MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 09 Maret 2019 13:41
Fenomena Dunia Pendidikan Zaman Milenial (3-Habis)
Rifai Ade Luxman,S.Pd.

PROKAL.CO, MENURUT Kemendikbud (2016 : 61) menyatakan bahwa bimbingan klasikal merupakan kegiatan layanan yang diberikan kepada sejumlah peserta didik/konseli dalam satu rombongan belajar dan dilaksanakan di kelas dalam bentuk tatap muka antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan peserta didik/konseli. Maka layanan bimbingan klasikal sangat tepat untuk digunakan dalam pemberian bantuan menghilangkan klik pada kelas di lingkungan sekolah. Layanan penguasaan konten dirasa tepat dalam hal ini dikarenakan sesuai dengan pernyataan Prayitno (2004:2) layanan penguasaan konten merupakan layanan dalam bimbingan dan konseling yang bertujuan agar individu menguasai aspek-aspek tertentu secara tersinergikan.

Berdasarkan pernyataan tersebut maka dengan layanan penguasaan konten diharapkan individu mampu memenuhi kebutuhannya serta mengatasi masalah-masalah yang dialaminya. Dan melalui layanan penguasaan konten juga mampu membantu individu menguasai aspek-aspek konten tersebut secara tersinergikan. Layanan penguasaan konten tidak dapat mengentaskan permasalahan tanpa bantuan media di dalamnya. Layanan penguasaan konten menjadi solusi bagi permasalahan siswa dengan menggunakan bantuan media yang menarik, edukatif dan menyenangkan. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pemberian layanan penguasaan konten adalah alat permainan edukatif.

Alat permainan edukatif adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau alat permainan yang mengandung nilai pendidikan dan dapat mengembangkan aspek kemampuan anak, baik berasal dari lingkungan sekitar (alam) maupun yang dibuat. Dalam penelitian ini melalui layanan penguasaan konten, peneliti ingin mencoba menggunakan media Hand Made yang sesuai dengan kebutuhan penelitian yaitu CFC (Creative Friendship Card). Permainan Hand Made merupakan permainan yang diciptakan dengan memodifikasi permainan yang sudah ada dan disesuaikan dengan beberapa kaidah dan kebutuhan sasaran permainan tersebut. Alasan digunakannya CFC dalam pelaksanaan layanan penguasaan konten dalam penelitian ini CFC adalah modifikasi dari kartu prestasi belajar dengan mengubah menjadi unsur sosial dan dibentuk seperti kartu Bridge sehingga nampak menarik oleh siswa.

Namun dalam kartu tersebut terdapat tugas-tugas yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa yaitu mengembangkan sikap sosial siswa agar terjadi kedinamisan dalam kelas tersebut. CFC dapat dimainkan di dalam kelas karena setiap anak mendapat bagian yang sama untuk berkembang dalam kelas. Sebagai contoh pelaksanaan Media CFC dalam kelas adalah sebagai berikut. Kelas yang akan menjadi objek penelitian akan bagi menjadi kelompok-kelompok kecil dengan anggota 5-6 orang. Selanjutnya tiap-tiap anak memegang kartunya masing-masing. Setiap kelompok menentukan siapakah yang akan menjadi tamu dan menjadi tuan rumah dalam kegiatan selanjutnya. Yang menjadi tamu, nantinya akan menggali sebanyak mungkin tentang tuan rumah yang didatanginya disesuaikan dengan tema bimbingan yang dimainkan. Sebagai contoh, salah satu tema yang akan dimainkan adalah “Kenali sifat tuan rumahmu”.

Maka dengan tugas tersebut, sang tamu harus memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan informasi tentang tuan rumah yang didatanginya. Hal yang sebaliknya pun terjadi kepada sang tuan rumah, ketika ditanya oleh sang tamu, maka tuan rumah harus menjawab dengan terbuka dan jelas. Sedangkan para tamu juga boleh bekerjasama ketika tidak memiliki pertanyaan kepada tuan rumah. Setelah selesai dari bertamu, masing masing tamu akan pulang kembali ke rumah (kelompok) nya masing-masing dan mendiskusikan dengan teman-teman satu kelompoknya untuk dipersentasikan apa yang sudah didapat selama bertamu. Hasil persentasi tersebut akan dinilai dan diberikan masukan oleh kelompok yang lain.

Dengan permainan CFC tersebut, hal yang ingin dicapai dan dikembangkan adalah sikap terbuka pada teman, membentuk pendapat yang jelas, melakukan sesuatu dengan kerja sama, membangun susasana yang komunikatif, melaksanakan tanggung jawab, mendengarkan pendapat teman, menghargai orang lain.

Sikap di atas yang ingin dicapai dalam pemberian layanan penguasaan konten melalui CFC ini. Karena dengan memainkan CFC, akan terbangun sikap tersebut dari masing-masing individu. Diharapkan dengan terbangunnya sikap-sikap seperti di atas, siswa secara individu dapat meningkatkan sikap sosial di dalam kelas. Setiap tema atau materi yang diberikan dalam permainan CFC berdasarkan dengan pembukaan diri seperti mengenal sifat, berani terbuka dengan orang lain, mengenal kegemaran dan ketidaksukaan dari teman, dan seterusnya. Pada pemberian layanan penguasaan konten ini, yang paling penting ingin dicapai oleh peneliti adalah sikap sosial dari CFC tersebut, sehingga materi yang akan dibahas akan menyesuaikan dengan kebutuhan penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti.

 

Melalui fenomena karakter remaja saat ini, diharapkan bahwa semua warga sekolah baik kepala sekolah, guru, staf tata usaha dan warga sekolah bisa saling kerjasama dengan Guru bimbingan dan konseling untuk membentuk karakter peserta didik yang salah arah.

 

Perlu diketahui oleh semua kalangan warga sekolah, lingkungan keluarga dan masayarakat sekitar bahwa tidak ada anak yang pada dasarnya nakal. Akan tetapi, perilaku karakter mereka yang memiliki salah arah dan langkah. Maka, kita semua baik warga sekolah, lingkungan keluarga dan masayarakat. Ayo kita dukung anak-anak remaja kita untuk memiliki pendidikan karakter yang berbudaya bangsa Indonesia dengan melaltih mereka dengan hal bijak, kita manfaatkan guru bimbingan dan konseling untuk dapat merubah perilaku anak didik dengan bertahap dan terpantau oleh kita semua. Tanpa adanya dukungan dari semuanya dalam mendidik remaja-remaja kita. Pihak sekolah juga tentunya akan mengalami kesulitan. Stop melabel anak didik kita dengan cap nakal. Mari kita duduk dari hati ke hati, masuk dalam hati peserta didik dan menanyakan pada mereka. Mengapa bersikap demikian? Dengarkan curahan mereka dengan nada lembut dan bijak layaknya seorang guru yang berkarakter. Salam milenial. (*/asa)

*) Guru BK SMPN 3 Tanjung Redeb, Berau.

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 15:01

Menggagas Wisata Kampung Batik

SEJALAN dengan tugas dan fungsi pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Tanjung Redeb…

Senin, 25 Maret 2019 14:20

Di Kota Lain Mulai Tergerus, Angkot di Sini Bertahan

ANGKOT alias Angkutan Kota, masih tetap eksis melayani pelanggannya. Jumlahnya…

Sabtu, 23 Maret 2019 14:08

Tujuh Imbauan Kesultanan

SEPINTAS memang tidak menarik perhatian. Apalagi ketika dua prasasti tersebut…

Jumat, 22 Maret 2019 10:25

Target, Siapa Pesaingmu

PERTANYAAN mengapa Kalimantan Timur (Kabupaten Berau) belum juga masuk 10…

Rabu, 20 Maret 2019 14:20

Meninggal Usia Muda

KEGIATAN penambangan batu bara di Teluk Bayur yang dikelola perusahaan…

Selasa, 19 Maret 2019 12:37

Ke Berau Modal Nekat

TAK bisa membayangkan seorang pemuda nekat meninggalkan kampung halamannya untuk…

Senin, 18 Maret 2019 14:48

Menghayal di Rammang-Rammang

WARGA desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros (Sulsel), tak pernah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:53

Selamat Jalan Pak Janna

KAMIS (14/3) lalu, tiba-tiba ada ucapan duka di semua Grup…

Jumat, 15 Maret 2019 14:58

Piano Usia 107 Tahun

BANYAK koleksi benda bersejarah yang ada di rumah Adji Bahrul…

Kamis, 14 Maret 2019 13:51

Jejak Kapal Taiwan

KEGIATAN penangkapan ikan secara ilegal, sudah berlangsung lama. Buktinya, dua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*