MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 10 Februari 2019 14:26
Hari Ini, Pertamina Turunkan Harga Premium

Mengintip Sepak Terjang Pemerintah ‘Mainkan’ Isu BBM

NAIK-TURUN: Sejak beberapa waktu lalu, harga BBM terus berpolemik terutama beberapa kali direncanakan naik, namun kembali dibatalkan oleh pemerintah lantaran desakan masyarakat yang begitu tinggi.

PROKAL.CO, class="p1">Tepat 4 bulan lalu, 10 Oktober 2018, kegaduhan menyeruak saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan kenaikan harga premium dari Rp 6.550 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Alasannya, karena harga minyak dunia terus naik.

 

 

SATU jam kemudian, rencana naik harga itu dibatalkan. Tiga hari kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi penjelasan jika pembatalan itu dilakukan karena mempertimbangkan dampaknya pada inflasi dan faktor daya beli masyarakat.

 

Setelah 4 bulan lalu batal naik, kali ini Pertamina kembali menyesuaikan harga BBM jenis premium. Tapi tidak naik, melainkan turun harga. 

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas'ud Khamid mengatakan, penyesuaian harga BBM dilakukan mulai 10 Februari 2019 Pukul 00.00 waktu setempat (WIT, Wita dan WIB). Kebijakan ini diambil menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika. “Selain itu, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli,” ujarnya melalui keterangan resmi tadi malam (9/2).

 

Sebelumnya, harga premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali ditetapkan sebesar Rp 6.550 per liter. Sedangkan di wilayah luar Jawa, Madura, Bali sebesar Rp 6.450 per liter. Mulai hari ini, harga premium di Jawa, Madura, Bali turun menjadi Rp 6.450 per liter. “Jadi sama dengan harga di luar Jawa Madura Bali,” sebut Mas'ud.

 

Awal tahun ini, tren harga minyak dunia memang cenderung turun dibanding tahun 2018 lalu. Data Bloomberg menunjukkan harga minyak jenis WTI di pasar New York Mercantile Exchange (Nymex) yang menjadi acuan global, sepanjang Februari ini bergerak di kisaran USD 52 - 55 per barel. Harga ini sebenarnya naik sedikit dibanding harga periode Januari 2019 yang ada di rentang USD 46 - 54 per barel.

 

Namun jika dibandingkan harga 2018 memang menunjukkan penurunan signifikan. Sejak awal 2018, harga minyak bergerak di kisaran USD 60an per barel, lalu mencapai puncaknya pada Oktober 2018 di level USD 76 per barel. Sejak itu, mulai November hingga Desember, harga minyak dalam tren turun hingga rekor paling rendah pada 24 Desember di level USD 42 per barel.

 

Sementara itu, nilai tukar rupiah memang menunjukkan tren penguatan. Sepanjang Desember 2018, nilai tukar ada di kisaran Rp 14.300 - 14.600 per USD. Namun pada Januari 2019, rupiah menguat ke kisaran Rp 14.000 - 14.200 per USD. Lalu, sejak Februari 2019 kembali menguat ke level Rp 13.900 per USD.

 

Media Communication Manager PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menambahkan, penurunan harga dilakukan tak hanya pada BBM jenis premium. Dia menyebut, Pertamina juga menurunkan harga bahan bakar khusus (BBK) jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, Solar non-subsidi, dan minyak tanah non-subsidi. 

 

"Harga BBK ini bisa berbeda-beda di tiap wilayah, tergantung besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang diberlakukan di wilayah tersebut," jelasnya saat dihubungi tadi malam.

 

Untuk Jawa, Madura, dan Bali, per hari ini 10 Februari pukul 00.00 WIB, harga Pertalite tetap sama, yakni Rp 7.650 per liter. Sedangkan Pertamax turun dari Rp 10.200 per liter menjadi Rp 9.850 per liter. Pertamax Turbo dari Rp 12.000 per liter menjadi Rp 11.200 per liter.

 

Adapun Dexlite turun dari Rp 10.300 per liter menjadi Rp 10.200 per liter. Pertamina Dex dari Rp 11.750 per liter menjadi Rp 11.700 per liter. Solar nonsubsidi tetap Rp 9.600 per liter dan Minyak tanah nonsubsidi turun dari Rp 10.670 per liter menjadi Rp 10.560 per liter.(nis/jpg/asa)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 13:30

Server KPU Diretas

TANJUNG REDEB – Komisioner bagian data Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Senin, 22 April 2019 13:27

Tersangka Sabu 7 Kg Dikembalikan ke Polres

TANJUNG REDEB – Khawatir memengaruhi tahanan lain, Kepala Rumah Tahanan…

Senin, 22 April 2019 13:26

Rekomendasikan Cabut Izin 207 Koperasi Bandel

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Minggu, 21 April 2019 15:43

Pemilu Susulan di 11 TPS Belum Ditetapkan

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Berau belum bisa…

Minggu, 21 April 2019 15:42

Perwira Polres Berau Ditemukan Meninggal

TANJUNG REDEB - Seorang anggota Polri yang bertugas di Polres…

Sabtu, 20 April 2019 13:48

Bawaslu ‘Kebanjiran’ Aduan

TANJUNG REDEB – Tiga hari pasca pemilihan serentak, Badan Pengawas…

Sabtu, 20 April 2019 13:47

Terdakwa Korupsi Kapal Pariwisata Ajukan Banding

TANJUNG REDEB – Tak puas dengan putusan majelis hakim Pengadilan…

Jumat, 19 April 2019 11:00

11 TPS Belum Nyoblos

TANJUNG REDEB – Proses pemungutan suara pada pemilihan umum (Pemilu)…

Jumat, 19 April 2019 10:57

Target Partisipatif Pemilih 75 Persen

MESKIPUN terdapat beberapa kendala, namun Wakil Bupati Berau Agus Tantomo…

Jumat, 19 April 2019 10:50

Dua Kontraktor Jalani Persidangan

TANJUNG REDEB - Dua kontraktor yang terseret kasus dugaan tindak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*