MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 11 Februari 2019 12:48
Hoaks Penculikan Anak Beredar
TAK DICULIK: Kapolsek Pulau Derawan Iptu Koko Djumarko bertemu dengan orangtua Nugi (4), Johan Wahyudi, terkait kabar penculikan anaknya yang beredar di media sosial (medsos).

PROKAL.CO, DERAWAN – Kabar hoaks kembali beredar di media sosial pada Sabtu (9/2) lalu. Yakni, soal penculikan anak di Pulau Derawan dengan pelakunya yang bermodus jualan tikar.

Kapolsek Pulau Derawan Iptu Koko Djumarko, memastikan kabar soal penculikan anak di wilayah hukumnya tidak benar. Dan pihaknya sudah mengecek langsung tentang kejadian sebenarnya.

Lanjut Koko, kejadian yang sebenarnya yakni, Nugi (4) tengah bermain bersama temannya, namun hingga petang belum pulang juga ke rumah, karena panik orangtua Nugi kemudian mencari dan menemukannya dalam posisi terikat di salah satu pohon di Kampung Pulau Derawan.

“Jadi memang tidak ada penculikan, yang benar anak itu bermain bersama temannya, kemudian diikat dipohon dan ditinggal oleh temannya,” ujarnya pada Berau Post, Minggu (10/2).

Ditegaskan perwira berpangkat dua balok ini, seharusnya masyarakat mengecek kebenaran berita yang beredar terlebih dahulu, dan tidak langsung menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Artinya juga, masyarakat memang perlu waspada, tapi jangan sampai menyebarkan hoaks.

“Silakan waspada, dimengerti dahulu. Jika sudah terbukti, maka silakan disebarkan. Namun jika berita hoaks menyebar, dan tidak ada pertanggung jawaban, berdampak buruk,” tuturnya.

Sementara itu, Johan Wahyudi orangtua dari Nugi menuturkan, ia mencari sejak sore dan menyanyakan kepada tetangga apakah melihat anaknya, namun dijawab tetangga bermain dan sempat melihat ada penjual tikar yang mengobrol bersama anaknya, lantas hal ini pun membuat Johan panik.

“Saya panik, kemudian mencari kesana kemari dan melaporkan kepada ke Pos Pol Pulau Derawan, tapi selepas magrib saya dikasih tahu warga bahwa anak saya terikat di pohon,” katanya.

Ia yang panik langsung mendatangi anaknya dan mencari tahu mengapa bisa terikat, namun si anak mengatakan jika ia bermain bersama temannya dan diikat di tempat tersebut.

“Saya meminta maaf, jika kabar ini sempat membuat heboh masyarakat,” tutupnya. (*/yat/app)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 13:30

Server KPU Diretas

TANJUNG REDEB – Komisioner bagian data Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Senin, 22 April 2019 13:27

Tersangka Sabu 7 Kg Dikembalikan ke Polres

TANJUNG REDEB – Khawatir memengaruhi tahanan lain, Kepala Rumah Tahanan…

Senin, 22 April 2019 13:26

Rekomendasikan Cabut Izin 207 Koperasi Bandel

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Minggu, 21 April 2019 15:43

Pemilu Susulan di 11 TPS Belum Ditetapkan

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Berau belum bisa…

Minggu, 21 April 2019 15:42

Perwira Polres Berau Ditemukan Meninggal

TANJUNG REDEB - Seorang anggota Polri yang bertugas di Polres…

Sabtu, 20 April 2019 13:48

Bawaslu ‘Kebanjiran’ Aduan

TANJUNG REDEB – Tiga hari pasca pemilihan serentak, Badan Pengawas…

Sabtu, 20 April 2019 13:47

Terdakwa Korupsi Kapal Pariwisata Ajukan Banding

TANJUNG REDEB – Tak puas dengan putusan majelis hakim Pengadilan…

Jumat, 19 April 2019 11:00

11 TPS Belum Nyoblos

TANJUNG REDEB – Proses pemungutan suara pada pemilihan umum (Pemilu)…

Jumat, 19 April 2019 10:57

Target Partisipatif Pemilih 75 Persen

MESKIPUN terdapat beberapa kendala, namun Wakil Bupati Berau Agus Tantomo…

Jumat, 19 April 2019 10:50

Dua Kontraktor Jalani Persidangan

TANJUNG REDEB - Dua kontraktor yang terseret kasus dugaan tindak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*