MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 15 Februari 2019 14:30
Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman
BELUM STABIL: Harga lada di wilayah pesisir masih murah. Petani lada berharap ada solusi.

PROKAL.CO, BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir mengharapkan harga lada bisa naik. Sebab, saat ini harga lada masih terbilang stagnan diangka Rp 45 ribu perkilogram.

Kondisi ini membuat sebagian petani lada pusing. Petani saat ini kesulitan melakukan perawatan. Sebab, di tengah rendahnya harga lada, petani justru harus mengeluyarkan biaya mahal untuk perawatan.

Imran (43), petani lada di Kampung Bukit Makmur Jaya, Kecamatan Biatan, mengatakan bahwa harga lada saat ini tak kunjung membaik. Kondisi ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Ia pun mengaku untuk menjual hasil panen, harus menunggu momen kenaikan harga.

“Harga lada sebelumnya sempat Rp 50 ribu perkilogram. Itu kita jual sebagian. Sekarang, harga turun jadi Rp 45 ribu perkilogram. Tidak ada kenaikan lagi sampai sekarang,” jelasnya, kepada Berau Post, Kamis (14/2).

Menurut dia, harga tersebut tidak sesuai dengan biaya perawatan yang selama ini harus dikeluarkan. Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis harga lada bisa kembali membaik. Apalagi tanaman lada banyak dikembangkan di kampungnya. Bahkan Bukit Mamur Jaya merupakan salah penghasil lada di Kabupaten Berau.

“Lada sudah bertahun-tahun kita kembangkan. Meskipun tidak sesuai. Harapan kami harga lada bisa jauh lebih baik dari sekarang. Karena ekonomi kami juga bergantung pada sektor ini,” harapnya.

Semmi (50), warga Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih juga mengatakan hal senada. Belum membaiknya harga lada membuat petani harus pikir-pikir menjual ke tengkulak. Bahkan ia menduga, rendahnya harga lada berpotensi menjadi permainan para tengkulak dalam mendapatkan keuntungan.

“Jadih harganya semakin jatuh. Padahal kita ingin terus meningkatkan kualitas lada agar harga juga dapat lebih mahal dari yang sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, harga yang rendah membuat petani kesulitan dalam menghasilkan lada yang berkualitas. Ditambah lagi harga pupuk dan racun rumput juga cukup mahal. Bahkan saat ini ada kebun lada yang sudah pernah dipanen kini mengering karena kurangnya perawatan lantaran jatuhnya harga tersebut.

Ia pun berharap solusi dari pemerintah terkait masih rendahnya harga lada di wilayah pesisir ini. “Jadi tidak sebanding pengeluaran dan pemasukan. Harapannya ada solusi,” tandasnya (*/sht/har)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 13:03

Dinas Perikanan Pasang Target Tinggi

TANJUNG REDEB – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Berau…

Senin, 18 Maret 2019 14:56

Kembangkan Perkebunan Kelapa, Petani Usulkan Bibit

BIDUKBIDUK – Perkebunan kelapa cukup potensi dikembangkan di Kampung Giring-Giring,…

Jumat, 15 Maret 2019 15:06

Peternak Usulkan 200 Ekor Sapi

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengusulkan pengadaan…

Kamis, 14 Maret 2019 13:55

Olah Limbah Kelapa jadi Barang Bernilai Ekonomis

BIDUKBIDUK – Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk dikenal dengan tanaman kelapa.…

Kamis, 28 Februari 2019 14:26

Cepuak Bangun Sarang Walet Rumahan

TALISAYAN - Investasi sarang walet rumahan cukup menggiurkan. Terlebih harga…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*