MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 17 Mei 2019 14:23
Isyarat Jempol Diana
MENINGKAT: Penulis saat berada di tempat penimbangan kendaraan sebelum memasuki lahan pembuangan sampah, di TPA Bujangga. Selama Ramadan, produksi sampah mencapai 45 ton perhari.

PROKAL.CO, BUKAN hanya beban puncak pemakaian listrik maupun air bersih yang meningkat di bulan puasa. Tapi, produksi sampah juga cenderung meningkat. Walau meningkat, frekuensi kesibukan petugas tak ada yang berubah drastis. Semua berlangsung seperti biasa.

Kesekian kalinya saya mengunjungi tempat wisata TPA di Bujangga. Saya lebih suka menyebut sebagai lokasi wisata, sebab memang tempat pembuangan sampah, tapi kawasan yang bersih dan kini aromanya tidak menusuk hidung. Saya tidak lupa jumpa dengan Daeng Nai, komandan di TPA itu.

Kali ini saya ingin melihat bagaimana kesibukan, ketika kendaraan datang membawa sampah dan kembali dengan jalur yang sama. Mengapa? Saat masuk kawasan, kendaraan yang masih penuh dengan sampah harus melewati jembatan timbang. Hitungannya ini masih berat kotor. Kembali saat kosong, ditimbang lagi untuk mendapatkan jumlah bersihnya.

Ada pos timbang, yang berjendela kecil. Saya tidak melihat petugas. Kayaknya diperuntukkan, komunikasi dari kendaraan. Saya hanya melihat ujung jilbabnya. Warna kuning. Ketika saya masuk dari pintu samping, sedikit terkejut. Ada gadis manis yang sibuk mencatat berat sampah yang masuk. Semua serba digital.

Namanya Diana. Siang itu ia tampil modis. Jilbab dan celana panjang, dengan warna selaras. Sementara bajunya yang ia kenakan, berwarna gelap. Kata teman yang menemani ke lokasi, petugasnya cantik pak ya. Teman saya juga menyampaikan ungkapan salutnya, bekerja di tempat yang tiap hari berkutat dengan sampah. Cukup lama juga Diana bekerja di bagian kebersihan. Pengakuannya sudah 9 tahun.

Itu sekadar pengantar, agar Diana bisa memberikan penjelasan dan data yang akurat. Saya hanya menanyakan, berapa banyak sampah yang masuk, khusus di bulan puasa. Ia tidak menjawab, karena memang belum waktunya dijumlah. Ia shift pertama, pukul 14.00 Wita, ada pergantian shift.  Petugas inilah yang akan menjumlah.

Kebetulan yang dapat tugas shift kedua, saya kenal. Dia mahasiswa STIEM, bahkan terakhir dapat tugas selaku ketua BEM. Saya juga sudah komunikasi, dan siap memberikan data jumlah sampah setiap harinya di bulan puasa. Saya senang, bisa dapat data yang lengkap.  Agar informasi saya juga lengkap pada pembaca harian pagi Berau Post.

Diana sempat memberikan saya print out laporan penimbangan harian, untuk tanggal 14 Mei 2019. Memang belum dijumlah. Saya hanya melihat format laporannya. Memang detail. Mulai dari nomor kendaraan, nama barang yang dibawa, lalu nama costumer suplier, berat dan jam pada timbangan pertama, disusul timbangan ke dua dan ditemukanlah berat bersih sampah yang diangkut.

Kalau dulu, kan sampah yang datang lalu dibakar. Sehingga tidak terlihat tumpukannya.  Pola dibakar sudah lama ditinggalkan, berganti pola baru yang diratakan lalu ditutup dengan tanah. Tak ada bau yang menyengat.  Apalagi ada armada “pasukan putih” alias bangau yang ikut membantu, khusus menyantap lalat dan sampah basah rumah tangga.

Dalam print out itu, hitungannya seperti ini.  Kendaraan KT 8112 G asal sampah dari Pasar Sanggam Adji Dilayas. Timbangan pertama didapatkan seberat 6.080 kilogram. Lalu timbangan kedua mobil sudah dalam keadaan kosong didapatkan berat 3.880 kilogram. Jadi, sampah pada tanggal 14 Mei dari Pasar Sanggam Adji Dilayas pukul 08.36 Wita,  sebanyak 2.200 kilogram.

Saya dapat gambaran bahwa selama bulan puasa ini, jumlah sampah yang diangkut ke TPA setiap harinya sekitar 45 ribu kilogram atau 45 ton.

Proses penimbangan tidak lama, hanya sekitar 5 menit. Dalam ruangan kecil itu juga secara otomatis tercatat berat. Tinggal di-save. Pengemudi truk sampah atau motor memfokuskan pandangannya pada jendela kecil, di ruang pencatatan. Tak ada komunikasi suara.

Bagaimana bila proses semua selesai? Diana memberikan isyarat dengan menaikkan jempol. Wajah Diana memang tak terlihat, jempol itu jadi tanda selesai dicatat dan kendaraan bisa berlalu. Isyarat jempol Diana terlihat jelas dari balik jendela. Lentik lagi.

Alhamdulillah, kemarin (16/5) sore, saya dapat kiriman paket buka puasa dari teman saya Pak Aquirianto, pemilik rumah makan Sari Ponti. Menunya lengkap, ada ikan kakap asam manis, ada ayam goreng mentega, ada sayur asparagus, serta sebotol kecil air putih berisi irisan sarang burung walet. Selamat menunaikan ibadah puasa. (*/udi)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 15:22

Bekantan Kalah Pamor

MEMANG seharusnya tak ada yang gratis. Apalagi tempat yang memerlukan…

Senin, 24 Juni 2019 14:28

Sepekan, Seribu Kantong Sampah

SAMPAH menjadi salah satu persoalan besar di semua tempat wisata.…

Minggu, 23 Juni 2019 01:03

Gogos Kampung Merancang

ADA yang namanya titik lelah. Dalam perjalanan lebih dari 100…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:19

Akhirnya Punya SIM Baru

TIGA tahun terakhir, pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) tak perlu…

Jumat, 21 Juni 2019 14:46

Pantura dan Pulau Derawan

BAGI penjual makanan, memang mengalami kesulitan untuk menampilkan semua harga…

Kamis, 20 Juni 2019 12:00

Ayam Bakar Tolak Pinggang

APALAH arti sebuah nama. Itu sering terdengar. Namun soal nama…

Rabu, 19 Juni 2019 14:16

Nyaman Juga Rasanya

TERKADANG dihadapkan pada situasi yang harus memilih. Tergantung tingkat kesabaran.…

Selasa, 18 Juni 2019 19:32

Wisata Syariah di Pantai Losari

JANGAN pernah ragu bila ingin berlama-lama di sepanjang Pantai Losari,…

Senin, 17 Juni 2019 15:32

Sup Ubi Nostalgia

LOKASI tak lagi masalah. Walaupun kadang-kadang jadi pertimbangan untuk membuka…

Minggu, 16 Juni 2019 00:47

Salah Masuk Antrean

MASING-MASING daerah tentu ada satu tempat yang menjadi favorit warganya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*