MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 11 Februari 2019 12:59
Dugaan Perkebunan Sawit di Hulu Sungai Bakil, Camat Akan Cek Lokasi
BAHAS AIR BERSIH: Camat Talisayan, Mansyur dan Direktur PDAM Tirta Segah Syaiful Rahman melakukan pertemuan bersama masyarakat Talisayan, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Adanya dugaan pembukaan perkebunan sawit di sekitar hulu Sungai Bakil, Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan mulai dikhawatirkan warga. Pasalnya, Sungai Bakil merupakan sumber air yang dikelola Spam IPA PDAM. Adanya perkebunan sawit di sekitar hulu sungai tersebut dianggap mempengaruhi kualitas air baku yang diproduksi PDAM.

Menurut Sirajuddin, Ketua RT 13 Kampung Talisayan, adanya aktivitas perkebunan sawit di hulu Sungai Bakil dapat menimbulkan dampak negatif pada kualitas air baku. “Khawatir berdampak pada kesehatan di masa mendatang,” ujarnya.

Sementara, Camat Talisayan, Mansyur, yang dikonfirmasi Berau Post mengatakan, kekhawatiran tersebut wajar selaku warga yang menikmati air bersih. Terkait aduan warga tersebut, pihaknya akan mempelajari lebih jauh, serta mengunjungi lokasi untuk memastikan apakah pembukaan perkebunan sawit di sekitar hulu Sungai Bakil berdampak pada kualitas air baku.

“Nanti kita ke lapangan. Informasi ini kan sambung-menyambung. Jadi harus dipastikan dulu. Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak PDAM serta instansi terkait untuk melakukan klarifikasi atas laporan masyarakat itu,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada perusahaan perkebunan yang masuk di sekitar wilayah Sungai Bakil. Hanya saja, belum dapat dipastikan apakah aktivitas perkebunannya masuk zona hulu sungai yang dilindungi atau dikonservasi. Itu yang menurutnya perlu dipastikan lagi.

Sebab menurut dia, perusahaan tidak mungkin mendapat izin kelola jika aktivitasnya berdampak pada kerusakan lingkungan. Apalagi ada rambu-rambu yang harus ditaati dalam membuka perkebunan kelapa sawit.

“Kalau rambu itu ditabrak, kan namanya pelanggaran. Perusahaan pasti berpikir juga untuk melakukan itu. Makanya nanti kita lihat, apakah perusahaan yang ada di sana melanggar atau malah masyarakatnya,” tandasnya. (*/sht/har)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 14:06

Pasar di Bumi Jaya Mubazir

TALISAYAN - Hingga kini bangunan pasar tradisional yang ada di…

Selasa, 19 Februari 2019 14:05

Perbaikan Jembatan Diusulkan di Musrenbang

BATU PUTIH – Meski kerap dikeluhkan warga, namun jembatan di…

Selasa, 19 Februari 2019 14:03

Distribusi Air Bersih di Dumaring Belum Merata

TALISAYAN – Hingga saat ini, sebagian masyarakat Kampung Dumaring, Kecamatan…

Senin, 18 Februari 2019 13:21

Usulkan Lahan di Luar HGU Dikelola BUMK

BIATAN - Pemerintah Kampung Biatan Ilir berharap keinginan masyarakat yang…

Senin, 18 Februari 2019 13:20

APMS Terapkan Pembatasan Pengisian

TALISAYAN – Pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi juga…

Senin, 18 Februari 2019 13:20

Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi Ahli

TANJUNG REDEB - Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan kapal…

Senin, 18 Februari 2019 13:17

Jadikan Wisata Maratua Berkelas Dunia

TANJUNG REDEB - Setelah penandatanganan Memorandum of Understanding(MoU) antara Pemerintah…

Senin, 18 Februari 2019 13:16

Kapolres Ajak Warga Perangi Hoaks

TANJUNG REDEB - Jelang pemilihan umum (Pemilu) yang akan digelar…

Minggu, 17 Februari 2019 14:52

Gara-Gara Lupa, Gaji Tenaga Kontrak Minus

TANJUNG REDEB – Adanya ‘Human Error’ di Badan Pengelola Keuangan…

Minggu, 17 Februari 2019 14:51

Tuntaskan Kasus Lama

TANJUNG REDEB – Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono memimpin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*