MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 12 Juni 2019 15:37
Dinilai Tak Beres Kelola Dermaga

Warga Desak Pemkab Putus Kerja Sama dengan Pelindo

GERBANG WISATA: Dermaga Tanjung Batu menjadi pintu gerbang masuknya wisatawan ke Kepulauan Derawan dan Maratua. Jika pengelolaan dermaga ini pun tak becus, maka jangan bermimpi wisatawan bakal masuk lewat dermaga ini lagi.

PROKAL.CO, TANJUNG BATU – Salah seorang wisatawan lokal yang mengaku bernama Ramli mengeluhkan biaya atau tariff retribusi yang diterapkan PT Pelindo IV di Dermaga Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, yang dinilainya terlalu mahal.

Untuk kendaraan roda empat saja, jika diparkir bermalam di kawasan dermaga tersebut dikenakan Rp 50 ribu per malam. (selengkapnya lihat infografis)

Selain mengeluhkan besarnya biaya retribusi masuk dermaga per orang. Ia juga mengeluhkan dermaga peninggalan pekan olahraga nasional (PON) 2008 Kaltim tersebut terlihat kotor. “Dari sisi luar tampak jorok. Begitupun ketika masuk toilet dermaga, tampak sampah berserakan. Air kran tak mengalir. Pokoknya paling jorok deh,” kesal Ramli.

Menanggapi keluhan wisatawan tersebut, Jufri salah seorang warga mengatakan bahwa pengelolaan dermaga tersebut dikerjasamakan Pemkab Berau dengan PT Pelindo. Sehingga pengelolaannya dilakukan secara penuh oleh PT Pelindo IV Tanjung Redeb. Hasil dari pengelolaan dermaga wisata tersebut dibagi dua dengan pemkab Berau. “60 persen untuk pemda dan 40 ,persen untuk Pelindo,” jelas Jufri.

Hanya saja, Jufri juga menyayangkan pihak Pelindo yang terkesan hanya menikmati hasil saja, tetapi enggan melakukan perawatan seperti ada beberapa dermaga terapung (pelampung) yang bocor atau sudah rusak tapi taka ada pergantian atau perbaikan. “Jadi terkesan Pelindo hanya ikut ,menikmati hasil dermaga saja. Mereka tidak melakukan pembersihan setiap saat. Terlebih perawatan dermaga. Dibiarkan begitu saja. Hasilnya mereka nikmati,” bebernya.

Karena itu, Jufri meminta Pemkab Berau dalam hal ini Bupati Berau untuk meninjau kembali kerja sama dengan PT Pelindo tersebut. “Saya rasa lebih bagus Bupati menghentikan kerja sama dengan Pelindo ini. Pengelolaan dermaga akan jauh lebih baik dan asri ketika dikelola sendiri oleh Pemkab Berau ata diserahkan ke pihak kecamatan setempat. Jadi hasilnya 100 persen masuk untuk kas daerah. Tidak lagi harus berbagi hasil dengan Pelindo,” tegas jufri.

“Dulu, beberapa tahun silam. Pemkab memang bersedia bekerjasama dengan Pelindo untuk pengelolaan dermaga ini, sebab Pelindo janji akan memasukkan kapal Pelni ke Tanjung Batu. Tapi buktinya sampai sekarang kapal Pelni juga tidak masuk koq. Jadi saran saya lebih bagus kerja sama ini diputus mulai sekarang,” sambungnya.

Camat Pulau Derawan, Kudarat saat dimintai komentarnya kemarin (11/6), juga sangat menyayangkan kondisi Dermaga Tanjung Batu yang sampai saat ini tampak kurang terawat. Bahkan, dermaga apung tempat wisatawan menaiki speedboat banyak yang mengalami kerusakan dan taka da perawatan.”Padahal itu bahaya lho. Kalau dermaga apungnya rusak, nyawa wisatawan taruhannya,” tegas Kudarat.

Dikatakannya, sejak pekan lalu hingga saat ini (kemarin,red.) kunjungan wisatawan ke Pulau Derawan melalui Dermaga Tanjung Batu mengalami kenaikan cukup tinggi. Namun sayangnya, keadaan ini menurutnya tak membuat PT Pelindo IV Tanjung Redeb sebagai pengelola dermaga melakukan perbaikan dermaga apung.

“Musim liburan kali ini cukup padat, cuman yang kami sayangkan kami melihat dermaga apungnya tidak ada upaya perbaikan. Sementara sudah banyak bagian (dermaga apung,red.) yang tidak layak digunakan,” katanya kepada Berau Post, Selasa (11/6).

Menurutnya, selama ini pula pihak pengelola dermaga tidak ada sama sekali perhatiannya terhadap Dermaga Tanjung Batu ini. Padahal, sebagai gerbang wisata, sudah seharusnya dermaga tersebut ditata dengan lebih baik.

Bahkan masyarakat Tanjung Batu disebutnya menganggap Pelindo IV Tanjung Redeb hanya ingin mencari keuntungan tanpa mau mengeluarkan biaya perawatan. “Kami menginginkan Pelindo sebagai pengelola yang dipercaya pemerintah penya kepedulian terhadap dermaga apung itu,” ucapnya.

“Setidaknya ada pengecatanlah, ini tidak ada sama sekali dan itu yang sangat disayangkan. Makanya jangan heran kalau ada wisatawan mengatakan dermaga ini jorok dan kotor,” sambungnya.

Kudarat juga mengaku mendapat informasi bahwa pihak Pelindo hanya mencetak sekitar 2.000 lembar pas masuk. Sehingga saat terjadi lonjakan kunjungan wisatawan, banyak yang tidak ditarik retribusinya. “Tolonglah supaya ada keseriusan dari Pelindo ini,” keluhnya.

Sementara itu, Manajer Operasional dan Teknik PT Pelindo IV Tanjung Redeb, Rudi Hartono yang ditemui awak media ini di ruang kerjanya mengakui pihaknya belum melakukan perbaikan terhadap dermaga apung di Dermaga Tanjung Batu.

Pihaknya sempat mendapat informasi dari petugasnya mengenai beberapa bagian dermaga apung yang rusak, namun belum sempat melakukan perawatan. “Tapi nanti akan kami koordinasikan dengan Dishub (Dinas Perhubungan,red.) apakah mereka menganggarkan itu atau tidak. Kalau tidak, nanti akan kami perbaiki menggunakan pendapatan dari pengelolaan dermaga itu,” terangnya.

Dijelaskannya, kebanyakan masyarakat menganggap pihaknya mendapatkan keuntungan besar dari pengelolaan Dermaga Tanjung Batu. Namun pada kenyataannya ia menyebut keuntungan yang didapat pihaknya tidaklah seberapa nilainya.

Ia pun mencontohkan pendapatan kotor dari pengelolaan dermaga pada April lalu sekitar Rp 12 juta, kemudian dikurangi gaji petugas honor Pelindo di lapangan dan perawatan seperti kebersihan. Sehingga Pelindo hanya mendapat keuntungan bersih sekitar Rp 1,6 juta dari 40 persen keuntungan bersih yang ada. “Sementara pemda mendapatkan Rp 2,4 juta atau 60 persen dari pendapatan bersih yang diterima pada bulan itu,” terangnya.

Rudi mengungkapkan, selama ini pihaknya hanya melakukan penarikan terhadap tiga item pas, yaitu pas harian orang, pas harian kendaraan ke dermaga dan pas penumpang kapal. Sedangkan untuk pas speedboat, para pemilik speedboat tidak pernah mau melakukan pembayaran.

“Pendapatan dari pengelolaan itu cukup sedikit. Bahkan untuk pas speedboat kami tidak bisa melakukan penarikan karena para pemilik speedboat protes dan tidak mau membayar. Jadi hanya 3 pas yang kami ambil,” ujarnya.

Selama ini, dirinya mengatakan pihaknya hanya ingin Dermaga Tanjung Batu dikelola dengan baik. Bahkan, apabila ada badan kampung yang bisa mengelola itu dan aturan memperbolehkan, maka pihaknya pun akan menyerahkan. Namun, sayangnya dalam aturan yang ada, pengelolaan dermaga hanya boleh dilakukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Lebih lanjut, Rudi juga menyoroti pemilik speedboat yang tidak mau membayar pas speedboat. Selama ini, pihaknya telah beberapa kali melakukan penarikan, namun selalu ditolak oleh pemilik speedboat.

“Padahal pendapatan mereka lumayan besar, sementara mengeluarkan uang Rp  5.000 hingga Rp 25.000 tidak mau. Bahkan, mereka juga sempat mau mengelola sendiri dermaga itu, tapi diberitahu polisi itu tidak boleh karena masuk kategori pungli,” tuturnya.

Mengenai adanya anggapan tarif bermalam kendaraan roda empat yang dirasa mahal oleh masyarakat. Ia menjelaskan angka tersebut merupakan kesepakatan antara Pelindo dengan Pemkab Berau.

“Mengenai tarif kendaraan bermalam, itu sudah menjadi kesepakatan dengan Pemda. Dan memang segitu nilainya. Karena pendapatan itu digunakan untuk membayar petugas di sana juga yang menjaga,” tandasnya.(arp/asa)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:31

Stadion Mini Segera Dibangun di Teluk Bayur

TELUK BAYUR – Setelah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang…

Senin, 24 Juni 2019 14:29

Hadiah Utama Sepeda Motor Menanti

TANJUNG REDEB - Semarak puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…

Minggu, 23 Juni 2019 01:06

Petakan Wilayah Rawan Bencana

TANJUNG REDEB - Bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah…

Minggu, 23 Juni 2019 01:04
Putusan Kasus Tipikor Proyek Air Bersih

Terdakwa dan Jaksa Tak Ajukan Banding

TANJUNG REDEB – Dua terdakwa perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:20

Mendikbud Tambah Kuota Jalur Prestasi

TANJUNG REDEB - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:18

Oknum PNS Terjerat Korupsi ADK Balikukup

TANJUNG REDEB – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diketahui…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:17

Tiga Tersangka Sekaligus Ditahan

TANJUNG REDEB – Berkas, tersangka dan barang bukti (tahap II)…

Jumat, 21 Juni 2019 14:55

Pertamina Sebut Kewenangan Pemilik

TANJUNG REDEB – Berbagai pihak mendesak agar PT Pertamina meminta…

Jumat, 21 Juni 2019 14:53

Lapak Pedagang Pasar Subuh Dibongkar Paksa

TELUK BAYUR – Lapak pedagang pasar subuh di Pasar Sanggam…

Jumat, 21 Juni 2019 14:52

Pemilik Mobil Ikut ‘Dijilat’ Api

TANJUNG REDEB - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*