MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 08 Januari 2019 12:38
Vaname dari Karangan
SEGAR-SEGAR: Penulis (kanan) bersama Wabup Agus Tantomo melihat hasil tangkapan nelayan di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar.

PROKAL.CO, JANGAN lihat sekarang. Tapi, tunggu tiga tahun ke depan. Sinar terang memancar dari pesisir. Dari Kampung Karangan, Kecamatan Biatan. Kampung yang selama ini diam, akan menggeliat. Akan menyinari daerah sekitarnya.

Saya tidak mengarang. Tapi, memang nama kampungnya Karangan. Kalau menuju pesisir, akan melewati kampung ini, tepat di tepi jalan. Masuk dalam wilayah Kampung Biatan Ulu. Karena di tepi jalan itulah, warga hanya bisa memandang, bila truk besar memuat kelapa sawit lewat di depan mata warga. Juga iring-iringan mobil tangki yang mengangkut minyak sawit.

Bisa jadi, karena nama kampung Karangan, kondisi lahannya banyak batu karang. Banyak bukit berbatu. Yang tak cocok ditumbuhi kelapa sawit. Diam-diam warga Karangan menyimpan rasa cemburu yang mendalam. Cemburu, karena di wilayah mereka tak ada usaha kebun kelapa sawit. Praktis, warga tak punya lahan plasma.

Ada perusahaan kebun kelapa sawit, tapi tidak masuk dalam wilayah mereka.  Posisinya di Biatan Ilir. Berseberangan jalan. Jangankan lahan, mungkin bagian untuk memperoleh dana pembangunan masyarakat, juga tak mengalir ke warga.

Saya tidak menelisik hingga ke wilayah terluarnya. Tapi yang saya tahu, banyak warga yang sejak lama menggeluti usaha perikanan. Banyak warga yang berusaha dalam pengolahan terasi, yang diangkut ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Masih terlalu sedikit hasil yang didapatkan nelayan pencari udang untuk bahan pembuatan terasi.

Saya salut dengan tingkat kesabaran warga. Sabar melihat daerah lainnya ditumbuhi pohon sawit. Sementara di daerahnya tidak. Tapi, sebentara lagi kesabaran warga Karangan akan terjawab. Kampung ini, akan ada usaha baru yang benar-benar memanfaatkan potensi lahan mereka yang tersedia.

Mereka tidak pernah tahu sebelumnya, bahwa ada mantan menteri yang diam-diam berkunjung ke daerah mereka. Namanya, Dahlan Iskan. Beliau yang diam-diam datang. Berperahu menelusuri anak sungai. Untung beliau tidak tahu, kalau anak sungai yang ditelusuri itu, hehe banyak buayanya. Beliau pemberani. Semangatnya seperti Joko Tingkir. Kalaupun buaya nampak, takkan menyurutkan niat.

Itu kunjungan perdana. Tak akan ada lagi kunjungan keduanya, untuk meyakinkan layak dan tidaknya lokasi itu. Pak Dahlan langsung jatuh cinta. Ini lokasi yang cocok.  Sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya. Dekat sungai berair asin dan hamparan lahannya nan luas. Jadi!!

Sekali lagi, saya bukan mengarang. Indonesia nan luas. Banyak tempat yang mungkin sama dengan kampung Karangan, yang dikunjungi Pak Dahlan. Tapi, mengapa jatuh ke pilihan di tempat ini. Itulah hebatnya Kampung Karangan.

Inilah yang disambut Wabup Agus Tantomo, untuk segera eksen. Saya juga diajak untuk menyaksikan eksen itu. Meyakinkan kepada warga bahwa apa yang direncanakan Pak Dahlan, perlu disambut. Tentu dengan beberapa kesepakatan dengan warga. Dan eksen Pak Wabup hebat. Semua happy ending. Warga setuju. “Kami sudah capek dalam kesabaran, agar kampung kami juga ada kegiatan yang memberikan pendapatan,” kata salah seorang warga.

Skenarionya, lahan yang ada, sekitar 200 hektare akan disulap menjadi tambak. Potensi lahan yang tersedia pada hamparan itu, sekitar 1.000 hektare. Tambak yang akan menerapkan teknologi. Warga selain ikut selaku pekerja, juga akan memperoleh jasa dari setiap panen tambak. Sebanyak 70 persen warga Karangan akan dilibatkan. Selebihnya dari luar kampung.

Bagaimana teknologinya, warga sudah banyak tahu. Seperti yang diterapkan di Mantaritip, milik Haji Nasir yang juga anggota DPRD itu. Tapi menggunakan terpal untuk menutupi kolam tambak. Yang akan diterapkan di Karangan, kolam berbeton. Mirip kolam renanglah.  Di kolam inilah yang akan ditebar bibit udang bernama Vaname. Soal udang Vaname, warga juga sudah tahu.

Betapa gembiranya warga Karangan. Juga betapa senangnya Pak Agus, yang bisa membuat warganya tersenyum. Bagaimana luasnya 200 hektare untuk dibuat menjadi tambak. Tak terbayangkan oleh warga. Ada juga yang punya tambak tradisional yang luasnya tidak lebih dari 3 hektare. Itupun sudah terseok-seok saat menggarapnya.

Tahun depan, mobilisasi alat dimulai.  Warga setuju, akan segera disampaikan kepada Pak Dahlan yang juga selaku pemodal. Saya memperkirakan tiga tahun sudah ada terlihat mata. Mungkin juga kelamaan.

Bila itu terwujud, tambak Karangan menjadi terbesar di Kalimantan Timur dan Utara. Dan udang Vaname, akan menjadi komoditas ekspor yang bisa membuat warga sejahtera.

Sepulang dari Karangan, selain mampir di Kampung Semurut untuk mengambil ikan dan udang. Saya dan Pak Agus mampir di tambak Haji Nasir. Saya tidak bisa membayangkan, punya Pak Haji Nasir saja yang hanya 6 hektare, luasnya minta ampun. Bagaimana kalau 200 hektare di Kampung Karangan. Mungkin kalau saya menjerit, suara saya tidak terdengar hingga ke ujungnya. (mps/udi)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 14:16

Nyaman Juga Rasanya

TERKADANG dihadapkan pada situasi yang harus memilih. Tergantung tingkat kesabaran.…

Selasa, 18 Juni 2019 19:32

Wisata Syariah di Pantai Losari

JANGAN pernah ragu bila ingin berlama-lama di sepanjang Pantai Losari,…

Senin, 17 Juni 2019 15:32

Sup Ubi Nostalgia

LOKASI tak lagi masalah. Walaupun kadang-kadang jadi pertimbangan untuk membuka…

Minggu, 16 Juni 2019 00:47

Salah Masuk Antrean

MASING-MASING daerah tentu ada satu tempat yang menjadi favorit warganya.…

Sabtu, 15 Juni 2019 00:12

Tertolong Poin Garuda

PULANG kampung jadi repot ketika akan pulang. Tidak tahu, kalau…

Jumat, 14 Juni 2019 16:08

Satu Harga Tiga Rasa

TAK susah untuk menikmati Pisang Epe alias pisang gapit. Datang…

Kamis, 13 Juni 2019 15:01

Menanti Senja di Pantai Losari

APA yang paling dinantikan saat berada di Pantai Losari, Makassar?…

Rabu, 12 Juni 2019 15:33

Pertemuan Dua Daeng

INGIN terkenal dan dikenal, banyak jalannya. Tak perlu ke Jakarta…

Selasa, 11 Juni 2019 13:51

Namanya Buroncong

JUMLAHNYA banyak sekali. Saya tak bisa menyebut satu persatu, nama…

Senin, 10 Juni 2019 14:35

Merantau di Kampung Sendiri

BAGI banyak orang, merantau tentu sebagai hal yang mengasyikkan. Bahkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*