MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 04 Januari 2019 00:42
4 Sengketa Diselesaikan di Pengadilan HI
Sony Perianda

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, menangani sekitar 60 sengketa yang melibatkan perusahaan dengan tenaga kerja sepanjang 2018.

Dari jumlah sengketa tersebut, dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Penyelesaian dan Perselisihan Hubungan Industrial, Disnakertrans Berau, Sony Perianda, pelapornya mayoritas dari pekerja perusahaan pertambangan.

“Dari angka itu, 20 kasus di antaranya belum selesai. Karena jujur dengan jumlah kami yang terbatas, makanya masih ada yang belum selesai,” katanya kepada Berau Post, Kamis (3/1).

Dalam menangani satu kasus, disebutnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Pasalnya, saat mendapat pengaduan, pihaknya akan terlebih dahulu menganjurkan musyawarah antara pekerja dengan perusahaan dalam kurun waktu 30 hari.

Bila tidak menemukan titik temu, barulah pihaknya mengundang masing-masing pihak untuk melakukan klarifikasi. “Dari banyaknya kasus yang ada, paling banyak antara tenaga kerja dengan perusahaan pertambangan yang bermasalah. Baik itu kontrak yang tidak diberikan, menyalahi aturan, hingga yang tidak diperpanjang,” sebutnya.

Setelah melakukan klarifikasi, dalam waktu 10 hari pihaknya harus mengeluarkan putusan berupa anjuran terhadap kedua belah pihak. Namun, bila salah satu pihak tidak terima atas anjuran tersebut, mekanisme selanjutnya adalah ke peradilan hubungan industrial.

"Dan dari kasus yang sudah kami tangani, hanya empat kasus yang lanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial di Samarinda,” terangnya.

Untuk menunjang tugas dan tanggung jawab pihaknya, tambahan dua mediator saat ini, diyakini pekerjaan rumah (PR) sengketa yang belum selesai ditangani, bisa cepat dituntaskan. Termasuk laporan-laporan sengketa ketenagakerjaan yang akan masuk di tahun ini. Yang jelas, pihaknya selalu berusaha agar persoalan segera diselesaikan dengan tidak merugikan semua pihak.

"Kalau bisa segera diselesaikan sebelum mediasi lebih baik. Tapi kalaupun perlu dimediasi, kami selalu berusaha melakukannya secara informal supaya tidak kaku," pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 15:25

Jaksa Kesulitan Hadirkan Saksi

TANJUNG REDEB – Lima terdakwa perkara penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu…

Senin, 17 Juni 2019 15:09

Berani Jual Langsung Disita

TANJUNG REDEB – Pembentukan tim pengawas untuk mengatasi keberadaan pengetap…

Minggu, 16 Juni 2019 00:49

Sepekan, 2.000 Orang Serbu Wisata Mangrove

PULAU DERAWAN - Objek wisata Hutan Mangrove di Kampung Tanjung…

Minggu, 16 Juni 2019 00:48

Penyu Betina Ditemukan Mati Mengenaskan

PULAU DERAWAN – Seekor penyu hijau ditemukan mati di salah…

Sabtu, 15 Juni 2019 14:15
Kritik Pemerintah dengan Cara Anti Mainstream

Jalan Rusak Penuh Lumbur Dijadikan Tempat Berendam dan Mandi

Mungkin masyarakat sudah cukup lelah melihat kondisi Jalan Poros Tanjung…

Sabtu, 15 Juni 2019 00:14

Mandor CV Mutiara Ditemukan Tewas

GUNUNG TABUR - Mandor CV Mutiara Segah, salah satu perusahaan…

Sabtu, 15 Juni 2019 00:13

KUPP Segera Tetapkan Jumlah Kapal Tunda

TANJUNG REDEB – Pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung…

Sabtu, 15 Juni 2019 00:13

Gaji dan Insentif Terlalu Rendah, Dokter Ngga Minat Tugas di Berau

TANJUNG REDEB – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Abdul Rivai…

Jumat, 14 Juni 2019 16:27

Peduli Kemanusiaan, PMI Gencarkan Donor Darah

TANJUNG REDEB – Aktivitas donor darah pada masyarakat Bumi Batiwakkal…

Jumat, 14 Juni 2019 16:22

Pengetap Makin Meresahkan Warga Berau

TANJUNG SELOR – Pengetap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi semakin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*