MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 11 Maret 2019 13:40
Jadi Koki Dadakan
DARURAT: Penulis (kiri) bersama Pemred Berau Post Azis Sakti (kanan), dan mantan Direktur Berau Post, Robithoh Johan Palupi saat menunggu giliran jatah telur dadar di tengah laut, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, PERNAHKAH merasakan perjalanan ke pulau wisata dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat? Pada saat yang sama, harus pindah tumpangan kapal lain, karena tak mungkin melanjutkan perjalanan. Pada situasi yang tidak berbeda, perut lapar dengan logistik terbatas.

Kapan tepatnya, saya sudah lupa. Tapi peristiwa itu berlangsung tahun 2018. Bersama teman-teman komunitas Berau Journalist Divers (Berjudi), melakukan perjalanan ke Pulau Sangalaki bersama Wakil Bupati Berau Pak Agus Tantomo. Jumlahnya lumayan banyak.

Ada dua tumpangan yang digunakan.  Satu unit perahu cepat milik salah satu perusahaan, satunya lagi kapal Olivia Pearl milik Pak Johan Ramli. Memang harus menggunakan kapal berukuran besar dengan daya dukung muatan yang banyak. Maklum, peralatan penyelam ini beratnya hampir sama dengan peralatan pentas Band Soneta (Rhoma Irama).

Saya termasuk yang diikutkan sebagai anggota Berjudi, tapi tidak bisa menyelam. Jadi, bila bicara soal keindahan bawah laut, hanya menyalin hasil video bawah laut yang dihasilkan tim selam Berjudi. Bila ada sesi foto bersama, saya pasti tidak pernah ketinggalan. Makanya, sering Pak Agus nyentil dengan kalimat ‘spesialis foto bareng’ hehehe.

Pulau Sangalaki termasuk satu dari sekian banyak pulau wisata yang ada di Berau. Banyak rahasia yang belum terkuak di darat maupun di bawah laut. Saya pernah melihat seperti ayam berwarna hitam. Oleh penjaga pulau disebut Burung Maleo. Saya dibuat berpikir, setahu saya, Maleo hanya ada di Sulawesi Tengah. Ayam itu, selalu hadir di sekitar lokasi budidaya Penyu yang dikelola BKSDA.

Beberapa tahun lalu, Sangalaki merupakan ‘Mes’ bagi puluhan Penyu Hijau yang naik ke darat untuk bertelur setiap malam. Saya pernah menyaksikan sekitar 30 ekor penyu naik ke darat bersamaan untuk bertelur. Luar biasa. Sehingga saya sering berhitung, bila jumlahnya setiap malam sebanyak itu, setidaknya ada 3.000 butir telur penyu yang siap menjadi tukik (anak penyu).

Saya juga pernah menemani rombongan Pak Awang Faroek bersama keluarga liburan ke Sangalaki. Beliau datang khusus hanya untuk berenang dan juga melepas tukik. Karena melepas siang hari, beliau menyaksikan bagaimana tukik itu diserang burung Elang. Hari itu, Pak Awang melepas sekitar 100 ekor. Saya tidak tahu berapa ekor yang bisa selamat. Sebab, di laut pun ada banyak predator siap memangsa.

Yang ingin menikmati liburan tanpa gangguan dering telepon, ya Sangalaki-lah tempatnya. Ada sinyal ‘liar’ yang bisa didapatkan, tapi harus ke ujung pulau. Di Sangalaki bisa tenang.  Pemandangan bawah lautnya juga indah, pasir putihnya apalagi. Di Pulau itu dulu, Menteri Agama, tertusuk ikan Pari.

Siang menyelam, setelah selesai, lalu mengevaluasi bagaimana kondisi terumbu karang. Pak Wabup juga menyampaikan ada hal-hal menarik yang ia saksikan di bawah laut.  Evaluasi sambil menikmati santap malam. Ada petugas resor yang lincah menyiapkan santap malam. Menu sederhana, tapi nikmatnya jangan ditanya.

Pagi hari, karena harus berkejaran dengan air pasang. Harus meninggalkan pulau lebih cepat dari pergerakan surutnya air laut.  Sementara cuaca bergelombang, angin kencang. Seperti syair dalam lagu Ambon “Ombak Putih-Putih”.

Kapal Olivia Pearl sudah lebih dahulu bergerak kembali. Sementara saya ikut bersama Pak Agus dengan perahu cepat. Awalnya, perjalanan biasa saja. Gelombang seperti ini sudah sering dihadapi. Tak ada masalah. Toh, ketika melewati Pulau Semama, cuaca pasti akan mereda.

Ada kejadian di luar dugaan. Tumpuan mesin speedboat penggerak 250PK, robek. Bila dilanjutkan, akan lebih bahaya. Jarak Perahu cepat dengan Kapal Olivia Pearl lumayan berjauhan. Kendaraan lain tak nampak. Sinyal telepon timbul tenggelam. Ketika sinyal tertangkap, langsung menghubungi salah seorang penumpang di kapal tersebut. Dan menerima isyarat agar berbalik arah ke speedboat yang kami tumpangi itu.

 

Suasananya menegangkan, sebab semua penumpang diwajibkan menggunakan pelampung. Satu persatu penumpang dievakuasi dari speedboat ke Kapal Olivia Pearl. Kemudian, perjalanan dilanjutkan.  Speedboiat yang ditumpangi mengarah ke Tanjung Batu untuk perbaikan. Muncul persoalan baru. Penumpang kelaparan. Sementara persediaan logistik terbatas. Yang tersisa hanya dua piring telur. Ada saus lombok. Ada biskut. Dan sedikit minyak goreng. “Ini bisa dimanfaatkan,” kata saya dalam hati.

Saya pun berinisiatif membuat telur dadar ala Daeng Sikra. Telor dadar menunggu lama, menu diubah menjadi telur urak-arik. Tak masalah, apapun namanya, yang penting ada buat mengganjal perut. Azis Sakti dan Robi melihat aksi saya memasak sambil menunggu giliran jatah telur urak-arik ala Daeng Sikra. Semua penumpang kebagian. Semua penumpang melupakan peristiwa rusaknya speedboat tersebut. Memang kadang-kadang dalam perjalanan apapun, dalam situasi darurat, dibutuhkan juga juru masak darurat. Bisa jadi koki di tengah badai.(*/asa)

 

 

 

 


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:12

Saring sebelum Share

PENGGUNA media sosial (medsos) baru saja dibuat gelisah dengan pembatasan…

Minggu, 26 Mei 2019 13:51

Tepi Jalan Rasa Mal

SEJAK lama banyak yang bertanya-tanya, mengapa Kabupaten Berau yang kini…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:08

Jangan Takut Kehabisan

SEMUA konsentrasi jelang Lebaran. Juga angkutan kapal laut maupun Kapal…

Jumat, 24 Mei 2019 14:23

Menangis Dalam Hati

  ADA banyak infrastruktur yang ditinggalkan, pasca kegiatan penambangan batu…

Rabu, 22 Mei 2019 15:10

Tumpeng untuk Senior

RASANYA baru kemarin. Balita itu kini beranjak, dan memasuki masa…

Selasa, 21 Mei 2019 16:19

Pak Ali Memang Jooss

ENTAH kapan dimulainya berjualan dengan menggunakan kendaraan (Food Car). Di…

Senin, 20 Mei 2019 14:06

Tak Memenuhi Syarat

BULAN puasa, saatnya menjaring pahala sebanyak-banyaknya. Bukan hanya pada siang…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:56

Penukaran Uang

BUKAN jadi persoalan yang muncul belakangan. Sejak awal dibukanya Pasar…

Jumat, 17 Mei 2019 14:23

Isyarat Jempol Diana

BUKAN hanya beban puncak pemakaian listrik maupun air bersih yang…

Kamis, 16 Mei 2019 13:02

Butuh Dua Huruf Baru

SELAIN yang ada di Gunung Tabur, ada museum yang tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*