MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 11 Februari 2019 12:42
Namanya Prengki
AKRAB: Penulis (kiri) bersama Pak Majid, sekretaris Disbudpar kebetulan berjumpa di warung Nasi kuning Taupik, Samarinda.

PROKAL.CO, AKHIR pekan lalu, saya hadir di acara keluarga yang di gelar di GOR Sempaja Samarinda. Jumpa banyak teman lama. Teman kuliah. Teman sekampus. Juga teman main, saat saya tinggal di Teluk Lerong. Asyik. Kenangan masa.

Ada satu tempat yang tak pernah terlewatkan setiap berkunjung ke Samarinda. Warung Kopi Taupik, di Jalan Pangeran Diponegoro. Ada menu yang menggoda, selain Roti Bakar dan Teh Susu. Yakni Nasi Kuning. Sangat spesial. Porsinya tidak Jumbo. Tapi bisa nambah. Ada telur, ada ikan Haruan (Gabus) masak merah. Ada daging yang juga masa merah, ditambah mihun dan kelapa goreng.

Di hari libur Sabtu dan Minggu, Warung Kopi Taupik biasanya jadi titik temu. Ada juga pertemuan yang tak diatur. Saya juga sering jumpa teman-teman di warung ini. Kalau jumpanya pagi, menunya nasi Kuning. Sore, hehe Roti Bakar. Nasi kuning biasanya sebelum jam 12 sudah habis.

Masih sepi, ketika Sabtu (9/2) ke warung ini. Pengunjung masih sedikit. Asyik menikmati nasi kuning, tak lama datang Pak Majid, sekretaris Disbudpar Berau yang ternyata juga pelanggan. Tak sampai 20 menit, nasi kuning sudah tuntas di nikmati. Tapi bisa nambah sejam lagi, khusus buat ngobrol.

Dulu, ketika masih menetap di Samarinda, Warung Kopi Taupik berjualan di kawasan Jalan Panglima Batur. Bila tak salah, lokasi lama sudah berubah menjadi toko penjual emas. Saya masih ingat. Setiap pagi, biasanya Pak Kadri Oening (almarhum) Wali Kota Samarinda sering jalan kaki di sepanjang trotoar dan mampir di Taupik.

Kebetulan, berseberangan dengan Taupik, ada juga warung kopi namanya Toko Maju. Tempat ini terkenal dengan Roti Bakar dan Roti Telur. Ada teman yang diberi ruang untuk jualan Coto Makassar. Saya ikut membantu. Tugasnya, kadang jadi pelayan, tapi lebih banyak sebagai pencuci mangkok.

Saya punya jam bekerja, dua jam sebelum masuk kuliah. Dan, sepulang kuliah, kembali nyambi jadi pelayan coto. Banyak tokoh masyarakat Samarinda, yang pagi sudah ngobrol di Toko Maju. Makanya, dari tempat ini pula, saya juga sekalian kenalan.

Dari ikut berjualan Coto inilah, jadi banyak tahu. Tak perlu menikmati, sudah hapal coto yang enak. Dari aromanya, sudah hapal bumbunya. Juga tahu, bagaimana membersihkan jeroan yang butuh perlakukan khusus. Terutama, membersihkan Babat dan Usus. Selain bumbu, rahasianya juga ada di sambelnya.

Cukup lama ikut berjualan coto.  Tapi, selama ini pemilik toko, tidak tahu nama saya. Akhirnya, sekali waktu, isteri pemilik toko nanya nama saya. Sebetulnya, saya mau saja jujur menyebutnya. Tapi, keduluan teman saya yang menjual coto menyebutkan. Tapi, bukan menyebut nama asli saya.”Namanya Prengki,”kata teman saya. Sejak saat itu, isteri dan pemilik toko memanggil saya dengan nama Prengki. Saya jadi senyum-senyum. Hehe Prengki.

Waktu berjalan, saya (yang  mantan pelayan coto) hijrah ke Berau. Cukup lama. Kadang bila seorang diri, sedang menikmati Coto Fatimah di Jalan AKB Sanipah, atau Coto Makassar di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas, saya sering bercerita, bahwa dulu saya juga pernah ikut berjualan Coto Makassar di Samarinda.

Ada situasi yang sungguh di luar dugaan. Suatu hari, saya lupa tahunnya, ketika saya asyik duduk di Warung Kopi Hoky, Jalan Niaga, tiba-tiba ada ibu-ibu paroh baya menyeberang jalan dari arah Kantor Bouraq lama. Rumah kenangan Pak Oetomo Lianto dulu. Saya ingat wajah ibu itu. Tapi saya tidak percaya, apa betul ibu ini pemilik Toko Maju, yang dulu saya ikut jualan Coto Makassar.

Begitu berada di muara pintu warung Hoky, si Ibu langsung menegur saya.”Kok Prengki ada di sini,”kata dia dengan suara agak nyaring. Kebetulan, ikut Pak Aliang sapaan akrab Pak Oetomo Lianto. “Siapa yang kau panggil Prengki,”kata Aliang. Si Ibu nunjuk ke arah saya.”Ini namanya Pak Cikra (pak Aliang menyebut saya Pak Cikra, bukan Sikra),”kata Aliang.

Saya baru tahu, ternyata si ibu itu, kakak ipar Pak Aliang yang domisili di Samarinda. Yang punya Toko Maju. Dijelaskanlah sejelas-jelasnya. Bahwa dulu, ketika di Samarinda, Pak Cikra eh pak Sikra ini ikut bekerja di penjual toko, yang ada di Toko Maju. Namanya Prengki.”Jadi, kami di toko manggilnya Prengki,”kata si Ibu yang sejak jualan sampai sekarang tidak tahu juga namanya.

Bila ingat cerita ini, Pak Aliang pasti terpingkal-pingkal. Mirip dengan  anak buahnya yang juga namanya Prengki.”Jauhnya, nama Daeng Cikra dengan Prengki,”kata Aliang tertawa terbahak-bahak.

 Ketika dua hari di Samarinda akhir pekan lalu, tidak sempat mengunjugi Toko Maju. Padahal ada niatan. Yang sempat hanya nasi kuning di Toko Taupik. Kalau ini, tak pernah terlewatkan. Biasanya bungkus, bawa ke pulang untuk Oleh-oleh di rumah.(mps/app)

  

 


BACA JUGA

Minggu, 21 April 2019 15:44

KPU JANGAN TUTUP MATA

PEMILU 17 April 2019 sudah berakhir dengan damai, aman, dan…

Sabtu, 20 April 2019 13:45

Mr Lho Tak Sabar Lagi

SALAH satu persoalannya di transportasi. Memang sudah ada rute yang…

Jumat, 19 April 2019 10:46

Memasak Tuba

ADA banyak jenis tuba. Tumbuhan yang sering digunakan untuk meracun…

Rabu, 17 April 2019 11:40

Mengampas Para Pelanggan

ADA usaha yang kadang tidak siap menghadapi pesaingnya. Sehingga, ketika…

Selasa, 16 April 2019 14:08

Memanfaatkan Limbah

PROSES pembukaan lahan perkebunan ataupun kegiatan pertambangan batu bara, menyisakan…

Senin, 15 April 2019 10:50

Paguyuban Kelas Jadi Solusi

KATA Paguyuban sudah tidak asing bagi kita. Kamus Besar Bahasa…

Senin, 15 April 2019 10:47

Udang dari Kampung Sukan

KAMPUNG Sukan sekarang sudah jauh berbeda dengan sepuluh tahun silam.…

Sabtu, 13 April 2019 12:42

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Auditor

AUDITOR adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab,…

Sabtu, 13 April 2019 12:37

Santai di Atmosfer

BANYAK tempat kini bisa jadi ajang bertemu. Bisa di loby…

Sabtu, 13 April 2019 12:35

Pertarungan Ego Kedaerahan

PEMILU Serentak tahun ini sebentar lagi digelar. Sabtu (13/4) hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*