MANAGED BY:
RABU
17 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Senin, 01 Juli 2019 14:46
Dewan Terima Kunjungan DPRD Mahulu

Konsultasi Soal Tata Kelola Perbatasan

KUNJUNGAN DPRD MAHULU: Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah memimpin pertemuan dengan DPRD Mahakam Ulu, Jumat (28/6) lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menerima kunjungan dari DPRD Mahakam Ulu (Mahulu), Jumat (28/6) lalu. Kunjungan DPRD Mahulu dipimpin Wakil Ketua II Tiopilus Hanye. Rombongan diterima langsung oleh Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, didampingi Sekretaris Dewan (Sekwan) Eva Yunita.

Kunjungan kerja DPRD Mahulu ke DPRD Berau untuk berkonsultasi terkait dengan tata kelola perbatasan. Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Gabungan Komisi ini juga dihadiri Kepala Bagian (Kabag) Kerja Sama, Penataan Wilayah dan Pengembangan Daerah Setkab Berau, Said Dahrun, Kabid PPT Dinas Pertanahan Ahyar Supriyadi dan Perwakilan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, Slamet Riadi.

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua II DPRD Mahulu Tiopilus Hanye memaparkan, Kabupaten Mahakam Ulu merupakan kawasan strategis nasional karena berbatasan dengan Serawak Malaysia bagian Timur. Karena itu masalah perbatasan wilayah jadi perhatian serius Pemkab Mahulu. Kabupaten termuda di Kaltim yang terbentuk 2013 lalu masih menyisakan persoalan terkait batas wilayah.

“Luas Kabupaten Mahulu kurang lebih 18.000 kilometer persegi. Terdiri dari 50 kampung dan 5 kecamatan. Tapi masih ada permasalahan perbatasan. Karena itu, kami ingin konsultasi bagaimana kiat-kiat Pemkab Berau menyelesaikan masalah batas wilayah ini,” kata Tiopilus.

Menurut dia, alotnya beberapa pembahasan batas wilayah di Mahulu dipengaruhi beberapa faktor, seperti potensi sumber daya alamnya. Potensi SDA di Mahulu cukup beragam. Seperti hasil hutan, burung walet, batu bara dan emas. Termasuk sumber energi listrik.

“Ini kadang-kadang kalau ada investor, satu wilayah sama-sama bersikeras, karena potensi di wilayah itu,” katanya.

“Yang bermasalah batas antarkampung. Karena berkaitan dengan potensi. Apalagi munculnya perusahaan atau investor, di kampung itu saling klaim wilayah,” tambah Agustinus Ding, anggota DPRD Mahulu lainnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah mengakui, sampai sekarang permasalahan batas wilayah masih menjadi pekerjaan rumah beberapa daerah. Termasuk di Kabupaten Berau. “Di Berau pun masih ada beberapa permasalahan batas wilayah,” katanya.

Namun, salah satu program prioritas Pemkab Berau saat ini yakni percepatan penyelesaian batas wilayah, baik antarkampung, kecamatan, kabupaten dan provinsi. “Targetnya 2020 semua batas wilayah sudah klir,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Kerja Sama, Penataan Wilayah dan Pengembangan Daerah, Said Dahrun menjelaskan, perbatasan memang jadi masalah nasional. Di Berau beberapa batas wilayah masih proses penyelesaian. Seperti batas wilayah dengan Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Bulungan (Kaltara).

Dia mengakui batas wilayah jadi perhatian serius pemerintah kabupaten saat ini. Karena itu, untuk menyeriusi dan fokus penyelesaian batas wilayah, Pemkab Berau membentuk Bagian Kerja Sama, Penataan Wilayah dan Pengembangan Daerah.

Di depan anggota DPRD Mahulu, Said juga menjelaskan bahwa saat ini sudah ada beberapa batas wilayah yang sudah diselesaikan. Seperti di Kecamatan Pulau Derawan, Talisayan, Segah, Bidukbiduk, Batu Putih. Sementara saat ini dalam proses penyelesaian Kecamatan Biatan dan Tabalar. “Berikutnya kita selesaikan di Teluk Bayur dan Gunung Tabur,” katanya.

Dia mengaku selama ini banyak kendala yang dihadapi dalam penyelesaian batas wilayah. Salah satunya alotnya pembahasan hingga harus dilakukan pertemuan berulang-ulang. “Tidak cukup sekali mediasi. Tapi butuh 4 sampai 5 kali pertemuan baru ada kata sepakat. Karena tapal batas aja, ada nama kesepakatan tapal batas, setelah itu patok tapal batas. Jadi setiap kesepakatan bisa 4 sampai 5 kali pertemuan baru klir. Itu yang kami rasakan selama ini. Jadi kiatnya harus sabar, ulet dan pendekatan persuasif,” jelasnya. (adv/har)


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 19:48

Dewan Mulai Bahas KUA-PPAS

TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau mulai…

Selasa, 16 Juli 2019 19:46

Pertahankan Tradisi dan Budaya Daerah

TANJUNG REDEB – Masyarakat Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, menggelar hajatan…

Selasa, 09 Juli 2019 15:17

Dewan Sahkan Lima Perda

TANJUNG REDEB –DPRD Berau menggelar Rapat Paripurna ke-6 dengan agenda…

Selasa, 09 Juli 2019 15:15

Dewan Minta Perusahaan Penuhi Hak Buruh

TANJUNG REDEB – DPRD Berau menggelar rapat dengar pendapat dengan…

Senin, 01 Juli 2019 14:46

Dewan Terima Kunjungan DPRD Mahulu

TANJUNG REDEB - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menerima…

Rabu, 26 Juni 2019 11:30

Komisi II Minta Awasi Distribusi BBM

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mengeluarkan kebijakan akan menertibkan…

Rabu, 26 Juni 2019 11:28

Dewan Terima Lima Raperda dari Eksekutif

TANJUNG REDEB -  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menggelar…

Selasa, 25 Juni 2019 15:38

Dewan Terima Aspirasi Buruh Soal Status Kerja

TANJUNG REDEB - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menerima…

Selasa, 25 Juni 2019 15:37

Komisi II Diskusi dengan Pedagang BBM Eceran

TANJUNG REDEB – Sejumlah warga yang mengaku sebagai pedagang BBM…

Senin, 24 Juni 2019 14:44

DPRD Berau Terima Penghargaan DPRD Berprestasi

TANJUNG REDEB - Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*