MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 22 April 2019 13:33
Berharap PLN Sediakan Listrik 24 Jam
PASANG JARINGAN: Petugas PLN saat memasang jaringan listrik di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Bidukbiduk.

PROKAL.CO, BIDUKBIDUK – Sejumlah kampung di Kecamatan Bidukbiduk mengharapkan agar listrik dari PLN bisa menyala 24 jam. Sebab selama ini, PLN yang melayani 5 kampung di wilayah ini hanya menyuplai listrik 12 jam, dimulai pukul 18.00 Wita sampai 06.00 Wita.

Kepala Kampung Teluk Sulaiman, Jamaluddin mengatakan, selama ini masyarakat memang sudah menikmati listrik dari PLN. Namun pelayanan listrik belum 24 jam alias hanya pada malam hari. Karena itu, untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat, diperlukan listrik 24 jam. “Saat ini masyarakat hanya menikmati listrik di malam hari saja,” kata Jamaluddin, kepada Berau Post, Minggu (21/4).

Menurutnya, jika listrik sudah 24 jam, maka aktivitas masyarakat akan semakin baik dan perekonomian pasti meningkat. “Kami sudah lama mengusulkan supaya listrik di kampung ini bisa beroperasi siang-malam. Karena banyak juga usaha masyarakat dan industri rumah tangga yang memerlukan listrik 24 jam,” ujarnya.

Hal lain yang menurut dia diperlukan listrik 24 jam, yakni karena wilayah Bidukbiduk merupakan tujuan wisata. Setiap hari libur, tak sedikit wisatawan dari kabupaten tetangga, seperti Kutai Timur, yang berlibur di Bidukbiduk.

“Menurut saya tidak ada salahnya kalau PLN merealisasikan listrik 24 jam. Karena Bidukbiduk juga tempat wisata. Tentu semua fasilitas juga harus lengkap, sehingga wisatawan merasa betah berlama-lama,” jelasnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Kepala Kampung Giring-Giring, Irvand Kiay. Menururnya, dengan beroperasinya listrik 24 jam di wilayah Bidukbiduk, banyak masyarakat yang terbantu, khususnya mereka yang memiliki usaha industri rumah tangga. Selain itu, listrik 24 jam dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui usaha kecil-kecilan, seperti pembuatan es batu untuk nelayan dan lainnya.

Termasuk sangat membantu pemilik rumah sewa atau penginapan. “Pemilik penginapan kadang harus mengeluarkan biaya bahan bakar untuk genset. Karena mereka harus memberikan pelayanan prima kepada tamu atau wisatawan yang menginap. Tentu biayanya cukup besar dibanding jika listrik sudah menyala 24 jam,” jelas Irvand Kiay.

Keinginan listrik menyala 24 jam ini lanjut Irvand Kiay sudah diusulkan melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kecamatan. “Bagi kami, listrik 24 jam sangat prioritas. Karena banyak juga usaha masyarakat yang bergantung listrik. Kami sudah usulkan, harapannya dapat direspons pihak terkait,” tandasnya. (*/sht/har)


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 11:31

Tak Ada Pembebasan Lahan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bakal membangun sheet…

Senin, 22 Juli 2019 11:30

Cegah Masuknya Narkoba Via Darat

GUNUNG TABUR – Cegah upaya masuknya narkotika di Kabupaten Berau…

Sabtu, 20 Juli 2019 21:54

Polisi Bakar Arena Sabung Ayam

GUNUNG TABUR – Dua lokasi arena judi sabung ayam di…