MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 15 April 2019 10:46
543 Napi Terancam Kehilangan Hak Suara
PEREKAMAN: Ratusan napi di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb mengikuti perekaman e-KTP sebagai syarat mengikuti Pemilu pada 17 April nanti.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Saat ini penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB tercatat berjumlah 823 orang, namun baru 280 orang yang dipastikan bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum (Pemilu) serentak 17 April nanti.

Hal itu diutarakan Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Berau, Tamjidillah Noor kepada Berau Post, kemarin (14/4).

“Faktornya karena identitas yang tidak jelas, ada yang tidak memiliki e-KTP ada yang memiliki KTP tapi hanya KTP SIA yang hanya ditandatangani camat,” jelasnya.

Namun disebutnya, saat ini pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau masih akan melakukan perekaman e-KTP kepada 543 napi lainnya. “Kami masih berupaya melakukan perekaman data para napi, paling tidak besok (hari ini, red) baru bisa didapat jumlah pastinya,” ujar Aidil –sapaan akrabnya.

Ditambahkannya, selain jumlah pemilih pihaknya juga akan mempertimbangkan terkait penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di rutan yang berada di Jalan Murjani II, Tanjung Redeb itu.

Karena dikatakannya, saat ini baru satu TPS yang rencananya akan didirikan di dalam rutan, mengingat jumlah pemilihnya tidak mencapai 300 orang. “Nanti akan kita pertimbangkan juga apakah memang perlu ada penambahan TPS serta pengawas atau tidak,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb Dwi Hartono mengaku memiliki data berbeda terkait jumlah warga binaannya yang dapat menyumbangkan suaranya dalam pemilu nanti. Yakni hanya 219 orang.

Karenanya, Dwi berharap seluruh pihak terkait dapat bekerja sama untuk memastikan seluruh warga binaannya bisa mendapatkan haknya dalam pemilu nanti, sekaligus mencegah adanya tindakan yang tidak diinginkan.

“Semoga dengan adanya perekaman ulang ini, pemilih bisa bertambah sehingga, begitu juga dengan jumlah TPS-nya. Warga binaan ini juga warga Indonesia yang memiliki hak untuk memilih. Karena itu kami terus berupaya berkoordinasi dengan dinas terkait,” harapnya. (mar/sam)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 14:19

Kerugian Ditaksir Capai Rp 350 Juta

GUNUNG TABUR - Kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah milik…

Rabu, 19 Juni 2019 14:18

Disdik Langsung Ralat Surat Edaran

TANJUNG REDEB - Dinas Pendidikan (Disdik) Berau kembali menerbitkan surat…

Selasa, 18 Juni 2019 19:31

Maksudnya Unjuk Rasa, Eh Malah Berujung Pidana

TANJUNG REDEB – Aksi unjuk rasa yang dilakukan beberapa buruh…

Selasa, 18 Juni 2019 19:27

Ditinggal ke Pasar, Rumah Jadi Arang

GUNUNG TABUR – Kebakaran terjadi sekira pukul 20.40 Wita, Senin…

Selasa, 18 Juni 2019 19:27

“Jangan Foto-Foto, Nanti Viral”

TANJUNG REDEB – Rencana pemerintah menghapuskan perdagangan Bahan Bakar Minyak…

Senin, 17 Juni 2019 15:34

Investor asal Tiongkok Belum Beri Kepastian

TANJUNG REDEB – Rencana kerja sama PT Indo Pusaka Berau…

Senin, 17 Juni 2019 15:25

Jaksa Kesulitan Hadirkan Saksi

TANJUNG REDEB – Lima terdakwa perkara penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu…

Senin, 17 Juni 2019 15:09

Berani Jual Langsung Disita

TANJUNG REDEB – Pembentukan tim pengawas untuk mengatasi keberadaan pengetap…

Minggu, 16 Juni 2019 00:49

Sepekan, 2.000 Orang Serbu Wisata Mangrove

PULAU DERAWAN - Objek wisata Hutan Mangrove di Kampung Tanjung…

Minggu, 16 Juni 2019 00:48

Penyu Betina Ditemukan Mati Mengenaskan

PULAU DERAWAN – Seekor penyu hijau ditemukan mati di salah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*