MANAGED BY:
JUMAT
19 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 19 Januari 2019 13:10
KENAPA INI..?? Kepala Kampung Dihajar Warga Sampai Babak Belur

Karena Menegur Warga yang Menjemur Jagung di Masjid

PROKAL.CO, TALISAYAN – Kepala Kampung Purnasari Jaya, Kecamatan Talisayan, Sugiono, jadi sasaran amukan warganya sendiri, Jumat (18/1). Kejadian yang terjadi usai salat Jumat tersebut, diduga dipicu kesalahpahaman.

Dari informasi yang dihimpun Berau Post, sebelum peristiwa tersebut terjadi, korban yang datang ke Masjid Al Mujahidin untuk salat Jumat berjamaah, melihat warganya berinisial Di, menjemur biji jagung di halaman masjid. Melihat itu, korban lantas menegur dan meminta Di segera memindahkan biji jagung tersebut agar tidak mengganggu jamaah.

Diungkapkan salah seorang saksi mata yang menolak namanya dikorankan, aksi pemukulan terjadi setelah korban selesai menunaikan salat Jumat. Karena usai salat, korban masih melihat hamparan biji jagung dijemur di halaman masjid. Saat menegur kembali, rekan Di berinisial As, lantas melayangkan bogem mentah kepada Sugiono, yang akhirnya memicu aksi pengeroyokan oleh As, Di dan rekannya yang lain.

"Sebelumnya memang sudah diperingati. Nah pas memberikan peringatan kedua, ia (Sugiono) dikeroyok. Mungkin sempat cekcok atau ada kata provokasi sehingga korban dikeroyok. Sekitar 4 atau 5 orang lah,” katanya kepada Berau Post kemarin.

Untungnya, aksi pengeroyokan tak berlangsung lama. Sebab, masih banyak jamaah yang baru selesai salat Jumat, langsung mengamankan korban dari aksi pengeroyokan.

Setelah berhasil dilerai, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pratama Talisayan untuk mendapat pengobatan sekaligus dilakukan visum, dan dilanjutkan membuat laporan ke polisi.

"Yang ngeroyok memang lawannya saat pilkakam (pemilihan kepala kampung) kemarin. Kabarnya dibawa ke polisi dan diselesaikan di sana," terangnya.

Berdasarkan pantauan Berau Post di Mapolsek Talisayan, As bersama sejumlah pelaku lainnya telah diamankan, dan sejumlah saksi juga dikumpulkan untuk dimintai keterangan oleh polisi. Camat Talisayan David Pamudji beserta sejumlah stafnya, juga tampak di Mapolsek Talisayan.

Dari keterangan Sugiono, pengeroyokan tersebut terjadi saat jamaah baru membubarkan diri dari masjid. Ia juga mengatakan sempat menegur aktivitas penjemuran jagung itu karena dinilainya, halaman masjid bukan untuk tempat menjemur jagung.

"Saya juga tidak tahu apabila selain masalah ini, dia (As) ada masalah lain dengan saya. Karena sebelum kejadian ini, dia sering bertamu ke rumah," ungkapnya saat bercerita dengan aparat kecamatan yang hadir.

Ia mengaku, sempat dipukul di bagian mulut dan kepala. Meskipun sempat berusaha membela diri, namun As yang dibantu warga lainnya berhasil memojokkannya sehingga beberapa pukulan mendarat di wajahnya.

"Pas As mukul sekali, sempat saya tangkis. Tapi yang lain juga ikut mukul, saya tidak bisa lagi menahannya. Bibir saya juga sempat berdarah. Tadi saya juga sudah periksakan dokter untuk visum," terangnya.

Ia juga mengatakan, aksi penganiayaan yang dilakukan As bersama rekannya, akan terus diproses secara hukum. "Iya, akan saya lanjutkan kasusnya," kesalnya.

Sementara itu Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid menjelaskan, persoalan tersebut diduga karena salah paham antara korban dengan pelaku pengeroyokan. "Kita menduganya hanya salah paham," bebernya

Kendati demikian, saat ini pihaknya masih memeriksa saksi dan pelaku pengeroyokan. "Saat ini masih dilakukan penyelidikan, baik itu meminta keterangan saksi, pelaku, maupun korban. Jadi belum bisa kita sampaikan hasilnya," jelasnya.

Apakah kasus tersebut bakal diproses? Ditanya demikian, Faisal menyebut hal itu tergantung korban sebagai pelapor. Menurutnya, pelaku bisa dikenakan pasal penganiayaan apabila dalam pemeriksaan telah memenuhi unsur yang diperlukan. Karena apapun alasan pelaku, aksi kekerasan yang dilakukan kepada korban adalah salah. (*/sht/udi)


BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 10:57

Target Partisipatif Pemilih 75 Persen

MESKIPUN terdapat beberapa kendala, namun Wakil Bupati Berau Agus Tantomo…

Jumat, 19 April 2019 10:50

Dua Kontraktor Jalani Persidangan

TANJUNG REDEB - Dua kontraktor yang terseret kasus dugaan tindak…

Jumat, 19 April 2019 10:48

Dikira Batang Pohon, Ternyata Bangkai Paus

PULAU DERAWAN – Warga Pulau Derawan dibuat heboh dengan ditemukannya…

Kamis, 18 April 2019 14:59

Warga Rutan Gagal Nyoblos

WAJAH kecewa juga tak bisa disembunyikan para warga binaan di…

Kamis, 18 April 2019 14:57

Pemilu Paling Krusial

TANJUNG REDEB – Pertama dalam sejarah pesta demokrasi di Indonesia.…

Kamis, 18 April 2019 14:45

Kehabisan Surat Suara, Warga Protes KPU

SEJUMLAH kendala mewarnai pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) 2019 di…

Rabu, 17 April 2019 11:41

Berau Nihil Pelanggaran Pemilu

TANJUNG REDEB – Masyarakat Kabupaten Berau patut berbangga, di tengah…

Selasa, 16 April 2019 14:22

Awasi Wartawan Asing Berseliweran

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 menjadi…

Selasa, 16 April 2019 14:13

Plafon RSUD dr Abdul Rivai Runtuh

TANJUNG REDEB – Plafon ruang dahlia Rumah Sakit Umum Daerah…

Selasa, 16 April 2019 14:10

Hari Ini KPU Rampungkan Pendistribusian Logistik

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau klaim pihaknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*