MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 20 Mei 2019 14:06
Tak Memenuhi Syarat
KEMANUSIAAN: Penulis (tengah) diapit Ketua Kadin Berau Fitrial Noor dan PR Manager PT Berau Coal Arif Hadianto. Keduanya merupakan pengurus inti Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau.

PROKAL.CO, BULAN puasa, saatnya menjaring pahala sebanyak-banyaknya. Bukan hanya pada siang hari, saat menjalankan ibadah puasa. Tapi, pada malam hari, justru lebih semangat dalam berbuat kebaikan. Inilah yang dilakukan teman-teman Palang Merah Indonesia (PMI) Berau.

Terus terang, saya sangat terharu ketika belasan, bahkan puluhan warga datang ke masjid Agung Baitul Hikmah. Ada yang usai melakukan salat Tarawih, ada juga yang datang dari rumah masing-masing. Satu tujuan mereka, menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan.

Pengurus PMI yang baru beberapa bulan dilantik, begitu semangat dalam mengemas acara itu. Lokasinya juga di sekitar pintu timur masjid Agung. Saya memang tidak masuk dalam pengurus, tapi yang ikut sibuk-sibuk adalah teman-teman saya juga. Apalagi, sang komandan Agus Tantomo, Ketua PMI yang juga Wakil Bupati Berau, turut berada di tengah-tengah kegiatan untuk memberikan semangat.

Saya datang ketika malam ke dua berlangsung. Hari pertama, sebanyak 35 pendonor yang datang. Hari kedua, agaknya lebih banyak lagi. Oleh Mas Yudi dan Mas Hatta, pengurus PMI lainnya, langsung diajak ke tempat pendaftaran. Maksudnya, ikut mendonorkan darah. “Tunggu dulu,” kata saya. Saya paham, Yudi dan Hatta, tengah bercanda.

Seusia saya, rasa-rasanya tak memenuhi syarat untuk menjadi pendonor. Saya kan tidak muda lagi. Dipaksakan pun, Pak Dokter yang melakukan pemeriksaan, pasti diawali dengan pertanyaan, berapa usia bapak? Hahaha. Kalau dipaksakan juga, saya bisa jadi pasien.

Ada enam atau delapan petugas yang mengenakan rompi berwarna merah. Mereka inilah yang melakukan proses pengambilan darah. Pendonor berbaring di atas ranjang khusus yang bisa diboyong ke mana-mana. Petugas ini sangat teliti. Kalau tak salah, setiap pendonor disedot sebanyak satu kantung. Mungkin sekitar 200 CC.

Saya ingat ketika masih SMA dulu di Makassar. Saya sering menjenguk keluarga yang sakit. Di RS Labuang Baji, bila waktu besuk tiba, ramai. Juga ramai tukang becak yang parkir di sekitar kawasan rumah sakit. Mereka para tukang becak, sebetulnya juga adalah pendonor. Biasanya dihubungi oleh keluarga yang memerlukan pertolongan darah. Para tukang becak inilah yang tampil.  Usai pengambilan darah, tukang becak ramai-ramai makan Coto Makassar. Bukan itu saja, juga diberi bekal telur kampung dan susu encer.

Di grup WhatsApp, teman-teman PMI setiap saat memberikan informasi kondisi persediaan darah yang ada. Juga sering saya membaca WhatsApp, warga memerlukan bantuan darah dengan golongan tertentu. Bila menginformasikan kepada khalayak, biasanya persediaan darah di PMI lagi kosong. Kan tidak bisa pasien butuh darah A lalu diberikan darah B. Inilah salah satu yang sering dihadapi teman-teman di PMI.

Makanya, kegiatan donor terus digencarkan oleh PMI. Setidaknya, posisi persediaan darah untuk semua golongan, tersedia dan masyarakat yang memerlukan bisa memanfaatkannya. Saya juga sering mendapat informasi, bahwa mendonorkan darah, juga memberikan manfaat pada kesehatan. Jadi, ada dua hal yang didapatkan sekaligus. Badan menjadi sehat, pahala juga didapatkan tiada henti. Bayangkan, dengan donor itu, bisa menyelamatkan jiwa seseorang.

Saya sangat optimistis. Bahwa, pekerjaan mulia yang dilakukan teman-teman PMI di bulan Ramadan ini, memberikan manfaat yang sangat besar. Ini juga akan mendorong berbagai komunitas untuk aktif menjadi pendonor tetap. Teman-teman dari polres, Kodim 0902/TRD, teman-teman di Armed, juga pegawai negeri dan swasta. Termasuk teman-teman mahasiswa.

Semua tanpa kecuali. Perorangan juga bisa menjadi pendonor tetap dan setiap dua bulan sekali, bisa melakukan donor. Ada teman saya, yang sudah menjadi pendonor sejak 5 tahun lalu. Ia nampak selalu segar dan bersemangat. Tak pernah terdengar ada keluhan sakit. Karena itu tadi, ada sirkulasi darah yang baru setiap kali mendonor sebanyak satu kantung.

Walaupun saya tak bisa mendonorkan darah karena memang tak memenuhi syarat usia, saya juga akan aktif terus mengampanyekan pentingnya membantu sesama. Setetes darah, akan menyelamatkan jiwa seseorang. Dan, setelah di Masjid Agung Baitul Hikmah, masih akan berlanjut di lokasi yang berbeda. Kapan pastinya, akan ada pengumuman.  Yang saya tahu, lokasinya di Masjid Raya di Jalan Pulau Derawan. Ayo ikut mendonorkan darah.  Selamat menjalankan ibadah Puasa. (*/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:28

Sepekan, Seribu Kantong Sampah

SAMPAH menjadi salah satu persoalan besar di semua tempat wisata.…

Minggu, 23 Juni 2019 01:03

Gogos Kampung Merancang

ADA yang namanya titik lelah. Dalam perjalanan lebih dari 100…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:19

Akhirnya Punya SIM Baru

TIGA tahun terakhir, pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) tak perlu…

Jumat, 21 Juni 2019 14:46

Pantura dan Pulau Derawan

BAGI penjual makanan, memang mengalami kesulitan untuk menampilkan semua harga…

Kamis, 20 Juni 2019 12:00

Ayam Bakar Tolak Pinggang

APALAH arti sebuah nama. Itu sering terdengar. Namun soal nama…

Rabu, 19 Juni 2019 14:16

Nyaman Juga Rasanya

TERKADANG dihadapkan pada situasi yang harus memilih. Tergantung tingkat kesabaran.…

Selasa, 18 Juni 2019 19:32

Wisata Syariah di Pantai Losari

JANGAN pernah ragu bila ingin berlama-lama di sepanjang Pantai Losari,…

Senin, 17 Juni 2019 15:32

Sup Ubi Nostalgia

LOKASI tak lagi masalah. Walaupun kadang-kadang jadi pertimbangan untuk membuka…

Minggu, 16 Juni 2019 00:47

Salah Masuk Antrean

MASING-MASING daerah tentu ada satu tempat yang menjadi favorit warganya.…

Sabtu, 15 Juni 2019 00:12

Tertolong Poin Garuda

PULANG kampung jadi repot ketika akan pulang. Tidak tahu, kalau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*