MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 22 April 2019 13:41
Manusia Tertinggi di Berau Diminta Periksa Kesehatan
BERI HARAPAN: Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo (kanan) berfoto bersama Rahmadi saat mengunjungi di kediamannya, Kampung Tanjung Perangat, Minggu (21/4).

PROKAL.CO, SAMBALIUNG - Prihatin dengan kondisi Rahmadi yang merupakan manusia tertinggi di Berau, Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo mengunjungi kediaman Rahmadi di Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung (21/4). Bersama salah satu komunitas di Berau, Agus memberikan bantuan berupa sembako kepada Rahmadi dan keluarganya. 

Untuk diketahui, tinggi Rahmadi mencapai 2,2 meter. Ini tak biasa bagi orang kebanyakan di Indonesia.


Dikatakannya, bantuan yang diberikan pihaknya memang tidak seberapa, namun yang terpenting penanganan masalah kesehatan yang diderita Rahmadi selama ini. Apalagi, kata dia, informasi yang didapat dari Kepala Kampung Tanjung Perangat, ternyata tiga tahun lalu Rahmadi sempat disarankan untuk dirujuk ke Makassar.

“Bantuan itu sebenarnya sudah biasa, yang terpenting itu adalah bagaimana caranya menangani masalah kesehatannya. Itu menurut saya yang penting,” katanya kepada Berau Post.

Wabup pun meminta kepala kampung setempat segera membawa Rahmadi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, Tanjung Redeb untuk memeriksa kembali kondisi kesehatannya. Terlebih dari informasi yang ia terima Rahmadi menderita tulang lemah.

Karena itu, melalui pemeriksaan ulang di rumah sakit nantinya akan diketahui permasalahan yang dialaminya saat ini. “Kalau hasilnya tetap diminta untuk dirujuk maka akan kita usahakan agar dia tetap dirujuk. Apalagi teman-teman komunitas juga sudah berkoordinasi dengan RS di Balikpapan dan pihak rumah sakit mengaku bisa menanganinya,” tuturnya.

Mengenai biaya yang digunakan apabila Rahmadi dirujuk? Agus menyebut pengusaha lokal dan komunitas siap menanggung. Sehingga menurutnya tidak perlu bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. “Dengan adanya bantuan ini tentunya kita ingin memberikan dia harapan dari sisi kesehatan agar bisa sembuh. Sehingga bisa tumbuh dan sehat, serta bisa beraktivitas seperti biasanya,” harapnya.

Untuk diketahuiRahmadi masih berusia 22 tahun tinggal di Kampung Tanjung Perangat. Tidak jauh dari Tanjung Redeb dan hanya membutuhkan waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit menggunakan roda empat. Kasus Rahmadi mencuat bermula dari media sosial.

Mencari kediamannya tak terlalu sulit. Ada dua rumah kecil sederhana.  Rumah papan yang tak bercat. Satunya tak ada pohon karet. Rumahnya kayu mirip rumah awal penempatan warga transmigrasi. Beberapa tas kresek putih bergantung di dinding yang juga sebagai ruang tamu. Tak ada kursi tamu. Rahmadi asyik berbaring di lantai beralaskan karpet plastik sambil nonton televisi.

Sang ayah, Pak Tongat dan Ibunda Hotma Pina Panggabean. Sang ayah pun bercerita bahwa ia punya 5 orang anak. Saat dilahirkan, semua anak-anaknya dalam keadaan normal, termasuk Rahmadi. “Postur badannya seperti saya dan ibunya-lah,” kata Tongat.

Namun ketika berusia 12 tahun, Rahmadi disunat seperti anak-anak sebayanya. Setelah disunat itulah, perubahan badannya terus meningkat. Tinggi badan Rahmadi sekarang mencapai 220 sentimeter. “Saya tidak pernah menimbang berat badannya, jadi tidak tahu,” kata Tongat.

Sang ayah juga merasa prihatin, sebab Rahmadi sejak lima tahun sakit. Ia tidak bisa jongkok. Untuk berjalan pun hanya bisa maju beberapa meter. Bila sudah terlanjur di kebun, biasanya memilih tidur ketimbang harus pulang ke rumah.  Padahal jaraknya tidak jauh. Kami hanya mengantarkan makanan. “Porsinya memang lebih dari biasanya,” kata Pak Tongat, sambil menceritakan kehadirannya di Berau sejak 11 tahun silam.

Pria asal Sumatera ini kemudian membeli lahan di Tanjung Perangat. Rumah yang mereka tempati, belum pernah diperbaiki. Masih rumah bentuk awal. Ia mengaku punya lahan yang ditanami pohon karet di samping rumahnya. Tapi, sampai saat ini walaupun sudah masuk usia menghasilkan getah, tapi belum berisi juga. “Jadi untuk biaya hidup keluarga, kami hanya berjualan sayur mayur keliling,” jelas Tongat.

Ia pun tidak tahu bagaimana harus merawat sang buah hatinya itu. Bisa saja sekarang usianya 22 tahun dengan tinggi badan 220 sentimeter, pertumbuhasn tinggi badannya bisa bertambah. Untuk membawa ke rumah sakit ataupun memeriksakan kesehatan, sang ayah mengaku tak punya biaya. (arp/asa)


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 14:34

Utamakan Keselamatan saat Bepergian

TANJUNG REDEB – Lebaran Idulfitri hanya tersisa delapan hari lagi,…

Minggu, 26 Mei 2019 14:15

Banyak Tunggakan di PSAD

TANJUNG REDEB – Walau sudah lama beroperasi, namun sejumlah lapak…

Minggu, 26 Mei 2019 14:09

Terus Pelototi ADK

TANJUNG REDEB – Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:24

Warga Kaltara Ramaikan PSAD

TELUK BAYUR – Jelang lebaran Idulfitri, Pasar Sanggam Adji Dilayas…

Jumat, 24 Mei 2019 14:28

Menjaga Kebersihan Butuh Dukungan Masyarakat

TANJUNG REDEB – Guna mengantisipasi menumpuknya sampah di wilayah permukiman,…

Jumat, 24 Mei 2019 14:27

Cegah Penimbunan dan Lonjakan Harga

TANJUNG REDEB - Menjelang Idulfitri, aparat Polres Berau menurunkan tim…

Jumat, 24 Mei 2019 14:27

Jembatan Parit Lima Dapat Rp 4,7 M

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Rabu, 22 Mei 2019 15:12

Dishub Bakal Panggil Pengusaha Travel

TANJUNG REDEB – Jelang momen mudik Hari Raya Idulfitri 1440…

Selasa, 21 Mei 2019 16:23

Bakal Mondar-mandir di Jalan Menuju Pesisir

TANJUNG REDEB – Pastikan arus mudik lancar, Satuan Lalu Lintas…

Selasa, 21 Mei 2019 16:21

Dumaring Harus Bergerak Cepat

TALISAYAN – Berkunjung ke sejumlah kampung di kawasan pesisir selatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*