MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 28 Maret 2019 14:00
Satu Berbuat, Semua Bisa Kena Dampak

LSM Peraih Penghargaan Konservasi Alam dan Lingkungan di Berau: Zuhriansyah (1)

RAIH PENGHARGAAN: Zuhriansyah saat menerima penghargaan dari Dubes Republik Cekoslowakia untuk Indonesia, Ivan Hotek, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Menjadi salah satu individu yang meraih penghargaan atas perannya dalam membantu konservasi alam. Zuhriansyah pun menganggap itu sebagai bonus atas apa yang telah ia dan teman-temannya kerjakan selama ini.

 

ARI PUTRA, Tanjung Redeb

 

RAUT wajah bahagia terlihat jelas dari mimik Zuhriansyah setelah menerima penghargaan atas peran aktifnya dalam menjaga lingkungan. Ia pun menjadi salah satu dari tiga orang Berau yang bergerak dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) penerima penghargaan dari Pemerintah Republik Cekoslowakia.

 

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Pemerintah Republik Cekoslowakia melalui Kedutaan Besar (Kedubes) untuk Indonesia yang berkantor di Jakarta. Bertempat di gedung VVIP Bandara Kalimarau, penyerahan penghargaan ini diserahkan Dubes Cekoslowakia, Ivan Hotek yang disaksikan oleh Bupati Berau Muharram, dan Wakil Bupati Agus Tantomo, beberapa waktu lalu.

 

Bagi Zuhriansyah, penghargaan ini adalah yang kedua kalinya yang ia terima selama ini. Pada tahun 2010, ia juga menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata (Kemenbudpar), namun dalam hal Ecotourism. Berbeda memang dengan apa yang diterimanya baru-baru ini, sesuai dengan bidang konservasi yang telah digelutinya selama lebih kurang 20 tahun.

“LSM Yayasan Berau Lestari ini terbentuk sekitar tahun 2000-an dengan dimulai di Pulau Maratua dan Derawan,” katanya kepada Berau Post.

Di awal pembentukan Berau Lestari ini tak terlepas dari kenyataan yang dilihat pihaknya. Dimana, Penyu yang merupakan hewan yang dilindungi Negara kian memprihatinkan populasinya. Dan seiring berjalannya waktu, pihaknya pun turut giat dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dan konservasi di hampir seluruh bidang alam yang ada di Berau.

 

“Secara kelembagaan kami bekerja di seluruh Berau, tidak hanya berbicara soal laut. Kami juga banyak aktif dalam hal perlindungan dan pengelolaan hutan hingga program karbon hutan Berau,” ucapnya.

“Jadi hampir seluruh pelestarian pada pengelolaan sumber daya alam kami ingin terlibat di dalamnya dan ingin memberikan kontribusi,” sambungnya.

 

Zuhri juga menyebut kawasan Kepulauan Derawan merupakan salah satu kawasan yang cukup menakjubkan. Hal ini terlihat dengan banyaknya jenis ikan menempati perairan tersebut yang mencapai 1.000 jenis, dan 700 terumbu karang.

 

Sejak awal terbentuk, dirinya bersama yayasan telah ikut terlibat untuk membantu berbagai pihak yang ingin melakukan riset di Kepulauan Derawan. “Karena itu, kami juga sebelumnya telah mendorong agar beberapa tempat di Berau bisa ditetapkan sebagai kawasan konservasi, tapi pada dasarnya juga harus ada pemanfaatannya,” sebutnya.

 

Hal ini yang membua Zuhriansyah melihat sejauh ini persoalan yang ada di Berau belum adanya sinergitas antara sumber daya alam dengan pemanfaatannya. Kondisi ini tentunya sangat berbahaya apabila dibiarkan, sebab Berau merupakan sebuah daerah yang cukup menakjubkan dengan bentang alamnya yang indah, karena memiliki kawasan karst, hutan yang luas, hingga lautan.

 

Di sisi lain, menjadi pihak yang terus mendukung dan mendorong adanya dilakukannya konservasi tentunya memiliki suka maupun duka. Salah satunya yaitu, masih adanya segelintir masyarakat yang menganggap pihaknya hanya tahu melarang apa yang ingin dilakukan masyarakat.

“Tapi itu saya anggap wajar, karena mungkin orang-orang itu tidak melihat dampak ke depannya atas apa yang dilakukan saat ini. Makanya selama ini kami juga terus mengedukasi sembari menunjukkan data. Karena pada dasarnya kerusakan lingkungan itu yang merusak atau yang tidak merusak, akan sama-sama kena dampaknya,” pungkasnya.(*/bersambung/asa)


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 16:03

Gelisah Terus, Pencuri Sarang Walet Pilih Menyerahkan Diri

TANJUNG REDEB – Petualangan Gurius Pernata alias Gio, pelaku pencurian…

Senin, 27 Mei 2019 14:33

Mandek sejak 2014, Segmen Dua Ruas Singkuang-Bandara Kalimarau Dilanjutkan

TANJUNG REDEB – Lanjutan pembangunan di segmen dua freeway Singkuang-Bandara…

Senin, 27 Mei 2019 14:32

Pencuri Sarang Walet Menyerahkan Diri

TANJUNG REDEB – Petualangan Gurius Pernata alias Gio, pelaku pencurian…

Senin, 27 Mei 2019 14:27

Penjara Penuh karena Miras dan Narkoba

Tim Gerebek Sahur Berau Post kembali menyambangi kediaman Bupati Berau…

Minggu, 26 Mei 2019 14:07

Perindo Gugat Hasil Pileg Berau

TANJUNG REDEB –Meski proses rekapitulasi dan pengumuman pemenang pemilu telah…

Minggu, 26 Mei 2019 13:56

Ancaman Sanksi Belum Bertaji

TANJUNG REDEB – Geliat usaha sarang burung walet rumahan terus…

Minggu, 26 Mei 2019 13:53

Terlindung dari Marabahaya, Menutup 70 Pintu Keburukan

Bersedekah dapat menghapus dosa. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Sedekah…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:21

NasDem Belum Tentukan Nama

TANJUNG REDEB – Sesuai hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Umum…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:10

Pelaku Usaha Jangan ‘Aji Mumpung’

TANJUNG REDEB - Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Objek…

Jumat, 24 Mei 2019 14:25

Dirut IPB yang Pertama

TANJUNG REDEB – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Bulan Ramadan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*