MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 11 Maret 2019 13:51
Miris, Perusahaan Besar Cuma Bantu Rp 300 Ribu

Kepedulian terhadap Pendidikan di Kampung Disebut Rendah

PAUD: Sarinah, Kepala PAUD Itam Junadi mengeluhkan minimnya dana operasional untuk pendidikan anak usia dini yang dipimpinnya di Kampung Merapun.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Delapan tenaga pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Itam Junadi, Kampung Merapun, Kecamatan Kelay, memiliki tanggung jawab besar terhadap 85 anak didiknya. Sayangnya, besarnya tanggung jawab tersebut tidak diimbangi dengan kecukupan biaya operasional PAUD yang selama ini mengandalkan suntikan dari Alokasi Dana Kampung (ADK) dan bantuan perusahaan.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Berau Burhan Bakran beberapa waktu lalu yang menerima aspirasi dari Kepala PAUD Itam Junadi, Sarinah.

Dijelaskan Burhan, untuk menjalankan operasional PAUD dan menggaji tenaga pengajarnya, Sarinah harus memaksimalkan dana sekitar Rp 2,9 juta per bulan. Dana tersebut bersumber dari ADK Merapun sebesar Rp 2 juta, dan Rp 900 ribu dari bantuan tiga perusahaan perkebunan kepala sawit di Merapun.

“Dulu sempat terima Rp 5 juta dari ADK, tapi sekarang menurun menjadi Rp 2 juta, dipotong pajak 5 persen. Makanya dukungan dari perusahaan sangat diharapkan pengelola PAUD itu,” katanya, kemarin (10/3).

Sebenarnya, lanjut Burhan, di kampung tersebut, ada 4 perusahaan kelapa sawit berskala besar. Namun hanya 3 perusahaan yang bersedia membantu operasional PAUD tersebut, walau tiap perusahaan hanya menyumbang Rp 300 ribu per bulan. “Memang itu menjadi hak perusahaan untuk membantu atau tidak, termasuk besaran bantuan yang diberikannya. Tapi masa, perusahaan sawit besar hanya mampu membantu Rp 300 ribu untuk kepentingan pendidikan anak-anak di kampung?” tanyanya.

“Kalau dipikir, berapa kasihan gaji guru-gurunya di sana. Menyedihkan sekali,” sambung Burhan.

Karenanya, dia mengharap pihak perusahaan bisa lebih menunjukkan kepeduliannya kepada lingkungan di sekitarnya. “Kalau dihitung-hitung, dalam setahun perusahaan cuma membantu Rp 3,6 juta. Miris sekali,” terangnya.

Apalagi, kata dia, pengelola PAUD juga sudah lama mengajukan permohonan renovasi gedung, guna memperbaiki kerusakan-kerusakan bangunan PAUD yang sudah termakan usia tersebut.

“Bangunannya sudah jabuk-jabuk. Gurunya sangat mengharapkan perusahaan bisa merehab total gedung PAUD itu supaya lebih layak,” pungkasnya.(sam/asa)


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 14:34

Utamakan Keselamatan saat Bepergian

TANJUNG REDEB – Lebaran Idulfitri hanya tersisa delapan hari lagi,…

Minggu, 26 Mei 2019 14:15

Banyak Tunggakan di PSAD

TANJUNG REDEB – Walau sudah lama beroperasi, namun sejumlah lapak…

Minggu, 26 Mei 2019 14:09

Terus Pelototi ADK

TANJUNG REDEB – Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:24

Warga Kaltara Ramaikan PSAD

TELUK BAYUR – Jelang lebaran Idulfitri, Pasar Sanggam Adji Dilayas…

Jumat, 24 Mei 2019 14:28

Menjaga Kebersihan Butuh Dukungan Masyarakat

TANJUNG REDEB – Guna mengantisipasi menumpuknya sampah di wilayah permukiman,…

Jumat, 24 Mei 2019 14:27

Cegah Penimbunan dan Lonjakan Harga

TANJUNG REDEB - Menjelang Idulfitri, aparat Polres Berau menurunkan tim…

Jumat, 24 Mei 2019 14:27

Jembatan Parit Lima Dapat Rp 4,7 M

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Rabu, 22 Mei 2019 15:12

Dishub Bakal Panggil Pengusaha Travel

TANJUNG REDEB – Jelang momen mudik Hari Raya Idulfitri 1440…

Selasa, 21 Mei 2019 16:23

Bakal Mondar-mandir di Jalan Menuju Pesisir

TANJUNG REDEB – Pastikan arus mudik lancar, Satuan Lalu Lintas…

Selasa, 21 Mei 2019 16:21

Dumaring Harus Bergerak Cepat

TALISAYAN – Berkunjung ke sejumlah kampung di kawasan pesisir selatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*