MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 28 April 2019 14:14
15 TPS Gelar Pemilu Susulan dan Lanjutan
PEMILU SUSULAN: Ratusan warga binaan tampak antusias menyalurkan hak pilihnya di TPS 041 pada pemilu susulan di TPS 041, Jalan Murjani II Tanjung Redeb, Sabtu (27/4).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Setelah sempat tertunda akibat masalah logistik, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau menggelar pemilihan umum (Pemilu) susulan dan pemilu lanjutan, Sabtu (27/4) kemarin. Pemilu susulan digelar di 11 tempat pemungutan suara (TPS) berbasis daftar pemilih tambahan (DPTb) yang tersebar di lima kecamatan. Sedangkan pemilu lanjutan dilaksanakan di 4 TPS di Kecamatan Tanjung Redeb, Biatan dan Teluk Bayur.

Ketua KPU Berau, Budi Harianto mengatakan, pemilu susulan di 11 TPS dilakukan berdasarkan instruksi KPU RI, akibat keterlambatan surat suara pada pemilu 17 April lalu. Sementara pemilu lanjutan, diakui Budi,  dilakukan sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Berau.

Meski berjalan lancar, Budi mengakui pelaksanaan pemilu susulan di beberapa TPS di luar Tanjung Redeb minim pemilih yang menyalurkan suaranya. Berbeda dengan pemilu lanjutan yang dilaksanakan di 4 TPS, antusias masyarakat yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) cukup tinggi menyampaikan hak suaranya.

“Saya pikir minimnya pemilih tambahan yang mencoblos pada pemilu susulan ini karena mereka merupakan orang perusahaan. Cuaca hujan dari pagi juga jadi salah satu faktor mereka enggan datang ke TPS,” kata Budi, kepada Berau Post, Sabtu (27/4).

Dijelaskannya, sesuai data pihaknya, jumlah daftar pemilih tambahan yang berhak melakukan pencoblosan pada pemilu susulan sebanyak 1.325 orang. Sementara untuk pemilu lanjutan yang masuk daftar pemilih tetap sebanyak 160 orang.

“Jadi untuk pemilu susulan itu untuk daftar pemilih tambahan. Mereka memang belum mencoblos sama sekali. Sesuai instruksi KPU RI, hanya empat surat suara saja yang dicoblos,” katanya.

“Sedangkan untuk pemilu lanjutan, mereka masuk daftar pemilih tetap. Tapi hanya untuk pemilihan yang belum dilaksanakan 17 April lalu. Seperti di TPS 35 Tanjung Redeb, sebanyak 20 DPT belum mencoblos untuk pemilihan DPRD kabupaten. Jadi hari ini (kemarin, Red) mereka mencoblos itu saja,” lanjut Budi.

Lebih lanjut dikatakannya, terkait hasil pemilu 17 April lalu, Budi mengungkapkan sesuai tahapan, pihaknya harus melaksanakan pleno 7 Mei mendatang. Namun hingga saat ini, dari 13 kecamatan, baru 6 kecamatan yang sudah menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara. “Sampai sekarang kami belum menentukan kapan akan melakukan pleno di tingkat kabupaten. Karena masih menunggu dari tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Kalau di tingkat PPK selesai, kami lanjut tingkat kabupaten,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Berau, Nadirah mengakui, pemilu lanjutan di 4 TPS yang dilaksanakan KPU merupakan rekomendasi pihaknya beberapa hari setelah pencoblosan lalu. Pasalnya, pihaknya mendapat banyak laporan dari masyarakat yang masuk dalam DPT belum menyalurkan hak pilihnya pada pemilu 17 April lalu karena kehabisan surat suara. Saat menerima laporan, sesuai prosedur, pihaknya melakukan klarifikasi untuk memastikan bahwa yang melapor benar-benar belum melakukan pencoblosan.

“Ada sekitar 170 orang yang melapor ke kami. Dan di antara itu, mereka hanya mencoblos dua surat suara saja. Yaitu surat suara untuk pemilihan DPRD kabupaten dan DPR RI. Tapi mereka tidak asal lapor, lalu bisa pemilu lanjutan. Tentu kami klarifikasi dulu,” jelas Nadirah. (arp/har)

 

219 Warga Binaan Ikut Nyoblos

PEMILIHAN Umum (Pemilu) susulan akhirnya digelar di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II Tanjung Redeb, Sabtu (27/4) kemarin. Pemungutan suara dimulai pukul 10.40 Wita dengan pengawasan pihak kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Berau.

Ratusan warga binaan yang masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) yang belum mencoblos pada 17 April lalu, tampak antusias menyalurkan hak pilihnya di TPS 041 yang disediakan di Rutan, Jalan Murjani II Tanjung Redeb.

Kepala Rutan Klas II Tanjung Redeb, Dwi Hartono mengakui, pemilu susulan ini diikuti warga binaan yang belum mencoblos pada hari pemilu 17 April 2019 lalu. Dari 822 warga binaan di Rutan Tanjung Redeb, hanya 219 orang yang bisa menyalurkan hak pilihnya pada pemilu susulan ini.

“Itu pun 19 orang di antaranya beberapa hari lalu sudah bebas. Jadi saya belum tahu apakah 19 orang ini datang ke sini (Rutan, Red.) untuk mencoblos,” katanya kepada Berau Post, Sabtu (27/4).

Sedikitnya jumlah warga binaan yang bisa mencoblos pada pemilu ini sangat disayangkan. Persoalannya karena banyaknya warga binaan tidak memiliki identitas yakni kartu tanda penduduk (KTP). Padahal, Dwi mengakui pihaknya sudah berusaha sejak Januari lalu agar warga binaan lainnya bisa ikut serta menjadi bagian pemilu ini.

Bahkan, setiap kali pertemuan sebelum pencoblosan, warga binaan kerap menanyakan KTP elektronik miliknya yang belum selesai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau.

“Padahal saya melihat mereka sangat antusias sekali. Itu saya ketahui setiap kami ada pertemuan, mereka pasti menanyakan KTP mereka, sudah selesai atau belum. Karena tidak memiliki KTP maka tidak bisa memilih,” terangnya.

Pihak Disdukcapil kata dia juga sudah berusaha membantu dengan meminta NIK (Nomor Induk Kependudukan) atau nama orangtua mereka. Tapi saat dicari di server Disdukcapil tetap tidak ketemu juga. “Makanya hanya 219 orang ini saja yang punya identitas dan bisa mencoblos,” jelas pria yang sebelumnya bertugas di Rutan Samarinda ini.

Kondisi ini sempat membuat sekitar 600 warga binaan lainnya kecewa. Karena itu, saat proses pencoblosan, pihaknya meminta pengamanan kepada pihak kepolisian untuk mewaspadai apabila terjadi kericuhan akibat tidak bisa mencoblos.

“Kami juga minta supaya pihak KPU bisa menjawab pertanyaan warga binaan yang tidak bisa mencoblos,” pungkasnya. (arp/har)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:29

Hadiah Utama Sepeda Motor Menanti

TANJUNG REDEB - Semarak puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…

Minggu, 23 Juni 2019 01:06

Petakan Wilayah Rawan Bencana

TANJUNG REDEB - Bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah…

Minggu, 23 Juni 2019 01:04
Putusan Kasus Tipikor Proyek Air Bersih

Terdakwa dan Jaksa Tak Ajukan Banding

TANJUNG REDEB – Dua terdakwa perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:20

Mendikbud Tambah Kuota Jalur Prestasi

TANJUNG REDEB - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:18

Oknum PNS Terjerat Korupsi ADK Balikukup

TANJUNG REDEB – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diketahui…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:17

Tiga Tersangka Sekaligus Ditahan

TANJUNG REDEB – Berkas, tersangka dan barang bukti (tahap II)…

Jumat, 21 Juni 2019 14:55

Pertamina Sebut Kewenangan Pemilik

TANJUNG REDEB – Berbagai pihak mendesak agar PT Pertamina meminta…

Jumat, 21 Juni 2019 14:53

Lapak Pedagang Pasar Subuh Dibongkar Paksa

TELUK BAYUR – Lapak pedagang pasar subuh di Pasar Sanggam…

Jumat, 21 Juni 2019 14:52

Pemilik Mobil Ikut ‘Dijilat’ Api

TANJUNG REDEB - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Berau…

Kamis, 20 Juni 2019 11:58

Kejari Tunggu Pelimpahan Kejagung

TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau masih menunggu pelimpahan…