuk ke dalam kompleks sekolah yang dibangun dengan biaya, hampir sama dengan pembangunan Bandara Kalimarau. Mungkin lebih baik dijadikan perguruan tinggi, atau Politeknik Perikanan atau apalah. kampusnya juga punya fasilitas asrama.

Sekitar kafe tepian juga di dermaga Tanjung Batu, sudah penuh dengan kendaraan. Banyak juga kendaraan luar Berau. Saya membayangkan, betapa penuhnya Pulau Derawan. Dipintu masuk ada loket yang ditempati petugas Pelindo.  Ada beberapa anak muda yang menghadang kendaraan menawarkan angkutan speed boat ke Pulau Derawan.

Pak Camat Kudarat, salah seorang yang lama tidak jumpa, duduk santai di ruang tunggu. Baju merah sewarna dengan sepatu yang dipakainya. Santai sekali. Ia juga bercerita, bila malam pergantian tahun nanti, ia berencana meggelar zikir bersama warga. Tak ada pesta kembang api. Semua warga sepakat. Kegiatan digelar di halaman parkir kantor kecamatan.

Saya berlalu, menuju lokasi wisata Mangrove. Saya tidak masuk mengitari kawasan yang luas trakingnya 1,7 kilometer.  Saya hanya di depan pintu masuk. Belum berkarcis, hanya ada tulisan sumbangan kebersihan. Saya yakin, banyak warga yang berjalan mengitari kawasan wisata itu.

Ada anak muda penuh inspiratif yang juga lama saya rindukan.  Namanya Ismail Mustaming. Anak muda asal Sulawesi Selatan yang kini sukses usaha perikanan. Dan, ia mencoba masuk dalam dunia politik. Banyak nelayan dan warga yang senang. Banyak pendukungnya. Saya yakin, bisa berhasil. Sebagai teman tentu saya ikut mendoakan.

Saya bertemu langsung tiga orang, yang kebetulan bertamu di rumah Ismail. Ada Pak Jorjis, kepala kampung Tanjung Batu. Ada juga Pak Sulaiman, putera Madura yang lebih sering berbahasa bugis. Pak Sulaiman ini nelayan bagan apung. Saya pernah bermalam di bagannya. Wisata yang luar biasa mengasyikkan. Bulan Januari, saya diajak lagi untuk bermalam di bagan. Saya ingat dulu, setelah pulang saya dapat ikan sebanyak 30 kilogram.

Saya berempat dan ada juga warga lainnya, asyik berbincang di rumah Ismail. Banyak hal yang dibahas. Termasuk berbagai program kampung yang sudah mendapat banyak dukungan dari Pemkab. Pak Sulaiman juga merasa bersyukur, sebab hasil tangkapan ikannya juga melimpah. Apalagi, bila bagan yang dibiayai Bank Indonesia rampung, berharap dialah yang mengoperasikan.

Ismail hanya senyum-senyum. Ia memang disukai warga. Banyak membantu. Banyak mengajarkan kepada nelayan, bagaimana menangkap ikan yang ramah lingkungan. Ketika pamit pulang, hehe saya dapat bekal ikan sebanyak 10 kilogram. Ada Kakap Merah dan ikan Cepak. Haha rupanya Pak Ismail tahu juga selera saya, yang suka makan ikan.

Terbayar sudah rinduku.  Rinduku pada warga Tanjung batu. Rinduku pada Pak Kudarat. Rinduku pada Pak Darwis, penjual ikan yang tak pernah lelah. Rinduku pada Pak Ismail dan Pak Jorjis juga Pak Sulaiman. Juga terbayar sudah rinduku, menikmati ikan bakar di kafe tepian. Ikan bakar Ketambak, Arut , Gembung laki yang digoreng serta Cumi-Cumi tepung. Sambalnya terlalu pedas. Tak apa, ini juga yang kurindukan.(mps/app)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 14:25

Revitalisasi Kader Ikatan Dalam Regenerasi Kepemimpinan

SETIAP masa pasti ada kepemimpinannya dan setiap pemimpin pasti ada…

Selasa, 22 Januari 2019 14:13

Perjuangan Pak Ir

HARI Sabtu (19/1) saya ikut penerbangan dari Balikpapan ke Kalimarau,…

Kamis, 17 Januari 2019 13:13

Empat Penyebab Anak Tak Bisa Dikendalikan

BELUM lama ini, saya mendapat curahan hati dari pasangan suami…

Rabu, 16 Januari 2019 13:48

13 Ribu Masih Kurang

SAYA harus mengatur rute perjalanan hari Selasa (14/1) kemarin. Sebab,…

Selasa, 15 Januari 2019 12:51

Adipura Pelipur Lara

SAYA harus katakan spektakuler. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya apa…

Senin, 14 Januari 2019 13:57

Pak Sulaiman yang Hebat

CATATAN  hari ini, sebetulnya peristiwa cukup lama. Masih ada sisi…

Minggu, 13 Januari 2019 14:13

Tak Sengaja Bertemu

INI bukan lagu “Tenda Biru”nya Desy Ratnasari. Tapi, ketika saya…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:29

Mengejar Pesawat

TIAP pagi mesti melintas di Jalan Ahmad Yani. Rute tetap…

Jumat, 11 Januari 2019 13:55

Akhirnya Terjawab Juga

SAYA pernah melihat sendiri, bagaimana dengan santainya warga membuang sampah…

Kamis, 10 Januari 2019 12:50

Mundu Tekka

INGAT Mundu? Ya, bagi warga Maratua dan Derawan sangat mengenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*