MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 04 Mei 2019 13:24
ASN Ini Bakal Puasa Dalam Penjara

Pelaku Penganiayaan Anak Ditetapkan Tersangka

BERSTATUS TERSANGKA: Wiwik oknum ASN yang melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur kini telah ditetapkan sebagai tersangka, dan telah mendekam di balik jeruji ruang tahanan Mapolres Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berbekal keterangan tiga saksi dan hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), polisi tetapkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau Wiwik Dwi Karianto (46) menjadi tersangka.

“Betul, pelaku (Wiwik, red) sudah kami tetapkan sebagai tersangka atas penganiayan yang dilakukannya pada Rabu (1/5) sekira pukul 20.00 wita,” ujar Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Agus Arif Wijayanto kepada Berau Post (3/5).

Diterangkan Agus, berdasarkan hasil visum memang menunjukkan adanya luka lebam di wajah korban yakni Az (11). Namun, saat saat diperiksa tersangka tetap mengelak kalau dirinya disebut melakukan pemukulan.

Lebam yang ada di mata kanan korban disebutnya terjadi karena wajah korban membentur kepalanya saat tabrakan. “Dia mengaku terbentur kepalanya antara korban dan pelaku, kemudian pelaku menempelkan korban ke pagar,” tutur Kasat menirukan pengakuan pelaku.

Namun hal itu tidak bisa menyelamatkannya dari jeratan hukum. Atas perbuatannya, kini Wiwik mulai menginap di balik jeruji besi ruang tahanan Mapolres Berau. Pelaku pun terancam pasal perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Pelaku diancam dengan pasal 80 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, junto pasal 351 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang kekerasan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” jelasnya.

Wiwik yang sempat ditemui Berau Post enggan berkomentar banyak terkait hal itu. Namun disebutnya, saat itu dirinya tidak memiliki maksud untuk menyakiti korban. Dirinya juga mengaku sempat mencoba meminta maaf dengan datang ke rumah korban, namun dirinya disambut parang oleh orang tua korban.

“Awalnya saya hendak mendatangi korban dan orang tuanya, namun disambut dengan parang. Saya datang untuk meminta maaf dan berdamai. Namun saya akui saya salah, dan menyesali perbuatan saya,” singkatnya.

Sementara itu orang tua korban Radian mengaku kalau pihaknya sudah memaafkan perbuatan pelaku. Namun dirinya memastikan tetap memproses hal tersebut di ranah hukum. “Istri pelaku sudah datang meminta maaf, kami sudah memaafkan, namun proses hukum harus tetap berlanjut,” katanya. (*/yat/sam)

 

Bakal Diberhentikan Sementara

BADAN Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau bakal memberhentikan sementara Wiwik Dwi Kariyanto, yakni oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjerat kasus penganiaan terhadap anak di bawah umur. Hal itu ditegaskan Kepala BKPP Berau, Abdul Rifai saat diwawancara Berau Post kemarin (3/5).

Saat ini memang diakui Rifai, pihaknya telah mengetahui adanya persoalan tersebut, namun dirinya belum mengetahui di instansi mana yang bersangkutan bertugas saat ini.

"Kalau yang bersangkutan sudah ditangani pihak kepolisian, maka kami tinggal menunggu laporan saja dari kepala instansi di mana dia (Wiwik, red) bertugas," katanya saat diwawancara Berau Post via telepon, Jumat (3/5).

Dirinya pun berharap pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tempat Wiwik bertugas aktif melaporkan perkembangan perkara tersebut, terlebih jika pihak kepolisian telah melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

Sebab laporan itu diterangkannya, akan menjadi dasar pihaknya membentuk tim untuk menentukan pemberhentian sementara setiap ASN yang terlibat hukum.

Kemudian, selama diberhentikan sementara, Wiwik hanya akan menerima 50 persen dari gaji pokoknya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). "Sembari menunggu putusan inkrah dari pengadilan juga, setelah itu baru diputuskan lagi hukuman selanjutnya," pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Berau. Hal itu dialami oleh Az (11), warga Perumahan Korpri, Jalan Murjani 3, Tanjung Redeb.

Az mengalami lebam di pelipis mata kanan dan memar-memar di bagian tubuhnya, diduga karena dianiaya tetangganya yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Berau, sekira pukul 20.00 Wita, Rabu (1/5).

Kejadian ini bermula ketika Az baru pulang dari warung sembako dengan bersepeda. Saat itu, Az berpapasan dengan pelaku berinisial Wiwik yang sedang berjalan kaki. Az yang berjalan di pinggir bermaksud menghindari pelaku yang juga berjalan di tepi jalan. Namun saat Az berusaha menghindar, pelaku juga berjalan ke arah yang sama hingga keduanya bertabrakan.

Isnawati, ibu korban mengatakan, pelaku saat ditanya tidak mengaku telah menganiaya anaknya. “Katanya tidak memukul. Tapi pengakuan anak saya, dia dibenturkan ke tembok dan sempat dicekik serta dilempar ke pagar rumah. Kacamata anak saya sampai hilang,” ungkap Isnawati beberapa waktu lalu. (arp/sam)

 


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 11:26

Polisi Bubarkan Aksi FPSB

TANJUNG REDEB – Aksi damai yang dilakukan sekelompok massa di…

Minggu, 21 Juli 2019 14:30

Duta Wisata Berau, Kini Meniti Karier Lawyer

Cita-citanya ingin masuk sekolah kedinasan. Tepatnya di Akademi Polisi (Akpol).…

Minggu, 21 Juli 2019 14:27

Positif Narkoba, Seorang PTT Dipecat

TANJUNG REDEB - Seorang pegawai tidak tetap (PTT) di Dinas…

Sabtu, 20 Juli 2019 16:06

Bandar asal Malaysia Dicokok

TANJUNG REDEB – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur, membekuk…

Sabtu, 20 Juli 2019 16:02

Eksekutif-Legislatif Sepakati 6 Proyek MYC Senilai Rp 896 M

TANJUNG REDEB– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Berau, telah menyepakati…

Sabtu, 20 Juli 2019 16:00

Bupati Perintahkan Pemecatan

DIDUGA melakukan perselingkuhan, dua pegawai tidak tetap (PTT) di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 20 Juli 2019 15:53

Investasi Masuk Jangan Dihalang-halangi

TANJUNG REDEB – Derasnya arus penolakan masuknya jaringan swalayan nasional…

Jumat, 19 Juli 2019 14:29

Banding Ditolak, Terdakwa Ajukan Kasasi

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada…

Jumat, 19 Juli 2019 14:23

Rawan Terjerat Pidana

TANJUNG REDEB – Penguasaan tanah di kawasan hutan oleh masyarakat,…

Jumat, 19 Juli 2019 14:17

Dapat Ilmunya, Nikmati Pengalaman Pertama ke Luar Daerah

Dengan sebaran lahan yang masih sangat luas, Berau masih menyimpan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*