MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 11 Februari 2019 12:48
Hoaks Penculikan Anak Beredar
TAK DICULIK: Kapolsek Pulau Derawan Iptu Koko Djumarko bertemu dengan orangtua Nugi (4), Johan Wahyudi, terkait kabar penculikan anaknya yang beredar di media sosial (medsos).

PROKAL.CO, DERAWAN – Kabar hoaks kembali beredar di media sosial pada Sabtu (9/2) lalu. Yakni, soal penculikan anak di Pulau Derawan dengan pelakunya yang bermodus jualan tikar.

Kapolsek Pulau Derawan Iptu Koko Djumarko, memastikan kabar soal penculikan anak di wilayah hukumnya tidak benar. Dan pihaknya sudah mengecek langsung tentang kejadian sebenarnya.

Lanjut Koko, kejadian yang sebenarnya yakni, Nugi (4) tengah bermain bersama temannya, namun hingga petang belum pulang juga ke rumah, karena panik orangtua Nugi kemudian mencari dan menemukannya dalam posisi terikat di salah satu pohon di Kampung Pulau Derawan.

“Jadi memang tidak ada penculikan, yang benar anak itu bermain bersama temannya, kemudian diikat dipohon dan ditinggal oleh temannya,” ujarnya pada Berau Post, Minggu (10/2).

Ditegaskan perwira berpangkat dua balok ini, seharusnya masyarakat mengecek kebenaran berita yang beredar terlebih dahulu, dan tidak langsung menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Artinya juga, masyarakat memang perlu waspada, tapi jangan sampai menyebarkan hoaks.

“Silakan waspada, dimengerti dahulu. Jika sudah terbukti, maka silakan disebarkan. Namun jika berita hoaks menyebar, dan tidak ada pertanggung jawaban, berdampak buruk,” tuturnya.

Sementara itu, Johan Wahyudi orangtua dari Nugi menuturkan, ia mencari sejak sore dan menyanyakan kepada tetangga apakah melihat anaknya, namun dijawab tetangga bermain dan sempat melihat ada penjual tikar yang mengobrol bersama anaknya, lantas hal ini pun membuat Johan panik.

“Saya panik, kemudian mencari kesana kemari dan melaporkan kepada ke Pos Pol Pulau Derawan, tapi selepas magrib saya dikasih tahu warga bahwa anak saya terikat di pohon,” katanya.

Ia yang panik langsung mendatangi anaknya dan mencari tahu mengapa bisa terikat, namun si anak mengatakan jika ia bermain bersama temannya dan diikat di tempat tersebut.

“Saya meminta maaf, jika kabar ini sempat membuat heboh masyarakat,” tutupnya. (*/yat/app)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Februari 2019 13:54

Polres Periksa Dua Saksi

TANJUNG REDEB – Pasca-kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah warga di…

Selasa, 19 Februari 2019 13:52

Kebakaran Milono Sisakan Seragam Polisi

Perawakannya sebagai abdi negara di institusi Polri tampak membuat Jems…

Selasa, 19 Februari 2019 13:51

Bantuan Maksimal Rp 40 Juta

PEMKAB Berau melalui Dinas Sosial (Dinsos) bakal memberikan dana bantuan…

Senin, 18 Februari 2019 13:15

Rata-Rata Hamil di Luar Nikah

TANJUNG REDEB – Pernikahan usia dini, marak terjadi di Berau.…

Senin, 18 Februari 2019 13:13

Anggaran Cekak, Kantor Disbudpar Mangkrak

TANJUNG REDEB - Sejak dibangun beberapa tahun silam, progres pembangunan…

Senin, 18 Februari 2019 13:12

Harga Gas Melon Selangit

TANJUNG REDEB - Meski tak sulit didapatkan, namun harga elpiji…

Senin, 18 Februari 2019 13:09

Milono Membara, 7 Rumah Hangus

TANJUNG REDEB – Si jago merah kembali mengamuk di permukiman…

Minggu, 17 Februari 2019 14:50

Diseruduk Truk, Tiang Telkom Nyaris Ambruk

TANJUNG REDEB – Sebuah tiang jaringan milik PT Telkom yang…

Minggu, 17 Februari 2019 14:49

Disanksi atau Habis Kontrak?

SAMBALIUNG - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sambaliung tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*