MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Kamis, 14 Maret 2019 13:51
Jejak Kapal Taiwan
KAPAL NELAYAN: Penulis (kiri) saat berbincang dengan warga Teluk Bayur, yang banyak tahu tentang kapal nelayan milik Taiwan.

PROKAL.CO, KEGIATAN penangkapan ikan secara ilegal, sudah berlangsung lama. Buktinya, dua kapal asal taiwan sekitar Tahun 1978 ditangkap di perairan Derawan. Kapal kayu, kemudian ditarik ke Tanjung Redeb dan disandarkan di pelabuhan Teluk Bayur. Jejaknya kini tak lagi utuh.

Ketika kegiatan penggergajian kayu masih beroperasi di Teluk Bayur, saya sering berkunjung ke lokasi penggergajian kayu (saw mill).  Kebetulan milik teman saya, namanya Pak Akin. Kadang hanya datang dan berbincang sambil menemani kesibukannya mengawasi puluhan pekerjanya.

Menyeberang melalui dermaga di Teluk Bayur. Belum terlalu banyak warga yang melakukan aktivitas penyeberangan. Sebab, kegiatan di kampung Tasuk juga masih sedikit. Kegiatan tambang batu bara waktu itu belum terbuka, juga kegiatan industri lainnya. Untuk kegiatan kehutanan, ada unit pembibitan milik PT Inhutani I.

Saat itulah, saya tertarik melihat dua kapal kayu yang tersimpan tak jauh dari dermaga. Tak sempurna lagi, dinding kapal sudah tidak terlihat. Yang ada badan kapal. Mungkin saja, ketika dianggap tak bertuan, ada saja warga yang mengambil sedikit demi sedikit bahan kayu dari kapal tersebut. Saya pikir waktu itu, hanyalah kapal biasa yang tidak punya cerita tersendiri.

Kemarin, Rabu (13/3) saya ke sana lagi. Tak ada lagi jejak kapal yang terlihat, kecuali kemudi besi yang muncul di permukaan air. Menurut Pak Smaran, kondisi sungai lagi pasang. Bila air surut, masih bisa terlihat dengan jelas."Saya juga dulu pernah mengambil bagian dari kapal itu,? kata Smaran.

Ada beberapa rumah yang dibangun di atas bangkai kapal tersebut. Posisinya sekarang berada di kolong rumah penduduk. Saya berusaha melihat dari beberapa sisi, namun tak nampak juga. Air sungai lagi pasang. Kalau menunggu surut, pagi atau malam hari.

Kesibukan di dermaga, beberapa perahu Ketinting menunggu penumpang yang akan dibawa ke seberang. Anak sekolah yang tinggal di perkebunan sawit, setiap pagi dan siang hari harus ke Teluk Bayur, khususnya yang usia SMP. 

Menurut cerita warga, dua kapal tersebut merupakan kapal nelayan asal Taiwan. Ketika berada di laut Derawan, ditangkap oleh petugas. Setibanya di Teluk Bayur, anak buah kapal banyak yang memilih untuk tidak pulang kampung halamannya. "Mereka tidak mau dideportasi,? kata Smaran. Bahkan, ia menyebutkan ada satu orang yang ia lupa namanya tinggal di Berau dan berkeluarga. ?Saya lupa namanya, tapi ada yang kawin dengan orang Berau,? ungkapnya.

Warga Teluk Bayur, hampir setiap hari menyaksikan kerangka kapal nelayan asal Taiwan itu.  Tak jauh dari lokasi, beberapa tahun setelah kejadian, dibangun pasar Ikan. Di pasar yang terdiri dari belasan petak tersebut, merupakan pasar yang sering dikunjungi warga. ?Kalau pagi, warga berlomba membeli udang galah yang segar dan hasil tangkapan alam,? kata Edy Djumantara, tokoh Pemuda Teluk Bayur.

Sayang, memang tak bisa lagi menyaksikan jejak kapal Taiwan tersebut. Saya lalu terbayang, apakah benar-benar kapal ini tahu dan menjadi tujuannya untuk menangkap ikan atau barangkali dua kapal Taiwan ini hanyut hingga terbawa ke laut Derawan.

Sekarang hanya tinggal cerita. Di atas kerangka kapal itu, kini berdiri rumah warga sekaligus dijadikan warung kopi, melayani warga yang akan menyeberang ke Kampung Tasuk. Saya juga tak pernah lagi berkunjung ke saw mill milik Pak Akin, sebab juga sudah belasan tahun tak lagi beroperasi.(*/asa)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:12

Saring sebelum Share

PENGGUNA media sosial (medsos) baru saja dibuat gelisah dengan pembatasan…

Minggu, 26 Mei 2019 13:51

Tepi Jalan Rasa Mal

SEJAK lama banyak yang bertanya-tanya, mengapa Kabupaten Berau yang kini…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:08

Jangan Takut Kehabisan

SEMUA konsentrasi jelang Lebaran. Juga angkutan kapal laut maupun Kapal…

Jumat, 24 Mei 2019 14:23

Menangis Dalam Hati

  ADA banyak infrastruktur yang ditinggalkan, pasca kegiatan penambangan batu…

Rabu, 22 Mei 2019 15:10

Tumpeng untuk Senior

RASANYA baru kemarin. Balita itu kini beranjak, dan memasuki masa…

Selasa, 21 Mei 2019 16:19

Pak Ali Memang Jooss

ENTAH kapan dimulainya berjualan dengan menggunakan kendaraan (Food Car). Di…

Senin, 20 Mei 2019 14:06

Tak Memenuhi Syarat

BULAN puasa, saatnya menjaring pahala sebanyak-banyaknya. Bukan hanya pada siang…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:56

Penukaran Uang

BUKAN jadi persoalan yang muncul belakangan. Sejak awal dibukanya Pasar…

Jumat, 17 Mei 2019 14:23

Isyarat Jempol Diana

BUKAN hanya beban puncak pemakaian listrik maupun air bersih yang…

Kamis, 16 Mei 2019 13:02

Butuh Dua Huruf Baru

SELAIN yang ada di Gunung Tabur, ada museum yang tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*