MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Kamis, 16 Mei 2019 13:02
Butuh Dua Huruf Baru
INFORMASI: Penulis berfoto dengan latar Museum Siraja, Jalan Bioskop, Teluk Bayur. Di museum tersimpan sejarah perjalanan pertambangan batu bara di Teluk Bayur.

PROKAL.CO, SELAIN yang ada di Gunung Tabur, ada museum yang tidak terlalu besar, baik bangunan maupun koleksi yang dimiliki. Namanya Museum Siraja. Lokasinya di antara perkampungan penduduk di Jalan Bioskop, Teluk Bayur.

Ketika museum ini diresmikan pada 17 Juni 2015, saya hadir dalam peresmian itu. Saya bertemu banyak tokoh masyarakat yang ada di Teluk Bayur, maupun para praktisi seni. Saya juga sempat berbincang banyak dengan Pak Adji Rahmatsyah Bin Datu Maharaja Dinda. Pemilik rumah dan menjadikannya sebuah museum.

Hari Rabu (15/5), kemarin, saya kembali mengunjungi Museum Siraja. Sehari sebelumnya, saya juga datang tapi pintu tertutup. Yang salah saya juga, datangnya kesiangan. Pada saat jam buka museum sudah berakhir. Karenanya, kemarin, datang lebih awal. Suasanya masih sepi.

Pintu terbuka, walaupun ada tulisan ‘DITUTUP’ masih terlihat jelas. Saya pikir, mungkin lupa dibalik saja. Saya masuk saja. Seperti biasa mencari buku tamu dan petugas. Ada meja kecil di dekat pintu masuk. Buku tidak terlihat.

Saya mencermati ruang utama di museum tersebut. Di bagian dinding yang lebih tinggi, ditempatkan sembilan foto para tokoh yang pernah memimpin Kabupaten Berau. Mulai dari foto Pak Raden Ayoeb hingga foto bupati sekarang. Di bagian lain, ada uang kertas dan uang koin edisi lama, serta beberapa uang kertas beberapa negara.

Ada juga foto-foto sejarah perjalanan pertambangan batu bara di Teluk Bayur tahun 1957. Saya membayangkan, museum ini bisa memiliki dokumen visual dari kegiatan pertambangan batu bara dulu. Pasti informasinya akan lebih menarik lagi. Sebagian dokumen sebetulnya sudah banyak beredar di YouTube.

Dua piring berukuran besar, yang disimpan di atas lemari yang khusus ditempati benda berupa keramik. Satu keramik dengan gambar ikan Koi dan satunya lagi suasana keluarga Cina. Memang harus diakui, kalaupun juga tak ada petugas yang bisa menjelaskan, setidaknya perlu dibuatkan tulisan dan keterangan dari setiap koleksi.

Dari depan rumah yang dijadikan museum tersebut memang terlihat kecil, tapi ketika memasuki rumah tersebut memiliki dua pintu masuk. Satu pintu masuk yang jelas bertuliskan museum, kemudian pintu lainnya lebih digunakan sebagai pintu rumah tangga.

Museum ini masih menyatu dengan rumah milik Adji Rahmatsyah (almarhum).

Tak lama, ada dua ibu-ibu yang datang. Langsung menyediakan buku tamu. Saya tulislah nama saya dan teman saya. Juga mencermati nama-nama yang berkunjung dan tercatat rapi di buku tamu. Buku tamu itu penting, sebagai bahan untuk evaluasi. Juga untuk bahan laporan bagi kantor yang memerlukannya.

Saya tidak terlalu banyak tahu, apakah museum Siraja ini, mendapat dukungan anggaran dari daerah atau dari mana saja. Bersyukur kalau memang sudah ada. Tapi semangat almarhum  Adji Rahmatsyah menjadikan rumahnya sebagai bagian dari museum, perlu mendapat apresiasi yang tinggi. Masih sangat sedikit koleksi yang dimiliki, dibanding benda sejarah yang ada di Teluk Bayur dan sekitarnya, yang bisa menjadi koleksi baru.

Ada bangunan yang sejak lama pernah di wacanakan untuk dijadikan museum batu bara, tapi hingga kini belum juga terealisasi. Saya membayangkan, bila itu terwujud dengan semua perjalanan sejarahnya, maka Teluk Bayur bukan saja memiliki dua museum, tapi juga punya museum batu bara yang lengkap.

Ketika akan meninggalkan bangunan museum, saya sedikit tercenung melihat tulisan yang ada di teras rumah. Seingat saya, ketika diresmikan dulu, semua masih lengkap. Masih terawat dengan baik. Untuk waktu dekat ini, museum ini hanya perlu dua ‘huruf baru’. Maksudnya untuk menambahkan huruf depan yang hilang pada tulisan ‘Museum’ dan ‘Teluk”. Selamat melaksanakan Ibadah Puasa. (*/udi)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 15:22

Bekantan Kalah Pamor

MEMANG seharusnya tak ada yang gratis. Apalagi tempat yang memerlukan…

Senin, 24 Juni 2019 14:28

Sepekan, Seribu Kantong Sampah

SAMPAH menjadi salah satu persoalan besar di semua tempat wisata.…

Minggu, 23 Juni 2019 01:03

Gogos Kampung Merancang

ADA yang namanya titik lelah. Dalam perjalanan lebih dari 100…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:19

Akhirnya Punya SIM Baru

TIGA tahun terakhir, pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) tak perlu…

Jumat, 21 Juni 2019 14:46

Pantura dan Pulau Derawan

BAGI penjual makanan, memang mengalami kesulitan untuk menampilkan semua harga…

Kamis, 20 Juni 2019 12:00

Ayam Bakar Tolak Pinggang

APALAH arti sebuah nama. Itu sering terdengar. Namun soal nama…

Rabu, 19 Juni 2019 14:16

Nyaman Juga Rasanya

TERKADANG dihadapkan pada situasi yang harus memilih. Tergantung tingkat kesabaran.…

Selasa, 18 Juni 2019 19:32

Wisata Syariah di Pantai Losari

JANGAN pernah ragu bila ingin berlama-lama di sepanjang Pantai Losari,…

Senin, 17 Juni 2019 15:32

Sup Ubi Nostalgia

LOKASI tak lagi masalah. Walaupun kadang-kadang jadi pertimbangan untuk membuka…

Minggu, 16 Juni 2019 00:47

Salah Masuk Antrean

MASING-MASING daerah tentu ada satu tempat yang menjadi favorit warganya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*