MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 15 April 2019 10:47
Udang dari Kampung Sukan
Daeng Sikra

PROKAL.CO, KAMPUNG Sukan sekarang sudah jauh berbeda dengan sepuluh tahun silam. Kalau dulu, hanya ada akses sungai. Sekarang, semua serba lancar. Jalan beraspal. Rumah penduduk juga sudah bagus-bagus. Listrik juga sudah terlayani oleh PLN.

Kalau, Minggu (14/4) kemarin saya ke kampung Sukan, itu bukanlah perjalanan yang pertama. Saya sudah pernah bahkan sering ke kampung ini. Ketika pertama kali penempatan warga transmigrasi, saya juga ikut. Saya sudah tidak mengenali lagi rumah-rumah warga trans. Semua sudah berubah bentuk. Artinya, kehidupan warga juga jauh lebih baik.

Membandingkan kampung Sukan dengan kampung lainnya yang ada di sepanjang sungai Berau, Sukan termasuk kampung yag sudah lama ada. Menurut beberapa teman, warga yang menetap di kampung ini berasal dari Banjarmasin (Kalsel). Ada beberapa kampung sekitarnya, seperti Kampung Pujut juga kampung Sragan yang sekarang dikenal Tanjung Prangat.

Teman-teman saya banyak berasal dari kampung Sukan. Ada Pak Fahmi Rizani, mantan Kadishub Berau. Dulu, ketua DPRD Pak Sukri Hasan (Alm) juga dari Sukan. Dan, banyak lagi tokoh tokoh anak muda. Kampung Sukan dikenal sebagai salah satu daerah sentra pertanian. Belakangan, hadir usaha peternakan ayam yang dikelola padat modal.

Usaha tradisional warga Sukan dan juga kampung sekitarnya, selain berkebun dan kegiatan pertanian, juga usaha perikanan. Sejak dulu Kampung Sukan dikenal warganya sebagai nelayan udang maupun kerang. Sadar akan kelangsungan usaha untuk anak cucu, cara menangkap udangpun ramah lingkungan.

Sebetulnya saya berencana di hari Minggu, kemarin, berangkat pagi. Tapi saya mesti menghitung waktu. Pagi, sepertinya para nelayan belum menyelesaikan kegiatannya. Sehingga saya putuskan berangkat jam 09.30 Wita. Ada dua tempat yang ingin saya tuju. Salah satunya Pak Dedi yang tinggal di RT 02, satunya lagi berjarak sekitar 50 meter dari rumah Dedi. Keduanya dikenal sebagai nelayan udang.

Saya ditemani Pak Isrin, juga warga Sukan yang lama tidak pernah pulang kampung. Saya menyindirnya ‘merantau di kampung sendiri’. Isrin terkaget kaget melihat kemajuan kampung Sukan. Kampung yang masih ada keluarga besarnya berkumpul. Katanya dia punya lahan, tapi entah di mana lokasinya.

Mengapa harus ke Kampung Sukan, kalau sekadar hanya mencari udang. Di tempat lain juga ada. Di pasar banyak yang jualan. Di Teluk Bayur juga ada. Bahkan di Jalan Milono, tak jauh dari rumah saya juga berjualan udang berbagai ukuran.

Ada keluarga dari istri saya di Jawa yang ingin sekali menikmati udang sungai dari Berau. Karenanya, saya harus mendapatkan udang yang memang saya paham kualitasnya. Tak banyak, sebab saya juga harus mempertimbangkan paketannya. Khawatir, justru membebani bagasi salah seorang keluarga yang akan ke Jawa. Ia bekerja di perusahaan tambang, yang harus pulang untuk nyoblos pada Pemilu mendatang.

Menuju Kampung Sukan, saya naik kendaraan melewati beberapa kampung lainnya. Dari Sambaliung kemudian menyusuri kampung Bangun. Dari sini, kemudian berbelok menuju kampung Gurimbang. Gurimbang juga kini semakin bersinar, salah satu kampung yang masuk dalam kawasan sekitar tambang. Sebelum memasuki Kampung Tanjung Perangat, setelah melewati jalan lurus beraspal mulus, kami berbelok ke arah Kampung Sukan.

Banyak warga yang menanam pohon karet dan sudah mulai produksi. Ada juga belasan rumah sarang walet, yang berdiri di sisi jalan. Ada kebun kelapa sawit yang tidak begitu luas. Hamparan sawah yang ditanami padi, yang siap panen dua bulan nanti. Ada kanal yang dibuat dari arah sungai menuju darat. Kampung Sukan, salah satu kampung yang memang wajar bila disebut sebagai sentra produksi holtikultura.

Pak Dedi rupanya sudah menyiapkan 3 kilogram udang segar, sesuai dengan pesanan. Harganya tak mahal Rp 90.000 per kilogramnya. Ada beberapa ekor yang bertelur. Ini cukuplah buat dikirim ke Jawa. Udangnya, bukan Udang Galah, ukuran kecil sedikit. Dari rumah Pak Dedi, saya masih harus membeli lagi sebanyak 3 kilogram. Buat teman-teman saya yang sama sama dalam satu kendaraan.

Saya lupa namanya, tapi saya ingat beberapa bulan lalu saya juga pernah membeli udang di tempat ini. Ada warung, tak jauh dari rumah Pak Dedi. Ada sedikit perbedaan harga. Tapi, saya yakin kualitasnya pasti sama. Udangnya segar bila direbus atau digoreng, terasa daging udangnya kenyal gurih.

Setibanya di rumah, saya sisihkan sebanyak 6 ekor untuk saya rebus santap siang. Saya pernah mendengar cerita teman, bedanya daging udang yang ditangkap ramah lingkungan dengan yang tidak. Kalau ramah lingkungan seperti yang saya beli di Sukan, dagingnya kenyal. Kalau yang ditangkap dengan menggunakan setrum, dagingnya lembek. Tapi, kalau sudah lapar, sulit sekali membedakannya. Hahaha (*/sam)

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 13:45

Mr Lho Tak Sabar Lagi

SALAH satu persoalannya di transportasi. Memang sudah ada rute yang…

Jumat, 19 April 2019 10:46

Memasak Tuba

ADA banyak jenis tuba. Tumbuhan yang sering digunakan untuk meracun…

Rabu, 17 April 2019 11:40

Mengampas Para Pelanggan

ADA usaha yang kadang tidak siap menghadapi pesaingnya. Sehingga, ketika…

Selasa, 16 April 2019 14:08

Memanfaatkan Limbah

PROSES pembukaan lahan perkebunan ataupun kegiatan pertambangan batu bara, menyisakan…

Senin, 15 April 2019 10:50

Paguyuban Kelas Jadi Solusi

KATA Paguyuban sudah tidak asing bagi kita. Kamus Besar Bahasa…

Senin, 15 April 2019 10:47

Udang dari Kampung Sukan

KAMPUNG Sukan sekarang sudah jauh berbeda dengan sepuluh tahun silam.…

Sabtu, 13 April 2019 12:42

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Auditor

AUDITOR adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab,…

Sabtu, 13 April 2019 12:37

Santai di Atmosfer

BANYAK tempat kini bisa jadi ajang bertemu. Bisa di loby…

Sabtu, 13 April 2019 12:35

Pertarungan Ego Kedaerahan

PEMILU Serentak tahun ini sebentar lagi digelar. Sabtu (13/4) hari…

Jumat, 12 April 2019 14:16

Menumbuhkan Nilai Kesetiakawanan

SEIRING dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pada tingkat masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*