MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 26 Juni 2019 11:17
Nakhoda LCT Ditemukan Tewas

Terjebak di Ruang Kemudi, Sempat ‘Pamitan’ Pemilik Kapal

DIKEBUMIKAN: Jenazah Amansyah, nakhoda LCT Serwaguna 5 yang karam di Muara Pantai Tanjung Batu, saat diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya, sore kemarin (25/6).

PROKAL.CO, TANJUNG BATU - Nakhoda Landing Craft Tank (LCT) pengangkut koral yang sempat hilang saat armadanya terbalik dan karam dihantam ombak, berhasil ditemukan oleh tim gabungan dibantu dua orang penyelam yang didatangkan dari Balikpapan, Selasa (25/6) sekira Pukul 14.15 Wita kemarin.

Nakhoda LCT Serwaguna 5 bernama Amansyah yang diketahui berdomisili di Jalan Milono, Gang Husada, Tanjung Redeb, tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di ruang kemudi kapal. Hal itu disampaikan Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kapos Polair Berau Brigpol Carolis Wato kepada Berau Post, kemarin.

“Kami tanya kepada kru kapal yang selamat di mana posisi korban saat kapal terbalik. Dan kru kapal kala itu berada di ruang kemudi, sehingga pencarian difokuskan di sekitar kemudi, dan berhasil menemukan korban yang sudah tidak bernyawa di ruang kemudi kapal itu,” jelas Carolis.

Dari keterangan ABK yang selamat, diketahui bahwa Nakhoda berusia 53 tahun itu sempat berusaha menyeimbangkan kapal setelah diterjang ombak setinggi 2 meter, namun upayanya gagal dan kapal pun terbalik dan karam di Muara Pantai Berau dengan koordinat 01'59.578 N dan 117'53.823 E.

Amansyah juga sempat meminta ketiga anak buahnya yang selamat itu melompat dari atas kapal untuk menyelamatkan diri. “Setelah 3 kru kapal itu melompat menggunakan pelampung, korban nakhoda ini masih berada di dalam ruang kemudi. Beberapa saat setelah itu, kapal pun langsung tenggelam,” tambah Carolis menirukan penuturan dari ABK yang selamat.

Usai dievakuasi dari ruang kemudi, jasad nakhoda Amansyah langsung dibawa ke Tanjung Redeb, rencananya akan terlebih dahulu divisum di rumah sakit umum daerah (RSUD) Abdul Rivai, namun pihak keluarga menolak dilakukan visum terhadap korban, sehingga jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Milono untuk disemayamkan. (selengkapnya baca infografis)

“Keluarga meminta almarhum langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan, dan sore ini (kemarin,red.) langsung dikebumikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb, Hary Surianto melalui Petugas Kepelabuhanan, Fatah mengatakan surat menyurat dalam hal ini izin berlayar LCT tersebut lengkap dan tidak ada masalah. “Kami sudah cek, baik izin operasional maupun izin angkut muatannya ada,” ujarnya ketika dikonfirmasi media ini kemarin.

Lebih lanjut, Fatah menjelaskan bahwa setiap kapal yang melakukan pergerakan harus ada izin untuk wilayah Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. “Kalau tidak ada izin DLKr dan DLKp, mereka tidak akan bisa berlayar,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, pemilik LCT Serwaguna 5, Badransyah mengaku dirinya masih shok dengan kejadian yang menewaskan seorang anakbuahnya itu. “Kalau soal izin operasi, kami lengkap. Semua kru saya juga ikut program asuransi kesehatan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Saya bertanggungjawab atas insiden ini. Biaya semua kami tanggung,” katanya.

Badransyah mengaku sebelumnya tidak mendapat firasat apapun sebelum kejadian tersebut, namun Amansyah saat hendak berangkat, sempat bersalaman dan berpamitan kepada dirinya dengan tersenyum.

“Selama ini tidak pernah dia salaman sama saya sebelum berangkat, biasanya pamitan saja, tidak salaman. Dia sempat pamit dan salaman sambil mengatakan saya pergi dulu bos,” tutur Badran.

Ia sendiri baru mendapat kabar musibah tersebut pada Senin (24/6) sekira Pukul 04.00 dari salah satu karyawannya yang melaporkan kecelakaan tersebut. “Saat itu juga saya langsung laporkan ke KUPP, dan berangkat ke lokasi kejadian,” katanya.

Keluarga korban belum bisa dimintai komentarnya terkait musibah ini. “Nanti dulu ya, soalnya keluarga masih berduka,” pinta Badransyah.

Sebelumnya diberitakan, LCT Sarwaguna 5 yang merupakan kapal pengangkut batu pecah tersebut karam di perairan Tanjung Batu, Kabupaten Berau pada koordinat 01'59.578 N dan 117'53.823 E, Senin (24/6) sekira Pukul 02.30 Wita.

LCT tersebut dikabarkan bertolak dari Kampung Biatan Lempake, Kecamatan Biatan pada Minggu (23/6) sekira Pukul 16.00 menuju Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur. Namun dalam perjalanan, LCT nahas itu dihantam ombak setinggi 2 meter membuat kapal terbalik dan tenggelam.

Kapal tersebut membawa tiga kru (anak buah kapal/ABK) yakni, Yahya, Suparman, Edo Purnomo, serta seorang nakhoda bernama Amansyah. “Kapal bermuatan koral 180 meter kubik. Kapal dihantam ombak setinggi 2 meter saat berada di lepas pantai, nakhoda tidak bisa menguasai kemudi, kapal pun terbalik dan karam,” jelas Fatah, Petugas Kepelabuhanan KUPP Tanjung Redeb yang dikonfirmasi beberapa saat setelah kejadian itu.(*/yat/asa)

 


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 13:59

Oknum Wartawan Masuk Jaringan Sabu Internasional

TELUK BAYUR – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim, meringkus dua…

Rabu, 17 Juli 2019 13:55

Upal Dibakar, Senpi Dipotong

TANJUNG REDEB – Ribuan barang bukti hasil kejahatan dari 188…

Rabu, 17 Juli 2019 13:55

Bupati Pertimbangkan Penolakan Pedagang

TANJUNG REDEB – Penolakan masuknya jaringan swalayan nasional yang disuarakan…

Rabu, 17 Juli 2019 13:54

Tambah Pengetahuan untuk Kemajuan Pertanian Berau

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mungkin perumpamaan itu cocok…

Selasa, 16 Juli 2019 13:01

Maksimalkan Potensi Kampung, Cukupi Kebutuhan Beras Lokal

Di era modern saat ini, dunia pertanian makin kurang diminati…

Selasa, 16 Juli 2019 12:59

APMPLB Unjuk Rasa di Kantor Bupati

TANJUNG REDEB – Puluhan massa dari Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli…

Selasa, 16 Juli 2019 12:56

Istri Bekerja, Anak Tiri Dicabuli

TALISAYAN – Mardan (50), warga Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih,…

Selasa, 16 Juli 2019 12:55

Forum Pedagang Bulat Menolak

TANJUNG REDEB – Masuknya salah satu jaringan toko swalayan nasional…

Senin, 15 Juli 2019 15:46

Pelajar Jadi Pemuas Syahwat Tiga Buruh Sawit

TANJUNG REDEB – Tiga pelaku pencabulan terhadap pelajar berusia 12…

Senin, 15 Juli 2019 15:43

Kembangkan Komoditi Pertanian Diiringi Peningkatan SDM

Di era modern saat ini, dunia pertanian makin kurang diminati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*