MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 04 Januari 2019 00:42
4 Sengketa Diselesaikan di Pengadilan HI
Sony Perianda

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, menangani sekitar 60 sengketa yang melibatkan perusahaan dengan tenaga kerja sepanjang 2018.

Dari jumlah sengketa tersebut, dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Penyelesaian dan Perselisihan Hubungan Industrial, Disnakertrans Berau, Sony Perianda, pelapornya mayoritas dari pekerja perusahaan pertambangan.

“Dari angka itu, 20 kasus di antaranya belum selesai. Karena jujur dengan jumlah kami yang terbatas, makanya masih ada yang belum selesai,” katanya kepada Berau Post, Kamis (3/1).

Dalam menangani satu kasus, disebutnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Pasalnya, saat mendapat pengaduan, pihaknya akan terlebih dahulu menganjurkan musyawarah antara pekerja dengan perusahaan dalam kurun waktu 30 hari.

Bila tidak menemukan titik temu, barulah pihaknya mengundang masing-masing pihak untuk melakukan klarifikasi. “Dari banyaknya kasus yang ada, paling banyak antara tenaga kerja dengan perusahaan pertambangan yang bermasalah. Baik itu kontrak yang tidak diberikan, menyalahi aturan, hingga yang tidak diperpanjang,” sebutnya.

Setelah melakukan klarifikasi, dalam waktu 10 hari pihaknya harus mengeluarkan putusan berupa anjuran terhadap kedua belah pihak. Namun, bila salah satu pihak tidak terima atas anjuran tersebut, mekanisme selanjutnya adalah ke peradilan hubungan industrial.

"Dan dari kasus yang sudah kami tangani, hanya empat kasus yang lanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial di Samarinda,” terangnya.

Untuk menunjang tugas dan tanggung jawab pihaknya, tambahan dua mediator saat ini, diyakini pekerjaan rumah (PR) sengketa yang belum selesai ditangani, bisa cepat dituntaskan. Termasuk laporan-laporan sengketa ketenagakerjaan yang akan masuk di tahun ini. Yang jelas, pihaknya selalu berusaha agar persoalan segera diselesaikan dengan tidak merugikan semua pihak.

"Kalau bisa segera diselesaikan sebelum mediasi lebih baik. Tapi kalaupun perlu dimediasi, kami selalu berusaha melakukannya secara informal supaya tidak kaku," pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 12:51

Wisata Kuliner di Kabupaten Ini Stagnan

TANJUNG REDEB - Wacana pembangunan wisata kuliner yang sempat dicanangkan…

Selasa, 19 Maret 2019 12:47

Ratusan Karyawan Demo, Ini yang Diminta Mereka

TANJUNG REDEB - Ratusan pekerja tambang batu bara PT Sapta…

Selasa, 19 Maret 2019 12:45

PH Minta Terdakwa Dibebaskan

TANJUNG REDEB – Terdakwa Ardiansyah dan Roberto yang tersandung kasus…

Selasa, 19 Maret 2019 12:40

Drainase Perkotaan Ditarget Rampung Mei

TANJUNG REDEB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 18 Maret 2019 14:51

Proyek MYC Mantaritip Terancam Molor

TANJUNG REDEB -Tahun ini merupakan tahun penyelesaian bagi 10 proyek…

Senin, 18 Maret 2019 14:50

Bupati Tunggu Hasil Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Aksi semena-mena yang dilakukan Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 17 Maret 2019 01:47

Kawasan Budidaya Kehutanan Terlanjur ‘Dikuasai’ Masyarakat

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram meminta pihak kecamatan melakukan…

Minggu, 17 Maret 2019 01:45

Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:56

Pertamina Ultimatum Pengetap BBM

TANJUNG REDEB - Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bakal…

Jumat, 15 Maret 2019 15:02

Polisi Masih Kejar Perampok Walet

TANJUNG REDEB – Dua dari 4 pelaku perampokan sarang burung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*