MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 04 Januari 2019 00:51
Ketersediaan Blangko Jadi Kendala

Lambannya Pencetakan KTP-el di Disdukcapil

SEMENTARA: Bagi masyarakat Berau yang sudah merekam KTP-el namun belum tersedia blangko untuk dicetak, Disdukcapil akan memberikan surat keterangan yang fungsinya sama dengan KTP-el.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB- Keluhan Sekretaris Kampung Teluk Sulaiman Risno Kiay terkait tak maksimalnya pencetakan KTP elektronik (KTP-el), mendapat tanggapan dari Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, M Syafei.

Dijelaskan Syafei, pihaknya bukan tanpa upaya dalam mengakomodir keinginan masyarakat dalam memiliki KTP-el. Hanya saja kata dia, yang perlu dipahami adalah hingga kini pihaknya masih terkendala dengan ketersediaan blangko.

"Mengenai keluhan masyarakat untuk pemilikan KTP elektronik, kami memakluminya," ujarnya kepada Berau Post, Kamis (3/1) kemarin.

Lanjutnya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Berau saja. Bahkan hampir seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, juga mengalami kendala serupa dalam mencetak KTP-el.

"Ini juga menjadi masalah seluruh Disdukcapil se-Kaltim. Semua kekurangan blangko, sedangkan masyarakat masih banyak memegang surat keterangan sebagai pengganti KTP-el sementara," ungkapnya.

Kendati begitu, bukan berarti surat keterangan tersebut terbatas penggunaannya. Dijelaskannya, bahwa surat keterangan bisa digunakan oleh pemegangnya layaknya KTP-el, hingga selesai dicetak.

"Dari segi fungsi dan penggunaannya juga sama dengan KTP-el. Makanya sebelum KTP-el jadi, kami berikan suket untuk pegangan," terangnya.

Ketika ditanya, kapan blangko untuk KTP-el datang, hal itu dikatakannya masih belum bisa dipastikan. Akan tetapi, pihaknya akan terus mengupayakan semua masyarakat yang telah melakukam perekaman dapat segera memiliki KTP-el.

Ia menambahkan, untuk mencukupi permintaan masyarakat terkait KTP-el setidaknya memerlukan 15 ribu blangko. Sementara lanjut Syafei, blangko yang setiap kali datang hanya berkisar 2 ribu.

"Itu pun datangnya tidak tentu, kadang 2 bulan, 3 bulan sekali. Kadang juga 4 sampai 5 bulan. Baru juga yang datang kadang tidak sampai 2 ribu. Tapi kita tetap berupaya agar semua warga berau bisa memiliki KTP-el," tandasnya.

Sebelumnya, Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, dikeluhkan. Kali ini keluhan tersebut datang dari Sekretaris Kampung Teluk Sulaiman, Risno Kiay.

Ia menilai, pelayanan dari Disdukcapil tersebut terkesan tidak maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakan Risno, pada Rabu (2/1), ketika dirinya membawa surat keterangan salah seorang warganya untuk ditukarkan dengan KTP-el di Disdukcapil, bukannya mendapatkan apa yang diinginkan, malah terjadi perdebatan antara ia dan petugas Disdukcapil, lantaran KTP-el yang diminta ternyata belum selesai dicetak.

"Saya bertanya, apakah KTP-el warganya yang ada di surat keterangan sudah di cetak atau belum? petugasnnya menjawab belum. Saya balik bertanya, kenapa belum di cetak sedangkan surat keterangan ini keluar sejak April 2018. Artinya, sejak perekaman sampai dengan saat ini sudah 8 bulan belum ada selesai," bebernya.

Sementara lanjut dia, salah seorang petugas lainnya mengatakan hal itu adalah kesalahan pihak pemerintah kampung, karena selama ini tidak datang ke Disdukcapil melakukan pengecekan apakah blanko KTP-el  itu masih ada atau tidak.

"Saya jawab ini sudah yang ke-3 kalinya kami datang untuk ngecek. Tapi, selalu alasan petugas blanko KTP-el kosong. Saya sempat debat dengan petugas Capil," jelasnya.

Bahkan, kata dia,  ketika ditanya terkait kapan KTP-el warganya tersebut selesai dicetak, petugas pun juga tidak bisa memastikannya. Sementara, pemerintah kampung setempat, atau yang bersangkutan dituntut untuk selalu melakukan pengecekan. Dengan jarak yang cukup jauh tentu menjadi beban tersendiri, khususnya bagi masyarakat, dan biaya yang tidak sedikit tentu sangat memberatkan masyarakat.

"Kami datang ke Tanjung Redeb dengan biaya yang tidak murah. karena 1 kali perjalanan minimal kami menghabiskan dana Rp 500 ribu sementara belum ada kepastian apakah KTP-el ini sudah tercetak atau belum," jelasnya.

Ia mengakui, betapa sulitnya memperoleh KTP-el, terlebih bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat kota. Padahal, saat ini hampir semua urusan, syarat pertama dan utama adalah memiliki KTP-el.

"Memang begitu sulitkah? untuk memperoleh KTP-el bagi kami masyarakat yang jauh dari pusat pemerintahan. Karena harus selalu datang ke kantor Disdukcapil hanya sekadar memastikan apakah KTP-el kita sudah dicetak atau belum," jelasnya.

Menurur Risno, keluhan tersebut bukan kali pertama terjadi. Meskipun kerap mengalami kendala, pihaknya tetap akan membantu untuk mewujudkan impian warga

"Selain saya, ada juga warga yang mengeluhkan hal yang sama di Facebook. Saya juga sebagai bagian dari Pemerintah Kampung Teluk Sulaiman tetap akan memperjuangkan hak dari masyarakat kami," tandasnya. (*/sht/app)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 14:51

Asyik Nyabu, Tiga Pria Dicokok Polisi

TANJUNG REDEB – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau…

Kamis, 24 Januari 2019 14:47

Agus Tantomo Nakhodai PMI Berau

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Agus Tantomo kembali dipercaya…

Kamis, 24 Januari 2019 14:44

Thamrin Bantah Isu Pemotongan Gaji Anggota Damkar

TANJUNG REDEB – Media sosial (Medsos) sedikit heboh oleh pernyataan…

Kamis, 24 Januari 2019 14:42

Minta Lahan Eks PT NAS Dikelola Kampung

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus memproses persoalan lahan…

Kamis, 24 Januari 2019 14:41

Jembatan Menuju Makam Raja Alam Perlu Dibenahi

BATU PUTIH – Kondisi Jembatan kecil di depan Taman Makam…

Kamis, 24 Januari 2019 13:33

Saksi Banyak Lupa, Terdakwa Merasa Dirugikan

TANJUNG REDEB – Penasihat Hukum terdakwa R dan AR menilai…

Rabu, 23 Januari 2019 12:34

Sisi Laut Rampung, Darat Masih Finishing

TANJUNG REDEB - Progres pekerjaan dermaga speedboat di depan Taman…

Rabu, 23 Januari 2019 12:32

2018, KUPP Berau Setor PNBP Rp 72 Miliar

TANJUNG REDEB – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ditarik…

Rabu, 23 Januari 2019 12:30

Penderita DBD di Batu Putih Bertambah

BATU PUTIH – Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di…

Rabu, 23 Januari 2019 12:30

Kampung Biatan Ilir Usulkan Pasar

TALISAYAN – Pacu geliat ekonomi masayarakat Kepala Kampung Biatan Ilir,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*