MANAGED BY:
RABU
17 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 11 Juni 2019 13:52
SINTING..!! Eceran Pertalite Tembus Rp 15 Ribu
JADI BARANG LANGKA: BBM eceran kembali menjadi barang langka di Talisayan. Beberapa pedagang yang menjual pun mematok harga tinggi, yakni Rp 15 ribu untuk satu botol pertalite.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pengecer Kecamatan Talisayan, lagi-lagi dikeluhkan warga. Pertalite yang biasanya hanya dihargai Rp 10 ribu per botol, kini sudah mencapai Rp 15 ribu per botol.

Disampaikan salah seorang warga Talisayan, Wawan, tingginya harga itu karena pedagang cenderung memanfaatkan keadaan di tengah sulitnya mendapatkan BBM. "Kenaikannya sampai 50 persen ini sudah sangat menyusahkan," ungkapnya.

Kejadian tersebut sudah sering terjadi di Talisayan. Apalagi kata dia, peristiwa mahalnya harga BBM yang dijual eceran juga pernah terjadi beberapa bulan sebelumnya. "Sering seperti ini. Kalau dalam tahun ini sepertinya ini yang paling mahal pedagang menjual," terangnya.

Sementara, Rustam warga lainnya merasa perlu ada tindakan tegas dari pihak terkait untuk mengamankan pedagang yang menjual bensin maupun pertalite dengan harga yang tinggi. "Harus ditindak, karena sudah semaunya saja menentukan harga, karena kita sebagai masyarakat juga tidak ada pilihan lain selain membelinya," bebernya.

Terpisah, Camat Talisayan, Mansyur menyebut kalau persoalan mahalnya harga BBM tersebut telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Bahkan kata dia, seluruh camat, pihak Pertamina, maupun pengelola Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) telah dipanggil Bupati Berau untuk membahas persoalan tersebut.

"Sementara saya dijalan mau ke Tanjung Redeb, karena Selasa (hari ini, 11/6) kita ada rapat koordinasi (Rakor) dengan bupati untuk membahas itu. Selain bensin juga akan membahas soal elpiji 3 kilogram. Masalah itu memang tidak bisa dibiarkan," jelasnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Apalagi diakuinya, dirinya sempat membeli BBM ke salah seorang pedagang eceran, di mana BBM tersebut berasal dari Kutai Timur. "Pengakuannya (pedagang, red) BBM di Berau kosong, sementara dia mengambil bensin itu dari Sangatta. Karena pedagangnya juga kerap membawa ikan ke sana jadi sekaligus mampir mengantre," terangnya.

Dirinya berharap, ada solusi terkait sulitnya BBM tersebut. "Kita tunggu saja hasilnya bagaimana besok. Intinya persoalan itu tidak akan dibiarkan berlarut-larut," pungkasnya. (*/sht/sam)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 14:02

Tawarkan Pembuatan SIM Tanpa ke Mapolres

TANJUNG REDEB – Belum lama ini, adanya calo pembuatan Surat…

Rabu, 17 Juli 2019 14:00

Buang Limbah ke Drainase, Siap-Siap Disanksi

TANJUNG REDEB – Cegah pencemaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan…

Selasa, 16 Juli 2019 13:04

Ada Rumah Dinas Nunggak

TANJUNG REDEB – Sejak beberapa tahun terakhir, Perusahaan Daerah Air…

Senin, 15 Juli 2019 15:48

Pemprov Tunggu Hasil Kajian

TANJUNG REDEB – Masih adanya pro dan kontra atas rencana…

Senin, 15 Juli 2019 15:47

Kejar Status Internasional untuk Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Perjalanan menjadikan Bandara Maratua berstatus bandara internasional…

Sabtu, 13 Juli 2019 13:49
Video Remaja yang ‘Mengancam’ Warga Gunta

Ngancam Warga Lewat Video, Ngakunya Cuma Iseng

TANJUNG REDEB – Belum lama ini, masyarakat Berau kembali dihebohkan…

Jumat, 12 Juli 2019 10:49

Minyak Penggorengan Diduga Dibuang ke Drainase

TANJUNG REDEB – Kondisi drainase di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb,…

Kamis, 11 Juli 2019 14:39

DPUPR dan DLHK Disebut Tidak Memberi Solusi

TANJUNG REDEB – Warga Pulau Panjang RT 15 tepatnya di…

Kamis, 11 Juli 2019 14:37

1 Mangkir, 3 Terdakwa Eksepsi

TANJUNG REDEB – Empat terdakwa buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat…

Rabu, 10 Juli 2019 13:58

KPU Berau Tunggu Pusat

TANJUNG REDEB - Setelah pesta demokrasi pemilihan presiden dan anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*