MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 25 Maret 2019 15:01
Menggagas Wisata Kampung Batik
Harjupri, S.ST

PROKAL.CO, SEJALAN dengan tugas dan fungsi pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Tanjung Redeb mengeksplorasi dan mengembangkan sumber daya serta potensi, guna meningkatkan kesejahteraan warga.

Eksplorasi dan pengembangan dilakukan dalam bentuk menggagas wisata kampung batik sebagai program pemberdayaan ekonomi, sekaligus upaya menata kawasan agar mempunyai daya tarik wisata sehingga bisa dikunjungi oleh wisatawan.

Inovasi ini didasari oleh pemikiran bahwa Berau yang memiliki destinasi wisata bahari yang dikenal sampai mancanegara seperti Derawan, Maratua dan lain sebagainya , namun Berau belum punya ikon wisata kota sebagai pendukung. Pada umumnya wisatawan datang langsung ke destinasi wisata bahari, begitu selesai, mereka kembali ke tempat asal.

Kondisi ini tentu belum membawa dampak ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Sementara kota sendiri jika dilakukan penataan, sumber daya dan potensi dieksplorasi,  kawasan kota berpeluang untuk menjadi destinasi wisata baru yang cukup menarik. Lokus wisata kampung batik berada di Gang Amal RT 18, meskipun demikian kawasan yang didesain menjadi kawasan wisata perkotaan meliputi 7 RT yakni RT 1, 2, 18, 26, 31, 3 dan 20 Kelurahan Tanjung Redeb.

Pengembangan wisata kota sesuai dengan misi Kabupaten Berau kedua yakni, meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, memberdayakan usaha ekonomi kecil menengah berbasis kerakyatan, dan perluasan lapangan kerja termasuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata dan kearifan lokal. Secara spesifik pengembangan wisata kota juga sejalan dengan arah kebijakan dan program prioritas Kabupaten Berau Tahun 2020.

Setidaknya ada 4 (empat) potensi wisata yang bisa dieksplorasi yaitu wisata kampung batik (sebagai triggernya), wisata religi, wisata kuliner dan wisata oleh-oleh. Eksplorasi potensi wisata di atas dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, serta dipadukan dengan penataan kawasan sesuai rencana induk kota (RIK).

Dari survei wisatawan, ada beberapa kota yang menjadi kota wisata dengan berbagai macam daya tariknya. Kelurahan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali dengan daya tarik wisata alam dan wisata seni-budaya, Kota Bandung dengan daya tarik fesyen dan kuliner, Kota Yogyakarta dengan daya tarik etnik, kultur, sejarah dan keraton, Kota Solo dengan daya tarik keraton dan seni-budaya, Kota  Batu yang mempunyai sekitar 28 obyek wisata. Mewujudkan wisata kota seperti kota-kota di Jawa dan Bali tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun setidak mimpi itu sudah mulai dirajut.

Wisata kampung batik mungkin bukan suatu hal yang benar-benar baru, tetapi melaksanakan program pemberdayaan yang berbasis kemandirian masyarakat, meningkatkan pendapatan, menata lingkungan, mengeksplorasi seni-budaya dan mengelola kearifan lokal menjadi satu kesatuan sehingga menjadi daya tarik wisata merupakan ide tentang masa depan yang mesti didukung. 

Pasca pelatihan membatik tanggal 30 November – 3 Desember 2018 warga terus mengasah kemampuannya, terutama dalam menggambar dan mencanting. Ada banyak motif yang sudah dihasilkan, kombinasi dari aneka tumbuhan seperti perangat (mangrove), bunga elai, singkil, ukiran dayak dan lain sebagainya. Motif tersebut juga sudah dibuatkan cap-nya oleh warga, ada sekitar 7 cap yang sudah dihasilkan.

Dari segi pewarnaan, kampung batik sudah mantap untuk mengembangkan pewarna ramah alam, membuat batik berbasis lingkungan (green development). Warga terus melakukan uji coba pewarnaan dengan menggunakan daun yang ada disekitar kita, seperti daun ketapang, daun suji, daun pandan, pacar kayu, daun jati, daun mangga, jolawe dan masih banyak lagi aneka jenis tumbuhan yang bisa menjadi bahan pewarna.

Jika warga masih mengasah kemampuan menggambar, mencanting dan pewarnaan, pertanyaannya. Kapan batik bisa menjadi dayak tarik kunjungan wisata? Segala sesuatunya butuh waktu, karena ini program pemberdayaan, inisiasinya bottom-up. Dalam proses pemberdayaan, yang punya inisiatif untuk memperbaiki situasi dan kondisi adalah masyarakat sendiri, masyarakat menjadi agen of change, masyarakat bukan hanya menjadi penerima manfaat tapi juga menjadi motor penggerak, masyarakat aktif berpartisipasi dalam setiap proses perubahan.

Dalam konsepnya ada beberapa tahapan yang akan dilakukan guna mewujudkan wisata kampung batik. Tahapan tersebut adalah membangun ide atau gagasan, launching, pemberdayaan ekonomi (produksi) dan integrasi program (penataan kawasan).

Jalan dan gang yang masuk lokus wisata perlu direvitalisasi dengan desain pariwisata, lingkungannya perlu dibuat hijau dan sejuk, perlu dibuat spot-spot foto/selfi dengan tema batik dan budaya Berau, perlu ada area bermain anak yang edukatif, perlu dibuat mekanisme cegah dini dan penanganan potensi kebakaran, perlu ada area yang nyaman bagi  pejalan kaki dan tour sepeda wisata, perlu ada area parkir, perlu dibuat area mini untuk pelaksanaan event budaya dan pariwisata.

Ternyata banyak pekerjaan yang harus dilaksanakan, banyak pihak yang harus dilibatkan dan butuh rentang-waktu lama utuk mewujudkannya. Mari bersinergi dan mengambil peran. (*/sam)

Lurah Tanjung Redeb

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 14:16

Nyaman Juga Rasanya

TERKADANG dihadapkan pada situasi yang harus memilih. Tergantung tingkat kesabaran.…

Selasa, 18 Juni 2019 19:32

Wisata Syariah di Pantai Losari

JANGAN pernah ragu bila ingin berlama-lama di sepanjang Pantai Losari,…

Senin, 17 Juni 2019 15:32

Sup Ubi Nostalgia

LOKASI tak lagi masalah. Walaupun kadang-kadang jadi pertimbangan untuk membuka…

Minggu, 16 Juni 2019 00:47

Salah Masuk Antrean

MASING-MASING daerah tentu ada satu tempat yang menjadi favorit warganya.…

Sabtu, 15 Juni 2019 00:12

Tertolong Poin Garuda

PULANG kampung jadi repot ketika akan pulang. Tidak tahu, kalau…

Jumat, 14 Juni 2019 16:08

Satu Harga Tiga Rasa

TAK susah untuk menikmati Pisang Epe alias pisang gapit. Datang…

Kamis, 13 Juni 2019 15:01

Menanti Senja di Pantai Losari

APA yang paling dinantikan saat berada di Pantai Losari, Makassar?…

Rabu, 12 Juni 2019 15:33

Pertemuan Dua Daeng

INGIN terkenal dan dikenal, banyak jalannya. Tak perlu ke Jakarta…

Selasa, 11 Juni 2019 13:51

Namanya Buroncong

JUMLAHNYA banyak sekali. Saya tak bisa menyebut satu persatu, nama…

Senin, 10 Juni 2019 14:35

Merantau di Kampung Sendiri

BAGI banyak orang, merantau tentu sebagai hal yang mengasyikkan. Bahkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*