MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 20 Mei 2019 14:54
Angka Kematian Bayi Terus Meningkat

Dipengaruhi Pernikahan Dini dan Jarang ke Posyandu

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB– Pelayanan dasar di bidang kesehatan yang disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati, awal Mei lalu, sempat menjadi sorotan jajaran DPRD Berau.

Pasalnya, dari LKPj 2018 itu, tercatat angka kematian bayi dalam tiga tahun terakhir selalu mengalami peningkatan. Seperti di tahun 2016 tercatat sebanyak 76 kasus, meningkat menjadi 87 kakus di tahun 2017. Angka itu kembali meningkat di tahun 2018 menjadi 95 kasus.

Melihat peningkatan kasus kematian bayi di Bumi Batiwakkal, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Totoh Hermanto menjelaskan, penyebab terus meningkatnya angka kematian bayi dikarenakan rendahnya akses masyarakat, khususnya ibu hamil ke posyandu.

Hal itu dibuktikannya dari data pihaknya, yakni hanya 46 persen ibu hamil yang datang ke posyandu setiap tahunnya. “Artinya, ibu hamil yang memeriksakan untuk menjaga kesehatannya dan bayinya hanya sebagian saja,” katanya kepada Berau Post, Minggu (19/5).

Padahal, dirinya menerangkan, datang ke posyandu merupakan salah satu hal penting bagi ibu hamil. Termasuk yang baru melahirkan. Karena pihak posyandu akan membagikan tablet zat besi, supaya ibu hamil tidak mengalami anemia.

Anemia sendiri merupakan suatu kondisi seseorang yang jumlah sel darah merahnya lebih rendah dari jumlah normal. “Kalau ibu hamil terkena anemia atau kurang darah, maka berisiko bayinya akan prematur atau lahir belum pada waktunya,” ucapnya.

“Di sisi lain juga pelayanan saat memasuki trimester satu dan dua, sebenarnya harus benar-benar ditingkatkan. Supaya bisa terdeteksi kesehatan janin dan kondisi sang ibunya juga,” lanjut Totoh.

Tak hanya itu, tingginya angka kematian bayi juga berkaitan dengan angka pernikahan dini di Bumi Batiwakkal.

“Banyak juga masyarakat kita yang menikah di usia dini, sehingga punya risiko terhadap janinnya apabila kelak hamil. Misal rahimnya yang belum kuat,” tuturnya.

Karena itu, untuk menekan angka kematian bayi, pihaknya terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami juga terus berkoordinasi dengan lintas sektor terkait, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar intens memeriksakan kehamilannya, baik di puskesmas maupun ke posyandu,” tandasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:31

Stadion Mini Segera Dibangun di Teluk Bayur

TELUK BAYUR – Setelah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang…

Senin, 24 Juni 2019 14:29

Hadiah Utama Sepeda Motor Menanti

TANJUNG REDEB - Semarak puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…

Minggu, 23 Juni 2019 01:06

Petakan Wilayah Rawan Bencana

TANJUNG REDEB - Bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah…

Minggu, 23 Juni 2019 01:04
Putusan Kasus Tipikor Proyek Air Bersih

Terdakwa dan Jaksa Tak Ajukan Banding

TANJUNG REDEB – Dua terdakwa perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:20

Mendikbud Tambah Kuota Jalur Prestasi

TANJUNG REDEB - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:18

Oknum PNS Terjerat Korupsi ADK Balikukup

TANJUNG REDEB – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diketahui…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:17

Tiga Tersangka Sekaligus Ditahan

TANJUNG REDEB – Berkas, tersangka dan barang bukti (tahap II)…

Jumat, 21 Juni 2019 14:55

Pertamina Sebut Kewenangan Pemilik

TANJUNG REDEB – Berbagai pihak mendesak agar PT Pertamina meminta…

Jumat, 21 Juni 2019 14:53

Lapak Pedagang Pasar Subuh Dibongkar Paksa

TELUK BAYUR – Lapak pedagang pasar subuh di Pasar Sanggam…

Jumat, 21 Juni 2019 14:52

Pemilik Mobil Ikut ‘Dijilat’ Api

TANJUNG REDEB - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*